Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan berapa lama pakai masker mata biasanya muncul saat pertama kali mencoba produk ini. Jawaban singkatnya, mayoritas masker mata cukup ditempel 10 sampai 20 menit.
Namun berapa lama pakai masker mata sebenarnya bergantung pada jenis dan bahannya. Untuk kulit sensitif, mulai dari 5 sampai 10 menit terlebih dahulu jauh lebih aman.
Membiarkan masker menempel melebihi waktu yang dianjurkan tidak menambah manfaat; justru serum bisa mengering dan menarik kembali kelembapan dari kulit. Memahami durasi ini menjadi kunci agar cara pakai masker mata yang efektif benar-benar membuahkan hasil.
Advertisement
Berapa Lama Pakai Masker Mata Sesuai Jenisnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5239475/original/060934300_1748841574-pexels-yankrukov-7011141.jpg)
Menentukan berapa lama pakai masker mata paling tepat dimulai dari mengenali jenis produk yang dipegang. Setiap bahan menyimpan serum dalam jumlah berbeda, sehingga waktu serapnya pun tidak sama.
Dermatologis bersertifikat Rhonda Klein, dikutip dari Forbes, menjelaskan, "Under-eye patch bekerja sebagai masker oklusif jangka pendek yang mendorong bahan aktif masuk ke kulit halus di bawah mata."
Efek oklusif inilah yang membuat masker mata bekerja lebih cepat dibanding krim biasa. Kandungan seperti hyaluronic acid, niacinamide, hingga kafein turut menentukan seberapa cepat serum meresap.
Dermatologis bersertifikat Marisa Garshick, dikutip dari AOL, menyatakan, "Under-eye patch dapat memperbaiki tampilan kulit bawah mata dengan mengurangi bengkak serta membuatnya tampak lebih terhidrasi dan segar."
-
Masker hidrogel: jenis paling umum, terasa dingin, dan menyimpan banyak serum. Tempelkan 10 sampai 20 menit untuk hasil optimal.
-
Masker lembaran tipis atau kain: karena menahan lebih sedikit serum, cukup 10 sampai 15 menit agar bahan aktifnya terserap.
-
Patch silikon yang bisa dipakai ulang: digunakan bersama serum mata sendiri, biasanya 10 sampai 15 menit atau sesuai anjuran, lalu bisa dibilas dan dipakai kembali.
-
Masker berlabel overnight dan microneedle: diformulasikan khusus untuk kontak lama, sehingga boleh dibiarkan semalaman mengikuti petunjuk kemasan.
-
Kulit sensitif: mulai 5 sampai 10 menit pada sesi pertama, lalu tambah bertahap bila tidak muncul kemerahan atau perih.
Mengacu pada Charlotte Tilbury, sekali pemakaian selama 10 menit sudah bisa membuat area mata tampak lebih segar, sementara pemakaian rutin selama 30 hari membantu menyamarkan garis halus, lingkaran hitam, dan kantong mata. Ini menegaskan bahwa masker mata memberi efek instan sekaligus manfaat jangka panjang bila dipakai teratur, mirip prinsip durasi masker wajah yang umumnya berkisar 10 hingga 30 menit.
Ada pula jenis masker mata hangat yang fungsinya berbeda, yaitu meredakan mata kering dan lelah, bukan sekadar merawat kulit.
Dokter mata Ashley Brissette, dikutip dari Today, menerangkan, "Panas dari masker membantu melelehkan minyak dari kelenjar meibom di kelopak mata yang menjaga mata tetap terlumasi dan nyaman."
Cara Memakai Masker Mata agar Durasinya Maksimal
Setelah tahu berapa lama pakai masker mata, langkah pemakaian menentukan apakah durasi itu benar-benar berbuah hasil. Persiapan kulit yang keliru membuat serum sebagus apa pun sulit menyerap.
-
Bersihkan wajah lebih dulu: cuci muka dan angkat sisa makeup agar bahan aktif tidak tercampur kotoran, karena kulit bersih menyerap serum jauh lebih baik.
-
Sapukan toner atau pelembap ringan: langkah ini menyeimbangkan pH sekaligus membantu serum meresap lebih merata ke area bawah mata.
-
Tempelkan tepat di bawah mata: pasang dari sudut dalam dekat hidung, ratakan ke arah luar mengikuti lengkung kantong mata, dan pastikan tidak ada udara terjebak. Jaga jarak dari garis bulu mata agar serum tidak masuk ke mata.
