Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan Hari Anak Nasional yang kreatif untuk membangun karakter anak menjadi salah satu cara terbaik untuk memaknai peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli. Momen ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa setiap anak berhak tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi sesuai usianya. Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak anak secara menyeluruh.
Menurut UNICEF dan berbagai kajian pendidikan anak usia dini, aktivitas bermain yang dirancang secara positif mampu membantu perkembangan sosial, emosional, kemampuan berkomunikasi, hingga pembentukan karakter seperti tanggung jawab, empati, kerja sama, dan rasa percaya diri. Karena itu, kegiatan Hari Anak Nasional sebaiknya tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga menghadirkan pengalaman bermakna yang dapat dikenang anak-anak. Berikut inspirasi kegiatan yang cocok diterapkan di PAUD, TK, maupun SD.
Advertisement
Sejarah dan Makna Hari Anak Nasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303814/original/021880200_1784694339-df0e433d-4e1b-4bc1-ba07-9c06627165ca.jpg)
Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984. Penetapan tanggal tersebut bertepatan dengan momentum disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang menjadi tonggak penting perhatian negara terhadap hak dan kesejahteraan anak Indonesia.
Setiap tahun, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum membangun lingkungan yang aman, ramah, sehat, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak. Sekolah, keluarga, komunitas, hingga pemerintah daerah didorong ikut menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan anak secara aktif.
Pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, Kemen PPPA juga mengenalkan enam rangkaian kegiatan utama yang mengutamakan kreativitas hingga membangun karakter anak. Rangkaian tersebut dirancang agar anak tetap aktif bergerak, mencintai budaya, memiliki rasa kebangsaan, sekaligus berani menyampaikan pendapat.
Advertisement
1. Senam Anak Indonesia HebatÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303815/original/029484600_1784694339-senam.jpg)
Senam Anak Indonesia Hebat menjadi salah satu rangkaian resmi dalam peringatan Hari Anak Nasional yang dianjurkan pemerintah. Kegiatan ini mengajak anak bergerak aktif bersama sejak awal acara sehingga suasana menjadi lebih semangat dan penuh keceriaan. Gerakan yang sederhana membuat senam dapat diikuti oleh anak-anak PAUD, TK, maupun SD.
Selain menyehatkan tubuh, senam bersama juga melatih anak mengikuti instruksi, menjaga disiplin, serta bekerja sama dengan teman-temannya. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin terbukti membantu perkembangan motorik, meningkatkan konsentrasi, sekaligus menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
2. Menyanyikan Lagu Indonesia RayaÂ
Menyanyikan lagu Indonesia Raya merupakan kegiatan sederhana yang memiliki makna besar dalam membangun karakter anak. Guru dapat mengajak peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan dengan sikap yang benar sambil menjelaskan arti penting menghormati simbol negara.
Melalui kegiatan ini, anak belajar mengenal identitas bangsa sekaligus memahami nilai persatuan dan kebersamaan. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Indonesia tanpa harus disampaikan melalui metode pembelajaran yang membosankan.
Advertisement
3. Doa BersamaÂ
Doa bersama menjadi salah satu kegiatan yang dapat menciptakan suasana hangat sebelum berbagai aktivitas Hari Anak Nasional dimulai. Sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan agama dan keyakinan masing-masing peserta didik sehingga seluruh anak tetap merasa dihargai dan dilibatkan.
Selain mengajarkan rasa syukur atas kesehatan, keluarga, dan kesempatan belajar, doa bersama juga mengingatkan anak tentang pentingnya saling menghormati perbedaan. Nilai toleransi yang dikenalkan sejak kecil akan menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Permainan TradisionalÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303816/original/036440700_1784694339-permainan_trad.jpg)
Permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, bakiak, bentengan, hingga tarik tambang menjadi pilihan yang sangat cocok untuk memeriahkan Hari Anak Nasional. Selain mudah dilakukan, permainan ini membuat anak lebih aktif bergerak dan berinteraksi langsung dengan teman-temannya.
Di balik keseruannya, permainan tradisional mengajarkan banyak nilai karakter, mulai dari kerja sama, sportivitas, kepemimpinan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Aktivitas ini juga menjadi cara menarik untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai selama berada di sekolah.
Advertisement
5. Menyanyikan Lagu Anak IndonesiaÂ
Lagu-lagu anak Indonesia masih menyimpan banyak pesan positif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru dapat mengajak anak menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil diselingi gerakan sederhana agar kegiatan terasa lebih menyenangkan.
Bernyanyi bersama membantu melatih kemampuan berbahasa, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa. Kegiatan sederhana ini juga dapat menjadi media mengenalkan kembali lagu anak yang kini mulai jarang dinyanyikan.
