Liputan6.com, Jakarta Mahkota duri menjadi salah satu tanaman hias yang mencuri perhatian berkat tampilan uniknya. Batangnya dipenuhi duri tajam, tetapi kelopak berwarnanya justru terlihat lembut dan meriah hampir sepanjang tahun.
Secara ilmiah, tanaman ini dikenal sebagai Euphorbia milii dan berasal dari Pulau Madagaskar. Mengutip Britannica, tumbuhan berduri dari famili Euphorbiaceae ini populer sebagai tanaman rumahan sekaligus perdu taman di daerah beriklim hangat.
Meski berpenampilan garang, si cantik berduri ini tergolong mudah dirawat dan konon menyimpan beragam manfaat. Itulah sebabnya mahkota duri terus diburu para pehobi, baik untuk hiasan ruangan maupun koleksi taman.
Advertisement
Apa Itu Mahkota Duri?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2945851/original/047412000_1571720618-euphorbia-238648_1920.jpg)
Secara sederhana, mahkota duri adalah sebutan populer di Indonesia untuk Euphorbia milii, yakni tanaman sukulen berbunga yang di dunia internasional lebih dikenal sebagai crown of thorns. Tanaman ini tumbuh sebagai perdu berkayu dengan batang yang dipenuhi duri dan tetap hijau di iklim tropis.
Nama ilmiah milii diambil dari Baron Milius, mantan gubernur Pulau Bourbon. Sebagaimana disampaikan Divisi Extension University of Wisconsin-Madison, ia adalah orang yang memperkenalkan spesies ini ke Prancis pada 1821, sedangkan nama umumnya merujuk pada legenda mahkota duri yang dikenakan Yesus saat penyaliban. Bagi Anda yang menyukai koleksi berwarna, ada banyak pilihan tanaman hias berbunga untuk teras rumah yang bisa disandingkan dengannya.
Satu hal yang menarik, bagian berwarna cerah pada bunga mahkota duri sebenarnya bukan mahkota bunga sejati. Dilansir dari Gardenia, bagian mencolok itu adalah braktea atau daun pelindung yang mengelilingi bunga mungil berbentuk cangkir bernama cyathia, ciri khas keluarga Euphorbia. Karena sifatnya yang irit air, tanaman ini cocok masuk daftar tanaman hias yang tidak butuh banyak air.
Advertisement
Ciri-Ciri dan Karakteristik Mahkota Duri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314862/original/052630900_1785811270-Euphorbia_Milii.jpeg)
Mengenali ciri fisik mahkota duri penting agar Anda tidak keliru saat membeli atau merawatnya. Sebagaimana dilaporkan Planet Natural, tanaman sukulen ini bisa berbunga hampir sepanjang tahun, dengan duri di antara daun hijau tebal pada batang muda serta braktea mencolok berwarna merah, oranye, merah muda, kuning, atau putih yang mengelilingi bunga aslinya yang kecil. Berikut karakteristik utamanya.
- Batang berduri tajam. Batangnya tebal, bersudut, dan berwarna keabu-abuan dengan duri hitam tajam yang panjangnya bisa mencapai sekitar 1,3 cm, sehingga wajib berhati-hati saat memegangnya.
- Daun tumbuh di ujung batang. Daun hijaunya muncul terutama pada pertumbuhan batang baru dan rontok dari batang yang lebih tua, sehingga daun umumnya hanya ditemukan di bagian termuda tanaman.
- Braktea warna-warni. Bagian yang selama ini dikira "bunga" adalah braktea berwarna cerah yang bisa bertahan berbulan-bulan, jauh lebih awet dibanding bunga sejatinya yang mungil.
- Ukuran bervariasi. Meski tumbuh lambat, tanaman ini bisa mencapai tinggi sekitar 1,8 meter bila ditanam di luar ruangan, sementara di dalam ruangan biasanya hanya sekitar 60 cm.
- Bergetah lateks putih. Seperti kerabat Euphorbia lainnya, seluruh bagiannya menyimpan getah susu berwarna putih yang menjadi penanda khas sekaligus perlu diwaspadai.
- Tahan kering. Sebagai sukulen sejati, ia mampu menyimpan cadangan air di batang sehingga tangguh menghadapi cuaca panas, mirip karakter tanaman hias yang tahan panas matahari lainnya.
Karena tergolong sukulen, perawatannya pun mirip kelompok tanaman berdaging air. Anda bisa menyimak prinsip serupa pada panduan cara merawat sukulen agar awet dan tidak busuk, maupun tips khusus untuk merawat sukulen di dalam ruangan.
