Liputan6.com, Jakarta - Perhiasan yang dipakai setiap hari lama-lama kehilangan kilau karena debu, keringat, dan sisa losion menempel di permukaannya. Banyak orang baru sadar hal ini saat cincin atau kalung kesayangan terlihat kusam di acara penting. Padahal, tips bersihkan perhiasan sebenarnya bisa dipraktikkan sendiri di rumah tanpa alat mahal.
Sebagian orang memilih membawa perhiasan ke toko emas setiap kali tampak kusam. Cara ini memang praktis, tapi butuh waktu dan biaya tambahan. Padahal, noda dan debu yang menempel pada emas, perak, atau batu permata bisa hilang hanya dengan bahan yang sudah ada di dapur.
Berikut ini adalah tips bersihkan perhiasan berdasarkan jenis bahan, mulai dari emas, perak, hingga batu permata dan mutiara, yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (1/10/2026). Simak langkah-langkahnya satu per satu sebelum mencoba membersihkan perhiasan sendiri di rumah.
Advertisement
Rendam Emas dengan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362794/original/020002100_1790830452-9e66d2fe-7bde-43c0-97ae-30affe668123.jpg)
Perhiasan emas gampang dibersihkan memakai bahan yang sudah ada di rumah. Siapkan mangkuk kecil, air hangat, dan beberapa tetes sabun cuci piring. Aduk sampai airnya berbusa, lalu masukkan perhiasan emas ke dalam larutan tersebut. Biarkan terendam sekitar sepuluh sampai lima belas menit supaya kotoran yang menempel longgar dengan sendirinya.
Setelah direndam, ambil perhiasan dan sikat bagian sela-sela memakai sikat gigi berbulu halus. Gosok perlahan supaya permukaan emas tidak baret, terutama pada bagian ukiran atau sambungan rantai. Bilas dengan air bersih sampai sisa sabun hilang, lalu keringkan memakai kain lembut atau kain mikrofiber agar tidak ada serat menempel.
Cara ini cocok dipakai rutin, misalnya sebulan sekali, untuk cincin, kalung, atau gelang emas polos. Kalau perhiasan punya ukiran rumit, tambahkan waktu rendam sedikit lebih lama supaya kotoran di celah-celah ikut terangkat. Hindari air panas karena bisa merusak lapisan emas yang tipis pada perhiasan sepuhan.
Advertisement
Gunakan Baking Soda untuk Perak yang Menghitam
Perhiasan perak gampang berubah warna menjadi kehitaman setelah lama dipakai. Perubahan ini disebut tarnish, muncul akibat reaksi antara perak dan udara di sekitarnya. Untuk mengatasinya, taburkan baking soda secukupnya pada perhiasan yang sudah dibasahi, lalu gosok perlahan memakai kain lembut atau sikat gigi bekas yang masih bersih.
Diamkan sebentar supaya baking soda bereaksi dengan noda hitam di permukaan perak. Setelah digosok merata, bilas perhiasan dengan air bersih sampai tidak ada sisa serbuk menempel. Keringkan segera memakai kain supaya air tidak meninggalkan bercak baru pada permukaan perak yang sudah bersih.
Selain baking soda, lapisan aluminium foil juga bisa dipakai sebagai alternatif. Letakkan perhiasan di atas foil, taburkan baking soda, lalu siram air hangat secukupnya. Reaksi kimia antara aluminium dan baking soda membantu mengangkat noda hitam tanpa perlu menggosok perhiasan secara langsung.
Manfaatkan Campuran Lemon dan Garam untuk Perak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362795/original/025395400_1790830452-1dd2b4c1-fc7e-46c9-86aa-22856e34fdb0.jpg)
Selain baking soda, lemon juga bisa dipakai untuk mengembalikan kilau perak yang kusam. Peras air lemon ke dalam mangkuk kecil, lalu tambahkan sedikit garam dapur sampai larut. Kandungan asam pada lemon membantu melunturkan noda hitam yang menempel di permukaan perak tanpa perlu bahan tambahan lain.
