Cara Bermain Congklak untuk Pemula, Lengkap dengan Aturan Dasar dan Strategi Menang

Panduan cara bermain congklak untuk pemula, mulai dari persiapan papan, aturan dasar, langkah demi langkah, hingga strategi jitu agar menang.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara bermain congklak untuk pemula dimulai dengan mengisi setiap lubang kecil di papan dengan tujuh biji, sementara dua lumbung besar di ujung dibiarkan kosong. Dua pemain lalu bergantian mengambil seluruh biji dari satu lubang dan menyebarnya satu per satu ke lubang berikutnya mengelilingi papan.

Permainan berakhir ketika seluruh biji tidak lagi dapat dimainkan. Pemenangnya adalah pemain yang mengumpulkan biji paling banyak di lumbungnya. Meski aturannya sederhana, permainan congklak membutuhkan perhitungan dan strategi, termasuk mengatur jumlah langkah agar biji terakhir dapat jatuh di posisi yang menguntungkan dan mengambil biji lawan.

Congklak termasuk dalam rumpun permainan papan mancala, yaitu kelompok permainan tradisional yang menggunakan lubang-lubang sebagai tempat memindahkan dan mengumpulkan biji. Permainan sejenis telah dikenal di berbagai wilayah dunia sejak masa lampau. Karena memiliki sejarah yang panjang, permainan dalam rumpun mancala kerap disebut sebagai salah satu kelompok permainan tradisional tertua yang masih dimainkan hingga kini.

Persiapan dan Aturan Dasar Sebelum Bermain Congklak

Menyiapkan papan sekaligus memahami aturan mainnya adalah fondasi utama cara bermain congklak yang benar. Dengan persiapan yang tepat, permainan berjalan adil dan menyenangkan sejak biji pertama dijalankan.

Menurut Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, congklak dimainkan oleh dua orang menggunakan papan dengan 16 lubang dan 98 biji. Pemenangnya ditentukan berdasarkan jumlah biji terbanyak yang terkumpul di lumbung.

  1. Siapkan papan dan biji congklak: Gunakan papan dengan 16 lubang, terdiri atas 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lumbung besar di kedua ujung. Siapkan 98 biji congklak yang dapat berupa cangkang kerang, biji-bijian, batu kecil, kelereng, atau plastik. Anda bisa mengenali bentuknya lewat ulasan papan congklak dengan 16 lubang dan 98 biji.

  2. Isi tujuh biji tiap lubang kecil: Masukkan tujuh biji ke masing-masing dari 14 lubang kecil sehingga total terdapat 98 biji.

  3. Kosongkan kedua lumbung: Biarkan dua lumbung besar tetap kosong karena digunakan untuk mengumpulkan biji milik masing-masing pemain.

  4. Tentukan pemain pertama: Kedua pemain dapat melakukan suit atau pingsut untuk menentukan siapa yang mendapat giliran pertama. Pemain yang mendapat giliran dapat memilih salah satu lubang kecil di sisinya.

  5. Pahami arah permainan: Ambil seluruh biji dari lubang yang dipilih, kemudian sebarkan satu per satu ke lubang berikutnya mengikuti arah permainan. Biji dimasukkan ke lumbung sendiri saat melewatinya, tetapi tidak ke lumbung lawan.

     

  6. Pahami aturan berhenti: Jika biji terakhir jatuh di lubang yang masih berisi biji, biji tersebut diambil dan permainan dilanjutkan. Jika jatuh di lumbung sendiri, pemain mendapat giliran lagi. Jika jatuh di lubang kosong, giliran dapat berakhir sesuai posisi lubang dan aturan pengambilan biji lawan. Permainan berakhir ketika tidak ada lagi biji yang dapat dimainkan, kemudian kedua pemain menghitung biji di lumbung masing-masing. Pemain dengan jumlah biji terbanyak menjadi pemenang.

Baca juga: 15 permainan anak yang mulai tergerus zaman.

Cara Bermain Congklak Langkah demi Langkah

Inti dari cara bermain congklak terletak pada teknik menyebar biji dan memperhitungkan di lubang mana biji terakhir akan berhenti. Posisi biji terakhir menentukan apakah pemain mendapat giliran tambahan, dapat mengambil biji lawan, atau harus mengakhiri gilirannya.

Permainan congklak memiliki mekanisme berantai: satu giliran dapat terus berlanjut ketika biji terakhir jatuh di lubang yang masih berisi biji. Karena itu, menghitung langkah sebelum memilih lubang menjadi bagian penting dari strategi permainan.

  1. Ambil semua biji dari satu lubang: Pada giliran Anda, pilih salah satu lubang kecil di sisi sendiri, lalu ambil seluruh biji di dalamnya.

  2. Sebar satu per satu: Jatuhkan satu biji ke setiap lubang berikutnya secara berurutan mengikuti arah permainan. Saat melewati lumbung sendiri, masukkan satu biji ke dalamnya. Namun, lewati lumbung lawan tanpa memasukkan biji.