Manfaat Mahkota Duri untuk Kesehatan dan Hunian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314863/original/084429400_1785811270-Euphorbia_Milii_1.jpeg)
Di balik penampilannya yang berduri, mahkota duri ternyata lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara. Mengacu pada riset dalam jurnal Frontiers in Plant Science, genus Euphorbia mencakup sekitar 2.000 spesies yang mengandung getah beracun, dan banyak di antaranya dipakai dalam pengobatan tradisional untuk luka, kutil pada kulit, hingga sejumlah penyakit saraf. Berikut sejumlah manfaat dan potensinya.
- Kaya senyawa bioaktif. Lateks dan ekstrak daunnya mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan senyawa fenolik yang mendukung potensi antioksidan, antiradang, hingga antikanker.
- Tradisi menyembuhkan luka dan kutil. Merujuk penelitian yang terbit di ScienceDirect, Euphorbia milii yang dijuluki "Christ thorn" atau "Christ plant" termasuk tanaman obat penting dalam pengobatan rakyat untuk mengatasi kutil, kanker, dan hepatitis.
- Potensi antiradang dan antimikroba. Sejumlah studi menyebut senyawa tertentu pada tanaman ini memiliki sifat antiradang, serta ekstraknya berpotensi melawan bakteri dan jamur tertentu.
- Sumber enzim protease. Getahnya diketahui mengandung protease seperti eumiliin dan miliin yang dipelajari untuk kebutuhan industri pengolahan makanan maupun riset ilmiah.
- Membantu mengendalikan siput pembawa penyakit. Sebagaimana dikutip dari The Spruce, potensi getah beracun crown of thorns tengah diteliti karena kemampuannya membunuh siput pembawa penyakit, khususnya penular schistosomiasis.
- Mempercantik sekaligus tahan banting. Sebagai penghias, ia rajin berbunga dengan perawatan minim, cocok untuk hunian modern maupun daftar tanaman obat yang bermanfaat untuk kesehatan di rumah.
Penting dicatat, sebagian besar manfaat itu masih berada pada tahap penelitian laboratorium atau warisan tradisi, sementara getahnya bersifat iritan. Karena itu, jangan menggunakannya sebagai obat tanpa anjuran ahli. Untuk luka ringan sehari-hari, jauh lebih aman menempuh cara mengobati luka bakar dengan bahan alami atau memanfaatkan obat luka alami yang mudah ditemukan. Beberapa tanaman lain pun terbukti membantu, misalnya manfaat daun binahong untuk kesehatan kulit, khasiat daun binahong untuk mengobati luka, serta deretan tanaman yang bermanfaat menyembuhkan luka dan mencegah infeksi.
Advertisement
Cara Merawat Mahkota Duri agar Rajin Berbunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314864/original/012856700_1785811271-Euphorbia_Milii_2.jpeg)
Kabar baiknya, merawat bunga air mata ibu tidak menyita banyak waktu asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Melinda Myers, pakar hortikultura, dikutip dari Birds and Blooms menyatakan, "Anda kini pemilik crown of thorns (Euphorbia milii). Tanaman ini menyukai cahaya terang dan media tanam berdrainase baik. Ia toleran terhadap kelembapan rendah sehingga cocok ditanam di dalam ruangan."
- Pencahayaan melimpah. Tanaman ini menyukai matahari penuh dan akan merana di tempat teduh; beberapa jam sinar matahari setiap hari akan menghasilkan tanaman sehat dengan banyak bunga.
- Penyiraman secukupnya. Siram hanya ketika media benar-benar kering, karena sebagai sukulen tahan kekeringan, penyiraman berlebih adalah penyebab utama busuk akar.
- Media tanam porous. Gunakan campuran media untuk kaktus atau sukulen yang berdrainase baik, misalnya paduan tanah, pasir, dan perlit atau pumice, agar air tidak menggenang.
- Suhu hangat. Tanaman ini menyukai kisaran suhu 18-24 derajat Celsius dan tidak menuntut kelembapan khusus, sehingga nyaman ditaruh di dalam rumah.
- Pemupukan berkala. Pemberian pupuk dari musim semi hingga gugur (musim tumbuh) akan mendorong pembungaan yang lebih lebat.
- Pangkas dan perbanyak dengan aman. Buang batang yang rusak sambil mengenakan sarung tangan, dan perbanyakan mudah dilakukan lewat stek pucuk setelah getahnya mengering.
