Khasiat Tak Terduga Daun Binahong untuk Obati Luka Luar-Dalam, Ini Cara Pakainya

Daun binahong mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin yang terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam secara alami.

Diterbitkan 26 Juli 2025, 11:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tanaman binahong (Anredera cordifolia) mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, namun khasiatnya luar biasa, khususnya dalam mempercepat penyembuhan luka, baik luar maupun dalam. Daunnya yang berbentuk hati dan merambat ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia Timur dan kini mulai mendapat perhatian dalam dunia medis modern.

Binahong dikenal karena kandungan saponin, flavonoid, asam askorbat, dan tanin yang bekerja sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta antioksidan. Manfaatnya terbukti efektif untuk mempercepat penyembuhan luka operasi, luka bakar ringan, wasir berdarah, hingga pemulihan pasca melahirkan atau menstruasi. Lantas bagaimana cara menggunakan daun binahong secara tepat agar khasiatnya maksimal? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kandungan Aktif Daun Binahong yang Menyembuhkan

Daun binahong mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk saponin yang membantu stimulasi produksi kolagen, penting untuk regenerasi jaringan kulit. Selain itu, flavonoid dalam daun ini bersifat antioksidan yang membantu menekan peradangan.

Senyawa tanin dalam binahong memiliki sifat astringen, yang membantu menghentikan perdarahan dan mempercepat pengeringan luka. Sedangkan vitamin C (asam askorbat) berperan dalam memperkuat jaringan ikat dan daya tahan tubuh secara umum.

Penelitian dari Jurnal Fitofarmaka Indonesia (2017) menyatakan bahwa ekstrak daun binahong secara topikal dapat mempercepat proses penutupan luka hingga 40% lebih cepat dibanding kontrol.

Manfaat Daun Binahong untuk Luka Luar: Luka Bakar, Lecet dan Sayat

Daun binahong secara tradisional banyak digunakan untuk mengobati luka bakar ringan, luka iris, dan borok. Efek antiinflamasinya membantu meredakan bengkak dan kemerahan, sementara sifat antibakterinya mencegah infeksi sekunder.

Dalam uji in vivo pada hewan coba, luka yang diolesi ekstrak binahong mengalami penyusutan diameter luka yang signifikan dalam 3–5 hari. Ini menunjukkan kemampuannya dalam meningkatkan produksi fibroblas dan kolagen.

Untuk penggunaan luar, cukup tumbuk 3–5 lembar daun segar, lalu oleskan langsung ke area luka bersih, atau masukkan ke dalam salep herbal. Ulangi 2–3 kali sehari sampai luka mengering sempurna.

Khasiat untuk Luka Dalam: Lambung Luka, Wasir, hingga Rahim

Tak hanya untuk luka luar, binahong juga berkhasiat mengatasi luka dalam seperti iritasi lambung, perdarahan wasir, hingga mempercepat pemulihan luka rahim pasca-melahirkan. Kandungan antioksidan dan saponinnya membantu mempercepat penyembuhan mukosa atau jaringan lunak di dalam tubuh.

Dalam Jurnal Trad-Med Surabaya (2020), disebutkan bahwa konsumsi air rebusan daun binahong selama 7 hari membantu menurunkan gejala maag serta mengurangi perdarahan internal ringan akibat wasir atau menstruasi berat.

Untuk manfaat ini, daun binahong dikonsumsi dengan cara direbus: 7–10 lembar daun segar direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu diminum pagi atau malam sebelum tidur.

Cara Aman Menggunakan Daun Binahong

Meski alami, penggunaan daun binahong tetap perlu diperhatikan dosis dan durasinya. Untuk pemakaian luar, disarankan hanya digunakan pada luka ringan dan sedang, bukan luka terbuka dalam atau bernanah berat. Sementara untuk konsumsi oral, maksimal 1 gelas rebusan per hari selama 7 hari berturut-turut.

Efek samping yang mungkin muncul jika dikonsumsi berlebihan antara lain mual, perut kembung, atau diare ringan. Jika sedang mengonsumsi obat antikoagulan atau dalam kondisi medis khusus (seperti hamil), sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum konsumsi binahong.

Selalu pastikan daun dicuci bersih sebelum diolah untuk menghindari kontaminasi bakteri, terutama untuk penggunaan oral.