  3. Lanjutkan jika berakhir di lubang berisi: Jika biji terakhir jatuh di lubang kecil yang masih berisi biji, ambil seluruh biji di lubang tersebut dan lanjutkan penyebaran. Proses ini dapat berlangsung beberapa kali dalam satu giliran.

  4. Dapatkan giliran tambahan: Jika biji terakhir jatuh di lumbung sendiri, Anda mendapat giliran lagi dan dapat memilih lubang kecil mana pun di sisi sendiri untuk melanjutkan permainan.

  5. Lakukan “tembak”: Jika biji terakhir jatuh di lubang kecil yang kosong di sisi sendiri, Anda dapat mengambil biji yang berada di lubang lawan yang berhadapan dengan lubang tersebut, lalu memasukkannya ke lumbung sendiri. Biji terakhir yang Anda jatuhkan ke lubang kosong tersebut juga menjadi bagian dari biji yang diambil. Aturan ini dikenal sebagai mekanisme “tembak”.

  6. Giliran berpindah: Jika biji terakhir jatuh di lubang kosong di sisi lawan, atau kondisi tersebut tidak memenuhi aturan untuk mengambil biji lawan, giliran berakhir dan berpindah kepada pemain berikutnya.

  7. Tentukan pemenang: Permainan berakhir ketika biji di lubang-lubang kecil sudah tidak dapat dimainkan. Kedua pemain kemudian menghitung jumlah biji di lumbung masing-masing. Pemain dengan jumlah biji terbanyak menjadi pemenang.

Cara Menyusun Strategi agar Menang Congklak

Setelah memahami alur dasar, langkah berikutnya adalah mengasah taktik supaya Anda semakin mahir bermain congklak. Kemenangan tidak hanya bergantung pada banyaknya biji, tetapi juga pada kemampuan memperhitungkan posisi biji dan menentukan langkah yang menguntungkan.

Permainan congklak membutuhkan perencanaan beberapa langkah ke depan. Pemain perlu memperkirakan tempat jatuhnya biji terakhir sekaligus mempertimbangkan kemungkinan mendapat giliran tambahan, melakukan “tembak”, atau membuka peluang bagi lawan.

Peneliti mancala asal Belanda, Alex de Voogt, dikutip dari ancientgames.org, menggambarkan kedalaman rumpun permainan ini dengan membandingkan Bao dan catur dalam konteks kompleksitas permainan. Sementara itu, peneliti seni visual Afrika, Akeem Abiodun Ashiyanbi, dikutip dari AramcoWorld, menyebut permainan dalam keluarga mancala membutuhkan pemikiran mendalam dan strategi yang baik.

  1. Berhitung beberapa langkah ke depan: Sebelum mengambil biji, perkirakan di mana biji terakhir akan jatuh. Perhitungan ini membantu Anda menentukan apakah langkah tersebut berpeluang membawa biji ke lumbung sendiri, menghasilkan giliran tambahan, atau membuka kesempatan untuk “menembak” biji lawan.

  2. Perhatikan lubang yang dekat dengan lumbung: Lubang yang posisinya dekat dengan lumbung dapat menjadi bagian penting dalam menyusun rangkaian langkah. Mengatur jumlah biji di lubang tersebut dengan tepat dapat membantu Anda mencapai lumbung sendiri dan memperoleh giliran tambahan.

  3. Buru giliran tambahan: Perhatikan langkah yang memungkinkan biji terakhir jatuh di lumbung sendiri. Jika berhasil, Anda mendapat giliran lagi sehingga dapat mempertahankan kendali permainan dan menyusun rangkaian langkah berikutnya.

  4. Siapkan peluang “tembak”: Anda dapat mengatur posisi biji agar memiliki lubang kosong di sisi sendiri yang berhadapan dengan lubang lawan berisi banyak biji. Jika biji terakhir kemudian jatuh di lubang kosong tersebut, Anda berpeluang mengambil biji lawan sesuai aturan “tembak”.

  5. Atur penyebaran biji: Jangan hanya berfokus pada menumpuk biji di satu lubang. Perhatikan jumlah dan posisi biji di seluruh sisi papan agar Anda memiliki lebih banyak pilihan langkah sekaligus tidak memberi lawan peluang yang menguntungkan.

  6. Bermain bertahan: Perhatikan lubang kosong dan lubang yang hanya berisi sedikit biji di sisi sendiri. Posisi tersebut dapat menjadi sasaran “tembak” jika berhadapan dengan lubang lawan yang berisi biji. Karena itu, sebelum mengakhiri giliran, pertimbangkan apakah posisi yang Anda tinggalkan justru memberikan keuntungan kepada lawan.

Baca juga: cara main monopoli lengkap dengan aturan dan strateginya.