-
Pasang pengatur waktu: diamkan 10 sampai 20 menit sesuai jenisnya dan jangan berlebihan, sebab tambahan waktu jarang menambah manfaat.
-
Lepas perlahan lalu tepuk sisa serum: angkat masker pelan-pelan, kemudian tepuk lembut sisa essence dengan ujung jari tanpa perlu dibilas.
-
Kunci dengan krim mata dan pelembap: tutup rangkaian dengan krim mata atau pelembap, dan tambahkan sunscreen bila dipakai pada pagi hari.
Aturan umum dalam merawat kulit adalah melapisi produk dari tekstur paling ringan ke paling berat. Karena itu, memahami urutan pemakaian skincare membantu Anda menempatkan masker mata setelah toner tetapi sebelum pelembap tebal. Awali selalu dengan wajah yang bersih seperti pada langkah basic skincare paling dasar.
Banyak orang masih bingung mengenai kapan masker digunakan dalam rutinitas. Sebagai gambaran, panduan maskeran atau skincare dulu menempatkan perawatan mata sebagai langkah spesifik, dan aplikasi krim mata yang lembut tetap dianjurkan setelah masker dilepas untuk mengunci kelembapan. Anda juga bisa melengkapinya dengan eye cream pada rutinitas malam.
Advertisement
Seberapa Sering dan Kapan Waktu Terbaik Memakai Masker Mata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3467375/original/017666000_1622189295-lady-white-towel-her-head-is-posing-with-black-patches-eye-girl-with-red-lipstick-loves-morning-spa-treatments_197531-13965.jpg)
Selain berapa lama pakai masker mata, frekuensi dan waktu pemakaian ikut menentukan hasil jangka panjang. Kulit bawah mata yang tipis membutuhkan jeda untuk pulih di antara sesi.
Merujuk panduan Skyn Iceland, kulit bawah mata yang lebih tipis dan reaktif membuat pemakaian 2 sampai 3 kali seminggu lebih dianjurkan daripada setiap hari, sehingga kulit tetap punya waktu memperbaiki diri.
-
Perawatan rutin: 2 sampai 3 kali seminggu memberi hidrasi yang stabil tanpa membebani kulit tipis di sekitar mata.
-
Kulit sensitif: mulai 1 kali seminggu, lalu tambah perlahan sambil memantau reaksi kulit.
-
Dorongan singkat: menjelang acara penting atau setelah perjalanan jauh, boleh dipakai harian selama beberapa hari, kemudian kembali ke frekuensi normal.
-
Pagi hari: cocok untuk meredakan bengkak; simpan masker di kulkas agar efek dinginnya menenangkan kantong mata sebelum beraktivitas.
-
Malam hari: ideal untuk tujuan anti-penuaan dan hidrasi karena kulit beristirahat dan memperbaiki diri saat tidur.
Dr. DeRosa, dikutip dari The Zoe Report, menuturkan, "Malam hari adalah waktu perbaikan bagi sel kulit, dan bahan terkonsentrasi yang menembus kulit saat tidur membantu kerjanya."
Berdasarkan pengujian Good Housekeeping Institute Beauty Lab, salah satu eye gel bahkan terbukti mengurangi tampilan garis halus dan kerutan hingga 23 persen, sebuah bukti bahwa konsistensi lebih menentukan daripada durasi sekali pakai. Karena masker mata banyak dipakai untuk mengatasi kantung mata dan lingkaran hitam, hasil paling terlihat justru datang dari pemakaian yang teratur, bukan yang lama sekali duduk. Bahan seperti kafein membantu mengecilkan pembuluh darah di bawah mata, dan penting memberi jeda antar produk agar semuanya menyerap sempurna.
Kesalahan yang Membuat Durasi Masker Mata Jadi Sia-Sia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4159554/original/029638800_1663239879-pexels-yan-krukov-7011185.jpg)
Mengetahui berapa lama pakai masker mata belum cukup bila kebiasaan kecil justru menggagalkan hasilnya. Beberapa kesalahan berikut kerap tidak disadari, padahal dampaknya nyata pada kulit tipis di sekitar mata.