6. Penyampaian Suara Anak IndonesiaÂ
Salah satu rangkaian Hari Anak Nasional yang dianjurkan pemerintah adalah memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat. Anak dapat berbagi harapan mengenai sekolah, keluarga, lingkungan, maupun cita-cita yang ingin mereka raih di masa depan.
Melalui kegiatan ini, anak belajar bahwa pendapat mereka memiliki nilai dan layak didengar. Guru juga dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami kebutuhan peserta didik sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih ramah anak.
Advertisement
7. Lomba Menggambar Bertema Anak Indonesia Hebat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303817/original/043087300_1784694339-menggambar.jpg)
Menggambar merupakan aktivitas yang hampir selalu disukai anak-anak. Karena itu, lomba menggambar bertema Hari Anak Nasional dapat menjadi pilihan kegiatan yang mudah dilaksanakan, baik di dalam maupun di luar kelas.
Selain melatih kreativitas dan imajinasi, menggambar juga membantu anak mengekspresikan perasaan melalui karya visual. Guru tidak perlu terlalu menekankan aspek kompetisi, tetapi lebih mengapresiasi setiap hasil karya yang dibuat oleh peserta didik.
8. Membuat Pohon Impian Bersama Teman Sekelas
Guru dapat menyiapkan gambar pohon berukuran besar di dinding kelas, kemudian membagikan potongan kertas berbentuk daun kepada setiap anak. Pada daun tersebut, anak diminta menuliskan cita-cita, harapan, atau kebaikan yang ingin mereka lakukan di masa depan.
Setelah seluruh daun ditempelkan, pohon akan terlihat penuh dengan berbagai impian yang beragam. Aktivitas sederhana ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk bermimpi dan bahwa setiap cita-cita layak dihargai tanpa membandingkan satu sama lain.
Advertisement
9. Mengadakan Aksi Peduli Lingkungan
Hari Anak Nasional juga dapat diisi dengan kegiatan yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Guru dapat mengajak anak membersihkan halaman sekolah, memilah sampah organik dan anorganik, menyiram tanaman, atau menanam bibit pohon maupun bunga di area sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, anak belajar bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Selain membangun karakter peduli lingkungan, aktivitas ini juga melatih kerja sama, disiplin, serta kebiasaan menjaga kebersihan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
10. Berbagi Buku atau Mainan Layak Pakai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303818/original/049608700_1784694339-berbagi.jpg)
Mengajarkan sikap berbagi sejak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan donasi sederhana. Setiap anak dapat membawa satu buku cerita, alat tulis, atau mainan yang masih layak pakai untuk kemudian disalurkan kepada teman atau anak-anak yang membutuhkan melalui lembaga sosial maupun komunitas setempat.
Kegiatan ini mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya diperoleh dengan menerima, tetapi juga dengan memberi. Anak akan belajar memahami kondisi orang lain, menumbuhkan empati, serta menyadari bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Advertisement
11. Membacakan Dongeng Inspiratif yang Sarat Nilai Karakter
Sesi mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang hampir selalu menarik perhatian anak-anak. Guru atau orang tua dapat memilih cerita yang mengangkat nilai kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, persahabatan, keberanian, maupun kepedulian terhadap sesama agar pesan moral lebih mudah dipahami.
Setelah cerita selesai, ajak anak berdiskusi mengenai tokoh favorit mereka dan pelajaran yang dapat dipetik dari kisah tersebut. Cara ini membuat anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga belajar berpikir kritis dan berani mengemukakan pendapat dengan bahasa yang sederhana.
12. Pentas Seni sebagai Ajang Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Hari Anak Nasional juga menjadi kesempatan yang tepat untuk memberikan ruang bagi anak menunjukkan bakat dan minatnya. Pentas seni dapat diisi dengan penampilan menyanyi, menari, membaca puisi, bermain musik, drama pendek, hingga pertunjukan kreativitas lainnya sesuai usia peserta didik.
Kegiatan ini membantu anak membangun rasa percaya diri karena mereka diberi kesempatan tampil di depan teman, guru, dan orang tua. Lebih dari sekadar pertunjukan, pentas seni juga mengajarkan pentingnya menghargai usaha setiap peserta tanpa harus membandingkan kemampuan satu anak dengan yang lainnya.
Advertisement
13. Tantangan Satu Hari Berbuat Baik untuk Membentuk Kebiasaan Positif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303819/original/056493400_1784694339-berbuat_baik_13.jpg)
Guru dapat membuat tantangan sederhana berupa "Satu Hari Berbuat Baik". Setiap anak diminta melakukan minimal satu tindakan positif, seperti membantu teman merapikan kelas, mengucapkan terima kasih, membuang sampah pada tempatnya, atau menyapa guru dengan sopan.