Asal-usul, Ragam Nama, dan Manfaat di Balik Permainan Congklak

 

Jauh sebelum dikenal luas di Nusantara, congklak merupakan bagian dari keluarga permainan mancala, yaitu kelompok permainan yang menggunakan lubang-lubang sebagai tempat memindahkan dan mengumpulkan biji. Nama mancala berasal dari bahasa Arab naqala yang berarti “memindahkan”, merujuk pada mekanisme dasar permainan yang melibatkan pemindahan biji dari satu lubang ke lubang lainnya. Permainan dalam rumpun mancala telah dikenal di berbagai wilayah Afrika dan Asia, kemudian menyebar ke wilayah lain melalui perpindahan penduduk dan jaringan perdagangan. Sejumlah temuan arkeologis juga menunjukkan keberadaan papan atau cekungan yang diduga berkaitan dengan permainan sejenis sejak masa lampau. Namun, asal-usul pasti rumpun mancala dan hubungan langsung antara temuan arkeologis tersebut dengan congklak modern masih menjadi persoalan yang tidak dapat dipastikan secara sederhana.

Di Indonesia, congklak memiliki banyak nama dan variasi. Di Jawa, permainan ini dikenal sebagai dakon atau dhakon, sedangkan di sejumlah daerah Sumatra dan Sulawesi terdapat nama-nama lokal yang berbeda. Di luar Indonesia, permainan sekeluarga juga dikenal dengan nama sungka di Filipina, congkak di Malaysia, serta oware dan bao di beberapa wilayah Afrika. Masing-masing memiliki aturan, jumlah lubang, strategi, dan fungsi budaya yang dapat berbeda. Karena itu, congklak sebaiknya dipahami sebagai salah satu permainan dalam rumpun mancala, bukan sebagai permainan yang memiliki aturan identik dengan semua permainan mancala di dunia.

Di balik bentuknya yang sederhana, congklak juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat dan tradisi setempat. Istilah lumbung untuk menyebut dua lubang besar pada papan dapat dikaitkan dengan konsep tempat penyimpanan hasil panen dalam kehidupan agraris. Namun, hubungan simbolis tersebut tidak berarti bahwa seluruh aturan atau bentuk congklak secara langsung berasal dari kegiatan pertanian. Begitu pula dengan berbagai fungsi ritual dan kepercayaan yang pernah melekat pada permainan sejenis di sejumlah daerah, yang merupakan bagian dari tradisi lokal dan tidak dapat digeneralisasi sebagai fungsi congklak di seluruh Nusantara.

Selain sebagai permainan rekreasi, congklak dapat menjadi media untuk mengenalkan berhitung, pengambilan keputusan, dan strategi sederhana kepada anak. Aktivitas mengambil dan memindahkan biji satu per satu juga melibatkan koordinasi tangan dan mata, sementara aturan bergiliran memberikan kesempatan untuk belajar menunggu, mengikuti aturan, dan berinteraksi dengan pemain lain. Sejumlah penelitian mengenai permainan mancala dan permainan tradisional menunjukkan potensinya sebagai sarana pembelajaran matematika dan pengembangan keterampilan kognitif. Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipandang sebagai potensi pembelajaran, bukan sebagai jaminan bahwa bermain congklak otomatis meningkatkan kemampuan tertentu pada setiap anak.

Daya tarik congklak membuat permainan ini tetap relevan sebagai bagian dari warisan permainan tradisional Indonesia. Mengajak anak dan keluarga bermain congklak dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan kembali permainan tradisional sekaligus menciptakan kesempatan berinteraksi tanpa bergantung pada perangkat digital. Melestarikan congklak bukan hanya mempertahankan papan dan bijinya, tetapi juga menjaga pengetahuan tentang cara bermain, istilah lokal, serta cerita dan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Congklak

Berapa jumlah biji yang dibutuhkan untuk bermain congklak?

Papan congklak standar memiliki 16 lubang, terdiri atas 14 lubang kecil dan 2 lumbung besar. Setiap lubang kecil diisi tujuh biji, sehingga total diperlukan 98 biji, sementara kedua lumbung dibiarkan kosong pada awal permainan.

Congklak berasal dari mana?

Congklak merupakan salah satu permainan dalam rumpun mancala, yaitu kelompok permainan yang menggunakan lubang-lubang untuk memindahkan dan mengumpulkan biji. Permainan dalam rumpun ini telah dikenal sejak masa lampau di berbagai wilayah Afrika dan Asia, tetapi asal-usul pasti mancala masih menjadi perdebatan. Di Nusantara, congklak berkembang dalam berbagai bentuk dan nama lokal, seperti dakon atau dhakon di Jawa serta sejumlah nama lain di berbagai daerah.

Berapa orang yang dibutuhkan untuk memainkan congklak?

Congklak umumnya dimainkan oleh dua orang yang duduk berhadapan. Masing-masing pemain menguasai tujuh lubang kecil dan satu lumbung besar di sisinya. Permainan dapat disaksikan oleh orang lain, tetapi hanya dua pemain yang menjalankan biji dan menentukan jalannya permainan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6