Penelitian independen tentang seberapa dalam kandungan seperti kolagen menembus kulit masih terbatas, sehingga masker mata lebih tepat dianggap sebagai penyegar cepat, bukan solusi permanen.
-
Membiarkan masker terlalu lama: melewati waktu anjuran membuat masker mengering dan menyedot balik kelembapan kulit, terutama pada kulit sensitif.
-
Menempel di kulit kotor atau di atas makeup: sisa minyak dan riasan menghalangi serum meresap, sekaligus membuat patch sulit menempel.
-
Lupa menepuk sisa serum: cairan yang tertinggal adalah bagian dari manfaat, jadi sebaiknya diratakan dengan lembut, bukan dibuang.
-
Menumpuk bahan aktif yang bentrok: hindari memakai patch ber-retinol bersamaan dengan krim retinol pada malam yang sama agar kulit tidak iritasi.
-
Memakai ulang patch sekali pakai: sebagian besar masker lembaran hanya untuk sekali pakai; mengulanginya menurunkan efektivitas dan berisiko kontaminasi bakteri.
-
Meregangkan kulit saat menempel: menarik area mata yang tipis dapat memicu kerutan, jadi cukup ratakan tanpa menekan berlebihan.
-
Berharap hasil permanen: efek masker bersifat sementara dan berlangsung beberapa jam hingga sehari, sehingga perlu dikombinasikan dengan perawatan harian.
Eye patch bermanfaat untuk meningkatkan hidrasi dan memberikan efek menyegarkan pada area bawah mata. Namun, produk ini tidak dapat menghilangkan lingkaran hitam secara permanen maupun menggantikan prosedur filler untuk mengatasi cekungan di bawah mata.
Untuk lingkaran hitam akibat genetik, pigmentasi, atau kehilangan volume, hasil masker memang terbatas. Bila kondisi ini sangat mengganggu, Anda bisa menelusuri pilihan cara menghilangkan kantung mata secara permanen, memahami penyebab lingkaran hitam, atau memakai bahan alami seperti kompres teh hijau sebagai pendamping.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Masker Mata
Berapa lama masker mata sebaiknya ditempel di kulit?
Sebagian besar masker mata cukup ditempel 10 sampai 20 menit sesuai petunjuk kemasan. Untuk kulit sensitif, mulailah dari 5 sampai 10 menit agar terhindar dari iritasi dan kekeringan.
Apakah masker mata boleh dipakai setiap hari?
Boleh, asalkan produknya lembut dan kulit tidak menunjukkan reaksi seperti kemerahan atau perih. Namun bagi kebanyakan orang, 2 sampai 3 kali seminggu sudah cukup untuk menjaga area mata tetap terhidrasi dan segar.
Apakah setelah pakai masker mata harus dibilas?
Tidak perlu dibilas. Cukup tepuk sisa serum dengan lembut hingga meresap, lalu lanjutkan dengan krim mata atau pelembap agar hasilnya terkunci di kulit.
Pada akhirnya, berapa lama pakai masker mata yang ideal berkisar 10 sampai 20 menit, disesuaikan dengan jenis produk dan kondisi kulit. Padukan durasi yang tepat, frekuensi 2 sampai 3 kali seminggu, serta langkah pemakaian yang benar agar area mata tampak lebih segar dan cerah. Untuk penampilan menyeluruh, lengkapi pula dengan riasan mata yang menonjol setelah kulit benar-benar siap.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311957/original/053974000_1785469440-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-31T104301.344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5388543/original/071302000_1761123104-2148976952.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311058/original/048834100_1785387071-LVNjchF75OaKRl11CgHyDdGi5nuqhov9mlrtpat1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311877/original/029413100_1785466813-ad4ede21-bfec-43bd-8f03-0acf63ef646d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311808/original/034934100_1785463472-000e0c91-9a8a-4622-b041-e02d215a9ebf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311042/original/023947600_1785387036-XGg3evje7bAS20hENo3qhF4pYoKmFOWfH4bBJJ7E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311043/original/066855600_1785387037-lZNOipe9Cvfyna5yA0yUWmCZG25n61slebzLyUbF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8979082/original/093425000_1782985282-3316174360247497918.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311779/original/024390100_1785459732-b7cf5523-cfeb-41eb-9938-b5bece3ed24c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311793/original/087643600_1785461641-pexels-malcolm-garret-3023588-13425283.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311590/original/093046700_1785409061-hlh.jpg)