Di penghujung kegiatan, anak-anak dapat berbagi pengalaman mengenai kebaikan yang telah mereka lakukan. Aktivitas ini membantu mereka memahami bahwa tindakan kecil sekalipun dapat memberikan manfaat bagi orang lain sekaligus membentuk karakter yang peduli dan bertanggung jawab.
14. Mengadakan Eksperimen Sains Sederhana agar Anak Semakin Ingin Tahu
Belajar sains tidak harus selalu dilakukan melalui buku pelajaran. Pada Hari Anak Nasional, guru dapat mengajak anak melakukan eksperimen sederhana, seperti membuat gunung meletus mini dari soda kue dan cuka, pelangi warna, atau percobaan benda yang dapat terapung dan tenggelam.
Selain menyenangkan, eksperimen sederhana mampu melatih rasa ingin tahu, kemampuan mengamati, serta keberanian mencoba hal baru. Anak juga belajar bahwa proses mencari jawaban melalui percobaan merupakan bagian penting dari kegiatan belajar yang menyenangkan.
Advertisement
15. Menulis Surat Terima Kasih kepada Orang Tua atau Guru
Menulis surat sederhana menjadi cara yang efektif untuk membantu anak mengekspresikan rasa syukur dan kasih sayang. Guru dapat mengajak peserta didik menulis beberapa kalimat berisi ucapan terima kasih kepada orang tua, guru, maupun orang yang selama ini membantu mereka.
Melalui kegiatan ini, anak belajar mengenali pentingnya menghargai orang lain dan mengungkapkan perasaan dengan cara yang positif. Selain melatih kemampuan menulis, surat tersebut juga dapat menjadi kenang-kenangan yang bermakna bagi penerimanya.
16. Membuat Pohon Sidik Jari Kebaikan untuk Menanamkan Nilai Empati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303820/original/062466800_1784694339-16.jpg)
Kegiatan ini dilakukan dengan menyiapkan gambar pohon besar di atas kertas karton atau kain. Setiap anak diminta memberikan cap sidik jari menggunakan cat warna sebagai daun pohon, kemudian menuliskan satu perbuatan baik yang ingin mereka lakukan, seperti membantu orang tua, berbagi dengan teman, atau menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah selesai, pohon tersebut dapat dipajang di kelas sebagai pengingat komitmen seluruh siswa untuk terus berbuat baik. Selain melatih kreativitas, aktivitas ini mengajarkan bahwa karakter positif dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Anak juga belajar bertanggung jawab terhadap janji yang telah mereka tuliskan dan menghargai komitmen teman-temannya.
Advertisement
Hari Anak Nasional Menjadi Momentum Membangun Karakter Sejak Dini
Peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan kreativitas, kerja sama, empati, hingga keberanian berpendapat, anak memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
Baik enam rangkaian kegiatan yang dianjurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak maupun berbagai aktivitas pendukung lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah, PAUD, TK, maupun SD. Yang terpenting, seluruh kegiatan tetap mengedepankan prinsip ramah anak sehingga setiap peserta dapat belajar, bermain, dan tumbuh dalam suasana yang aman, nyaman, serta penuh kegembiraan.
Pertanyaan Seputar Kegiatan Hari Anak NasionalÂ
1. Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal berapa? Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli setiap tahunnya.
2. Mengapa Hari Anak Nasional diperingati pada 23 Juli? Karena bertepatan dengan momentum lahirnya Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak yang kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984.
3. Apa saja enam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional menurut Kemen PPPA? Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan Indonesia Raya, doa bersama, permainan tradisional, menyanyikan lagu anak Indonesia, dan penyampaian Suara Anak Indonesia.
4. Siapa yang dapat menyelenggarakan kegiatan Hari Anak Nasional? Sekolah, keluarga, komunitas, pemerintah daerah, maupun berbagai lembaga yang peduli terhadap pemenuhan hak anak.
5. Mengapa kegiatan Hari Anak Nasional penting bagi anak? Karena dapat membantu membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kerja sama, menumbuhkan empati, serta menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303804/original/085108500_1784694092-841ccec9-7433-4265-8daa-a3c22a65f1da.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715407/original/020476000_1782803576-lucas-alexander-sJuDgtkUyYs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303696/original/060642400_1784687081-Gemini_Generated_Image_y0ul7iy0ul7iy0ul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303704/original/099432000_1784687625-hll.jpg)