6 Bahan yang Tidak Boleh Dicuci dengan Air Panas, Jangan Sampai Rusak

Simak 6 bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas menurut ahli laundry, mulai dari wol hingga kulit, agar pakaian favorit tidak cepat rusak.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mencuci dengan air panas kerap dianggap sebagai cara paling ampuh untuk membersihkan pakaian secara maksimal. Padahal, tidak semua bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas bisa bertahan dari suhu tinggi tersebut tanpa mengalami kerusakan permanen, mulai dari menyusut hingga kehilangan warna aslinya.

Sejumlah ahli laundry menyebut bahwa suhu panas justru bisa merusak serat kain, melunturkan warna, hingga membuat elastisitas pakaian menghilang. Alih-alih bersih maksimal, pakaian kesayangan malah berakhir rusak dan tidak layak pakai lagi setelah dicuci.

Lantas, bahan apa saja yang tidak boleh dicuci dengan air panas agar tetap awet dan nyaman digunakan dalam waktu lama? Berikut ini adalah enam di antaranya yang perlu diperhatikan setiap kali hendak melakukan cucian di rumah, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (27/8/2026).

1. Wol dan Kasmir

Wol dan kasmir merupakan dua bahan yang paling rentan rusak ketika terkena air panas. Panas membuat serat-seratnya menggumpal dan mengerut secara permanen, sebuah proses yang dikenal dengan istilah felting. Akibatnya, sweater favorit bisa menyusut drastis hingga menyerupai pakaian anak-anak dalam sekali cuci.

Selain menyusut, suhu panas juga merusak minyak alami yang menjaga kelembutan serat kasmir. Hasilnya, tekstur kain menjadi kasar, kaku, dan kehilangan kesan mewahnya. Kerusakan semacam ini umumnya tidak bisa diperbaiki lagi meski sudah dilakukan berbagai cara perawatan tambahan di rumah.

Cara amannya, cuci wol dan kasmir dengan tangan menggunakan air dingin atau suhu ruang dan deterjen lembut khusus bahan halus. Jika terpaksa memakai mesin cuci, pilih siklus delicate dengan agitasi paling minim, lalu keringkan dengan cara diangin-anginkan mendatar, bukan digantung atau dimasukkan ke pengering panas.

2. Sutra dan Bahan Lembut Lainnya

Sutra, lace, dan berbagai bahan sintetis halus lainnya termasuk kategori bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas karena strukturnya sangat tipis dan rapuh. Panas dapat melemahkan seratnya sehingga kain lebih mudah sobek, berubah bentuk, atau kehilangan kilau khasnya secara permanen.

Pada sutra secara khusus, air panas juga berisiko merusak lapisan protein alami yang membuat kainnya terasa lembut dan mengilap. Begitu lapisan ini rusak, permukaan kain akan terlihat kusam dan teksturnya berubah menjadi kasar meski sudah dicuci berulang kali dengan produk perawatan kain.

Untuk merawatnya, gunakan air dingin dengan deterjen khusus delicate serta kantong jaring pelindung saat mencuci dengan mesin. Hindari memeras terlalu keras; cukup tekan perlahan lalu keringkan di atas handuk kering dalam posisi datar dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

3. Pakaian Olahraga dan Pakaian Dalam

Activewear dan pakaian dalam umumnya mengandung serat elastis seperti spandex yang berfungsi menjaga kelenturan dan bentuk pakaian. Sayangnya, serat elastis ini justru paling mudah rusak akibat panas, sehingga kemampuannya meregang dan kembali ke bentuk semula perlahan menghilang seiring waktu.

Ketika elastisitasnya sudah rusak, legging atau bra favorit akan terasa longgar, melorot, dan tidak lagi menopang tubuh dengan baik. Padahal, fungsi utama pakaian jenis ini justru terletak pada daya lentur dan kepasannya di badan saat dipakai beraktivitas sehari-hari.

Solusinya, cuci dengan air dingin menggunakan siklus lembut dan hindari pengering bersuhu tinggi. Untuk menghilangkan bau tidak sedap akibat keringat, tambahkan sedikit cuka putih atau produk sanitizer laundry alih-alih menaikkan suhu air saat mencuci.

4. Denim dan Pakaian Berwarna Gelap

Denim dan pakaian berwarna gelap termasuk bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas sebab pewarna pada kainnya sangat rentan luntur akibat panas. Selain warna cepat pudar, suhu tinggi juga mempercepat proses penyusutan pada denim sehingga ukurannya bisa berubah signifikan setelah beberapa kali dicuci.