Prinsip perawatannya sejalan dengan sukulen dan kaktus pada umumnya. Anda bisa memperdalam ilmunya lewat panduan cara merawat kaktus, kumpulan tips merawat kaktus di rumah ala pebisnis tanaman hias, serta cara merawat sukulen untuk pemula. Jika baru memulai, tips merawat tanaman untuk pemula juga layak disimak. Tanaman ini pun cantik dijadikan bagian dari ide taman kering dengan kaktus dan sukulen, atau dipajang di teras bersama tanaman teras outdoor anti layu di terik matahari.
Bahaya Getah Mahkota Duri dan Cara Aman Menanganinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314865/original/043434300_1785811271-Euphorbia_Milii_3.jpeg)
Di balik pesonanya, mahkota duri menyimpan risiko yang tidak boleh disepelekan. Sebagaimana diungkapkan Queensland Poisons Information Centre, getahnya dilaporkan bersifat korosif terhadap kulit dan mata sehingga dapat menimbulkan lepuh serta kebutaan sementara, dan durinya yang kokoh bisa melukai secara mekanis.
Risiko ini terjadi karena kandungan getahnya yang menyebar ke seluruh bagian tanaman. Berdasarkan keterangan NC State Extension, getah lateks putih pada semua bagian tanaman dapat memicu dermatitis kontak ringan hingga berat, merusak kornea bila mengenai mata, dan menimbulkan lepuh pada bibir serta mulut jika tertelan.
Bahaya serupa juga mengintai hewan kesayangan di rumah. Sebagaimana dilaporkan Pet Poison Helpline, tertelannya tanaman ini menyebabkan iritasi ringan pada mulut dan saluran cerna berupa air liur berlebih, kehilangan nafsu makan, muntah, dan/atau diare, sedangkan kontak kulit atau mata dengan getahnya dapat memicu iritasi.
Karena itu, kenakan sarung tangan setiap kali memangkas atau memindahkannya, cuci tangan setelahnya, dan bila getah mengenai mata segera bilas dengan air mengalir selama sekitar 15 menit lalu cari bantuan medis. Letakkan pot di tempat yang tinggi, jauh dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan, agar keindahan bunga air mata ibu tetap bisa dinikmati tanpa membahayakan. Untuk mempercantik area luar tanpa kekhawatiran, Anda juga bisa memilih dari beragam tanaman hias outdoor tahan panas lainnya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mahkota Duri
Apakah mahkota duri beracun?
Ya, seluruh bagian tanaman mengandung getah lateks putih yang bersifat iritan pada kulit dan mata serta beracun bila tertelan, baik bagi manusia maupun hewan peliharaan. Sebaiknya gunakan sarung tangan saat menanganinya dan jauhkan dari jangkauan anak-anak serta hewan agar tidak terjadi kontak yang tidak diinginkan.
Apa manfaat mahkota duri?
Selain mempercantik ruangan, tanaman ini secara tradisional dimanfaatkan untuk pengobatan luka dan kutil, sementara riset laboratorium menyoroti kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi antioksidan, antiradang, dan antimikroba. Namun, khasiat tersebut masih pada tahap penelitian dan getahnya berisiko, sehingga tidak boleh digunakan sembarangan tanpa pengawasan ahli.
Bagaimana cara merawat mahkota duri agar rajin berbunga?
Kuncinya adalah cahaya matahari yang melimpah, media tanam berdrainase baik, dan penyiraman secukupnya saat media benar-benar kering. Hindari penyiraman berlebih yang memicu busuk akar, lalu berikan pupuk ringan pada musim tumbuh agar braktea warna-warninya makin rajin bermunculan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4562108/original/018876600_1693790769-cek_fakta_gizi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311041/original/021668200_1785387034-SsifRpFJEMWpBECLyOqB8YYO2u5q1xSDbOroAA0J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315010/original/057606900_1785822659-18072794929439916732.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314858/original/021414700_1785810731-ac7ada59-546b-4468-bd21-183503bbc4e9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309233/original/030878200_1785221442-qIkLwPbjIk7VPxw7OzFMRoLrnqMQTgboerP9MXWU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531867/original/082499500_1773635447-cropped-21af37d2-4c43-4620-8368-31c942c2b12a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314843/original/002184700_1785808245-Memilih_Melon_yang_Matang_dan_Manis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314827/original/029215700_1785807694-fcd04097-5275-428d-8019-faa7aa305cd5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309365/original/028939600_1785225641-85fe5CoPkb7XeiN7PcGJSrLW2KsyrhWe9NkSUe4q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4681527/original/029738600_1702271706-pexels-sam-lion-6001192.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314675/original/050077800_1785758688-Gemini_Generated_Image_wfc8jewfc8jewfc8.jpg)