Liputan6.com, Jakarta - Sebagai generasi termuda di dunia kerja saat ini, Gen Z dikenal memiliki ekspektasi yang cukup tinggi terhadap lingkungan kerja. Mereka menginginkan pekerjaan yang lebih fleksibel, minim tekanan, dan mampu memberikan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan karier.
Pandangan tersebut membuat sebagian orang mengira berbagai batasan atau workplace boundaries yang kini banyak dibicarakan lahir berkat tuntutan Gen Z. Padahal, jika melihat sejarahnya, banyak perubahan itu sudah lebih dulu diperjuangkan oleh Baby Boomer, Gen X, dan Milenial. Gen Z lebih tepat disebut sebagai generasi yang melanjutkan perjuangan tersebut.
Berikut beberpa batasan di tempat kerja yang sebenarnya bukan hal baru, meski sering dikaitkan dengan Gen Z.
Advertisement
1. Menolak Pekerjaan yang Bukan Tanggung Jawabnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3245696/original/046788000_1600769901-pexels-andrea-piacquadio-3790797.jpg)
Karyawan yang dikenal rajin sering kali justru mendapat tambahan pekerjaan di luar deskripsi tugas mereka.
Gen Z banyak yang berani mengatakan bahwa hal tersebut tidak adil. Meski demikian, mereka bukan generasi pertama yang melakukannya.
Seiring waktu, para pekerja dari berbagai generasi semakin berani menolak tugas yang tidak sesuai dengan tanggung jawab mereka demi mendapatkan perlakuan yang lebih adil.
2. Tidak Selalu Bisa Dihubungi di Luar Jam Kerja
Di era ponsel pintar, banyak orang merasa harus selalu siap membalas pesan dari atasan kapan pun dibutuhkan. Karena itu, Gen Z cukup vokal dalam menegaskan bahwa mereka berhak tidak membalas pesan pekerjaan di luar jam kerja.
Namun, batasan seperti ini sebenarnya sudah diperjuangkan jauh sebelum Gen Z memasuki dunia kerja.
Dulu, karyawan juga berusaha membatasi panggilan telepon atau email setelah jam kantor. Bedanya, saat ini teknologi membuat semua orang selalu terhubung sehingga menjaga batas tersebut terasa jauh lebih sulit.
Advertisement
3. Memiliki Jam Kerja yang Lebih Fleksibel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3377943/original/017038600_1613454788-photo-1543269664-76bc3997d9ea.jpg)
Banyak orang menganggap fleksibilitas kerja baru muncul setelah sistem kerja jarak jauh atau hybrid menjadi populer.
Padahal, para pekerja sudah memperjuangkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sejak dekade 1970-an.
Bahkan sebelum internet berkembang, banyak karyawan meminta jam kerja yang lebih manusiawi agar memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga. Bentuk fleksibilitas memang berubah mengikuti zaman, tetapi gagasannya sudah ada sejak lama.
4. Tidak Bekerja Sampai Mengalami Burnout
Gen Z memang sangat menyoroti budaya kerja yang beracun dan risiko burnout.
Namun, Milenial juga menjadi generasi yang banyak mengalami kelelahan akibat harus menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab keluarga serta tekanan ekonomi.
Pengalaman tersebut membuat banyak Milenial mulai menyadari bahwa mengorbankan seluruh hidup demi pekerjaan bukanlah pilihan yang sehat. Kini, Gen Z meneruskan cara pandang tersebut dengan lebih tegas.
5. Menolak Lembur Tanpa Bayaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4563062/original/057086900_1693832087-icons8-team-CrW-TbykPBQ-unsplash.jpg)
Aturan mengenai lembur memang sudah lama ada. Di Amerika Serikat, standar jam kerja 40 jam per minggu telah ditetapkan sejak 1938 melalui Fair Labor Standards Act.
Meski begitu, dalam praktiknya masih banyak pekerja yang didorong untuk bekerja melebihi jam kerja tanpa mendapatkan kompensasi yang layak.
Gen Z mempertanyakan praktik tersebut, tetapi isu ini sebenarnya telah menjadi perdebatan selama puluhan tahun dan diperjuangkan oleh berbagai generasi sebelumnya.
6. Menggunakan Seluruh Hak Cuti Tahunan
Tidak sedikit karyawan yang masih merasa bersalah ketika mengambil seluruh hak cutinya karena khawatir dianggap kurang berdedikasi.