Masukkan perhiasan perak ke dalam larutan lemon dan garam tersebut, lalu rendam selama beberapa menit sampai noda kusam mulai terangkat. Setelah itu, gosok perlahan memakai kain lembut atau sikat berbulu halus pada bagian yang masih terlihat kusam, lalu bilas dengan air bersih sampai tidak ada rasa lengket.
Keringkan perhiasan segera memakai kain supaya sisa air lemon tidak meninggalkan bercak baru. Cara ini cocok sebagai alternatif kalau baking soda tidak tersedia di rumah, tapi sebaiknya tidak dipakai untuk perak berlapis karena sifat asamnya bisa mengikis lapisan tipis pada permukaan logam.
Advertisement
Bersihkan Perhiasan Bermata dengan Cara Khusus
Perhiasan dengan batu permata butuh perhatian lebih dibanding perhiasan polos. Rendaman air sabun tetap bisa dipakai, tapi waktu rendam sebaiknya lebih singkat, sekitar lima menit saja. Batu permata yang direndam terlalu lama berisiko membuat lem pengikatnya longgar, apalagi untuk batu dengan model tanam.
Setelah direndam, sikat bagian bawah batu permata dengan sikat berbulu sangat halus, karena kotoran sering menumpuk di celah antara batu dan logam. Hindari menekan batu terlalu keras saat menyikat supaya posisinya tidak bergeser dari dudukan. Bilas dengan air mengalir, lalu keringkan dengan kain lembut.
Batu permata tertentu, seperti mutiara atau opal, sebaiknya tidak direndam sama sekali karena sifatnya berpori dan mudah menyerap cairan. Cukup lap permukaannya dengan kain lembap setelah dipakai, lalu simpan di tempat terpisah dari perhiasan lain supaya tidak tergores.
Lepas Perhiasan Sebelum Beraktivitas dengan Bahan Kimia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362796/original/035613600_1790830452-5867.jpg)
Produk sehari-hari seperti parfum, losion, dan sabun mandi mengandung bahan kimia yang bisa mempercepat kusamnya perhiasan. Sebaiknya lepas cincin, gelang, atau kalung sebelum memakai produk tersebut, lalu pasang kembali setelah kulit benar-benar kering. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kilau perhiasan lebih lama.
Aktivitas rumah tangga seperti mencuci piring, membersihkan kamar mandi, atau berenang di kolam berklorin juga sebaiknya dilakukan tanpa perhiasan menempel di tangan. Klorin dan deterjen bisa bereaksi dengan logam, membuat warna perhiasan berubah lebih cepat dibanding pemakaian biasa sehari-hari.
Simpan kebiasaan melepas perhiasan ini sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan hanya saat situasi tertentu saja. Sediakan wadah kecil di dekat wastafel, meja rias, atau dapur supaya perhiasan yang dilepas tidak tercecer atau hilang. Dengan begitu, perhiasan tetap aman sekaligus terhindar dari paparan bahan kimia setiap hari.
Advertisement
Simpan Perhiasan di Tempat Kering dan Terpisah
Cara menyimpan perhiasan sama pentingnya dengan cara membersihkannya. Simpan tiap perhiasan di kantong kain terpisah atau kotak dengan sekat, supaya logam satu tidak bergesekan dengan logam lain. Gesekan antar perhiasan bisa menimbulkan goresan halus yang lama-lama membuat permukaan terlihat kusam dan tidak rata.
Pilih tempat penyimpanan yang kering dan jauh dari sinar matahari langsung. Kelembapan udara mempercepat proses perak berubah warna, sementara suhu panas bisa merusak warna batu permata tertentu. Tambahkan silica gel di dalam kotak perhiasan untuk membantu menyerap kelembapan berlebih di sekitarnya.