Kombinasi Binahong dengan Bahan Herbal Lain

Untuk meningkatkan khasiatnya, binahong bisa dikombinasikan dengan bahan herbal lain. Misalnya, untuk penyembuhan luka dalam, daun binahong bisa direbus bersama temulawak atau kunyit, yang juga bersifat antiinflamasi dan membantu detoksifikasi hati.

Sementara untuk penggunaan luar, campuran dengan minyak kelapa murni (VCO) atau madu steril dapat membantu menjaga kelembapan kulit serta mempercepat pembentukan jaringan baru.

Namun, hindari mencampurkan binahong dengan bahan keras atau kimia seperti alkohol medis jika tidak atas petunjuk medis, karena bisa menimbulkan iritasi.

Siapa yang Perlu Menghindari Daun Binahong?

Walaupun tergolong aman, beberapa orang perlu berhati-hati. Misalnya:

  • Ibu hamil trimester awal, karena binahong bersifat tonik kuat yang bisa merangsang kontraksi ringan.
  • Pasien dengan gangguan ginjal berat, karena saponin dalam binahong dapat membebani filtrasi ginjal.
  • Pengguna obat pengencer darah, karena efek astringen binahong dapat berinteraksi dengan obat tersebut.

Untuk anak-anak dan lansia, sebaiknya penggunaan daun binahong dalam bentuk oral tidak dilakukan tanpa pengawasan ahli herbal atau tenaga medis.

 

Peringatan dan Efek Samping

Meskipun daun binahong merupakan bahan alami, penggunaannya tidak sepenuhnya aman bagi semua orang. Beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi terhadap senyawa aktif dalam daun binahong. Gejala alergi dapat berupa ruam kulit, gatal-gatal, atau iritasi pada area yang dioleskan ekstrak daun binahong.

Jika muncul reaksi alergi setelah menggunakan daun binahong, segera hentikan pemakaian dan bilas kulit dengan air bersih jika reaksi muncul setelah aplikasi topikal. Untuk konsumsi internal, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang tidak diinginkan.

Penggunaan daun binahong sebaiknya tidak menggantikan pengobatan medis konvensional, terutama untuk luka yang serius atau terinfeksi. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan daun binahong sebagai pengobatan alternatif, terutama bagi ibu hamil, menyusui, atau penderita kondisi medis tertentu.

Pastikan daun binahong yang digunakan berasal dari sumber yang bersih dan bebas dari pestisida atau kontaminan lainnya. Cuci bersih daun sebelum pengolahan dan gunakan dalam kondisi segar untuk mendapatkan manfaat optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping.

FAQ

1. Apakah daun binahong benar-benar efektif menyembuhkan luka?

Ya. Daun binahong mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan vitamin C yang terbukti secara ilmiah mempercepat regenerasi jaringan kulit dan membran mukosa. Beberapa jurnal kesehatan menyebut ekstrak binahong dapat mempercepat penyembuhan luka hingga 40% lebih cepat dibanding tidak diberi perlakuan.

2. Bagaimana cara mengonsumsi daun binahong untuk luka dalam seperti maag atau wasir?

Rebus 7–10 lembar daun binahong segar dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum selagi hangat, 1 kali sehari selama 5–7 hari. Jangan konsumsi berlebihan, karena efek tonik binahong bisa berdampak pada sistem pencernaan jika digunakan tanpa jeda.

3. Apakah aman mengoleskan daun binahong langsung ke luka terbuka?

Aman untuk luka ringan dan luka tertutup seperti lecet, memar, atau sayatan kecil. Cuci bersih 3–5 lembar daun binahong, tumbuk halus, lalu tempelkan ke luka bersih. Namun hindari penggunaan langsung pada luka dalam, bernanah berat, atau luka infeksi parah tanpa arahan medis.

4. Siapa saja yang tidak disarankan mengonsumsi daun binahong?

Orang dengan gangguan ginjal, ibu hamil muda, serta pengguna obat pengencer darah perlu berhati-hati. Binahong bisa memengaruhi kontraksi rahim, meningkatkan tekanan darah, atau mempengaruhi filtrasi ginjal jika dikonsumsi berlebihan. Konsultasi dengan dokter atau herbalis sangat disarankan.