Padahal, konsep cuti berbayar bukanlah hal baru. Gagasan mengenai cuti berbayar bagi pekerja di Amerika Serikat bahkan sudah muncul sejak awal abad ke-20 dan kemudian mulai diadopsi oleh banyak perusahaan sebagai bagian dari tunjangan karyawan.
Karena itu, anggapan bahwa Gen Z memulai budaya memanfaatkan seluruh hak cuti sebenarnya kurang tepat. Mereka hanya melanjutkan upaya untuk menghilangkan stigma terhadap penggunaan cuti.
Advertisement
7. Tidak Menjadikan Pekerjaan sebagai Identitas Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4935775/original/018605200_1725380179-pexels-cottonbro-6532342.jpg)
Banyak orang masih mengukur jati dirinya dari jabatan atau pekerjaannya.
Padahal, gagasan bahwa seseorang tidak seharusnya mendefinisikan diri hanya melalui pekerjaan sudah lama menjadi bagian dari perjuangan menciptakan work-life balance.
Gen Z memang lebih sering membicarakannya, tetapi konsep tersebut telah berkembang sejak generasi sebelumnya mulai mempertanyakan budaya kerja yang terlalu mendominasi kehidupan pribadi.
Â
8. Mengambil Cuti untuk Menjaga Kesehatan Mental
Dulu, membahas kesehatan mental masih dianggap tabu sehingga banyak pekerja memilih memendam masalah yang mereka alami.
Perubahan mulai terlihat ketika Milenial lebih terbuka membicarakan kesehatan mental dan tidak ragu mengambil cuti ketika merasa tidak mampu bekerja secara optimal.
Meskipun istilah mental health day belum populer saat itu, langkah tersebut membuka jalan bagi Gen Z yang kini lebih nyaman menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas.
9. Tidak Lagi Menganggap Loyalitas kepada Satu Perusahaan Sebagai Kewajiban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5206271/original/062032600_1746161506-Bekerja_bersama_rekan_kerja.jpg)
Pada masa lalu, hubungan antara perusahaan dan karyawan sering diibaratkan seperti keluarga. Banyak orang menghabiskan seluruh kariernya di satu perusahaan karena merasa dihargai dan memiliki ikatan yang kuat.
Namun, pandangan tersebut mulai berubah sejak dekade 1970-an dan 1980-an. Hubungan kerja menjadi lebih profesional, sementara pekerja mulai menyadari bahwa loyalitas tidak selalu dibalas dengan perlakuan yang setara.
Karena itu, ketika Gen Z memilih berpindah perusahaan demi kesempatan yang lebih baik, mereka sebenarnya bukan menciptakan budaya baru. Mereka hanya meneruskan perubahan yang sudah dimulai oleh Baby Boomer, Gen X, dan Milenial beberapa dekade sebelumnya.
Â
10. Berpindah Perusahaan demi Kesempatan yang Lebih Baik
Pindah kerja atau job hopping sering dikaitkan dengan Gen Z.
Padahal, praktik tersebut sudah terjadi sejak dunia kerja modern berkembang. Banyak pekerja dari generasi sebelumnya juga berpindah perusahaan demi memperoleh gaji yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih baik, atau peluang karier yang lebih besar.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa kondisi ekonomi sering menjadi alasan utama seseorang berganti pekerjaan, bukan semata-mata karena faktor usia atau generasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3459186/original/027332200_1621386353-brooke-cagle-g1Kr4Ozfoac-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235847/original/008548600_1748436881-horny-short-haired-lady-glasses-with-red-lipstick-is-emotionally-exulting-while-sitting-working-place-with-laptop-croissant.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315930/original/092391700_1785904450-Screenshot_2026-08-05_112755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6097917/original/015948300_1778984183-memuat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316412/original/047092600_1785926699-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562440/original/009422100_1776829501-Vacuum_Cleaner.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316396/original/039940800_1785925328-c9ee8081-21f0-4eb9-bf2a-c872f00f5a33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316313/original/095012900_1785921528-b30dbe10-a032-4335-bc53-3a814b11602f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3966868/original/027591300_1647571642-pexels-mentatdgt-2559055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381674/original/021195100_1760514657-pexels-cottonbro-4659794.jpg)