Warna yang luntur pada pakaian gelap juga berisiko menodai pakaian lain berwarna terang dalam satu putaran cucian yang sama. Itulah sebabnya penting untuk memisahkan cucian berdasarkan warna, bukan hanya berdasarkan jenis bahan atau tingkat kekotorannya semata.

Cucilah jeans dan pakaian gelap dengan air dingin, balik bagian dalam ke luar sebelum dimasukkan mesin cuci, dan gunakan deterjen khusus warna gelap. Kurangi frekuensi mencuci denim, cukup jemur di udara terbuka untuk menghilangkan bau tanpa harus selalu memasukkannya ke mesin cuci.

5. Kulit dan Bahan Berlapis Kulit

Kulit, baik pada jaket maupun aksen sepatu, sebenarnya bukan bahan yang ideal untuk masuk ke dalam mesin cuci sama sekali, apalagi dengan air panas. Panas mengikis minyak alami pada permukaan kulit yang berfungsi menjaga kelenturannya, sehingga bahan ini menjadi kaku, kering, dan mudah retak.

Kerusakan pada kulit akibat panas juga cenderung tidak bisa diperbaiki dengan produk pelembap kulit sintetis biasa. Permukaannya bisa mengeras permanen, warnanya berubah kusam, dan bentuk aslinya sulit dikembalikan meski sudah dirawat secara intensif oleh ahli.

Cara terbaik merawat kulit adalah dengan mengelapnya menggunakan kain lembap, bukan merendam atau mencucinya seperti pakaian biasa. Gunakan pelembap khusus kulit secara berkala dan simpan di tempat sejuk serta kering agar teksturnya tetap terjaga dalam jangka panjang.

6. Handuk Premium dan Linen Berhias

Handuk dengan thread-count tinggi serta linen berhias seperti rajutan crochet, lace, atau payet juga masuk daftar bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas. Pada handuk premium, panas membuat serat lembutnya melemah sehingga daya serap air menurun dan teksturnya berubah menjadi kasar seperti amplas.

Sementara pada linen berhias, suhu tinggi berisiko merusak jahitan atau lem perekat pada payet dan manik-manik hiasan. Hiasan yang lepas tidak hanya merusak tampilan, tetapi juga bisa tersangkut dan merusak bagian kain lain di dalam mesin cuci yang sama.

Cucilah handuk premium dengan air hangat suam-suam kuku, bukan panas mendidih, agar seratnya tetap lembut lebih lama. Untuk linen berhias, disarankan mencuci dengan tangan memakai air dingin dan deterjen ringan agar detail hiasannya tetap utuh dan tidak mudah rontok.

Pertanyaan Seputar Bahan yang Tidak Boleh Dicuci dengan Air Panas

Apa saja bahan yang tidak boleh dicuci dengan air panas?

Beberapa bahan yang paling rentan rusak akibat air panas antara lain wol, kasmir, sutra, lace, activewear, pakaian dalam, denim, kulit, serta handuk dan linen berhias. Semua bahan ini memiliki serat atau lapisan pelindung yang mudah rusak jika terkena suhu tinggi.

Kenapa air panas bisa merusak pakaian?

Air panas dapat melemahkan struktur serat kain, merusak elastisitas, serta mempercepat lunturnya warna pada pakaian. Selain itu, panas juga mengikis minyak alami pada bahan tertentu seperti wol dan kulit sehingga teksturnya menjadi kaku dan mudah rusak.

Apakah pakaian dalam boleh dicuci dengan air panas?

Sebaiknya tidak. Pakaian dalam umumnya mengandung serat elastis yang mudah kehilangan kelenturannya jika terkena panas. Gunakan air dingin dan tambahkan produk sanitizer laundry apabila ingin menghilangkan kuman tanpa merusak elastisitasnya.

Barang apa saja yang justru aman dicuci dengan air panas?

Beberapa barang seperti seprai putih, handuk yang sangat kotor, tirai kamar mandi, serta pakaian dan perlengkapan bayi saat ada anggota keluarga sakit umumnya aman dicuci dengan air panas karena dapat membantu proses sanitasi dan mengangkat noda membandel.

Bagaimana cara mengetahui suhu cuci yang tepat untuk sebuah pakaian?

Cara paling akurat adalah selalu memeriksa label perawatan (care label) yang tertera pada pakaian sebelum mencucinya. Label ini biasanya mencantumkan simbol suhu air yang dianjurkan produsen berdasarkan jenis bahan dan proses pembuatan pakaian tersebut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6