Periksa kondisi pengait, kunci kalung, atau cincin secara berkala, terutama untuk perhiasan yang sering dipakai. Kalau ditemukan bagian longgar atau batu yang mulai bergeser, bawa ke toko perhiasan untuk diperbaiki sebelum kerusakan bertambah parah dan sulit diperbaiki.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membersihkan Perhiasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362797/original/047665800_1790830452-2151992024__1_.jpg)
Selain tahu cara yang benar, penting juga mengenali kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan perhiasan di rumah. Kesalahan kecil yang terlihat sepele kadang berdampak besar, mulai dari warna yang makin kusam sampai batu permata lepas dari dudukannya. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari.
- Menggunakan Air Panas: Air panas bisa melonggarkan lem perekat batu permata dan merusak lapisan emas pada perhiasan sepuhan. Pakai air hangat kuku saja, jangan air mendidih, supaya struktur perhiasan tetap aman selama proses pembersihan.
- Menggosok Terlalu Keras: Menggosok perhiasan dengan tenaga berlebihan bisa meninggalkan baret halus pada permukaan logam, terutama emas muda yang teksturnya lebih lunak. Gosok perlahan dan biarkan proses rendam yang mengangkat kotoran membandel.
- Memakai Pemutih Pakaian: Cairan pemutih mengandung klorin yang bereaksi keras dengan logam perhiasan, termasuk emas. Reaksi ini bisa membuat warna perhiasan berubah permanen dan sulit dikembalikan meski sudah dipoles ulang.
- Merendam Terlalu Lama dalam Larutan Asam: Lemon dan bahan asam lain memang efektif untuk perak, tapi kalau direndam terlalu lama bisa membuat permukaan logam jadi kusam dengan cara berbeda. Batasi waktu rendam sesuai kebutuhan, lalu segera bilas dan keringkan.
- Menyimpan Perhiasan Bertumpuk dalam Satu Wadah: Perhiasan yang ditumpuk dalam satu kotak tanpa sekat mudah saling bergesekan dan tergores. Pisahkan tiap perhiasan di kantong kain sendiri supaya permukaannya tetap mulus.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tips Bersihkan Perhiasan
Berapa lama waktu ideal merendam perhiasan saat dibersihkan?
Waktu rendam ideal sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk perhiasan emas polos, sementara perhiasan bermata cukup lima menit saja supaya lem pengikat batu tidak longgar.
Apakah pasta gigi aman dipakai untuk membersihkan perhiasan perak?
Pasta gigi bisa dipakai untuk perak sterling dengan cara dioleskan tipis lalu digosok perlahan, tapi sebaiknya dihindari untuk perhiasan berlapis karena butirannya bisa mengikis lapisan tipis tersebut.
Seberapa sering perhiasan perlu dibersihkan?
Perhiasan yang dipakai setiap hari sebaiknya dibersihkan sekitar sebulan sekali, sementara perhiasan yang jarang dipakai cukup dibersihkan sebelum disimpan kembali ke kotak perhiasan.
Apakah semua perhiasan boleh dibersihkan dengan cara yang sama?
Tidak. Perhiasan logam seperti emas dan perak umumnya aman direndam air sabun, sedangkan perhiasan berbahan mutiara atau batu berpori cukup dilap dengan kain lembap tanpa direndam.
Kapan sebaiknya perhiasan dibawa ke toko untuk dibersihkan secara profesional?
Bawa perhiasan ke toko kalau kondisinya tetap kusam meski sudah dibersihkan sendiri, pengaitnya longgar, atau batu permatanya mulai bergeser dari dudukan, supaya perbaikan dilakukan sebelum kerusakan bertambah parah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326567/original/092602700_1787027929-Screenshot_2026-08-18_110108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362793/original/014846400_1790830452-0d853dac-97ae-4d16-8442-6ad22826c849.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362600/original/089238800_1790823712-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456968/original/059102500_1766982723-SnapInsta-Ai_3720053977506767582.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362590/original/066553000_1790823094-Gemini_Generated_Image_k3hpbuk3hpbuk3hp.jpg)