Liputan6.com, Jakarta - Sering beli kopi dan minuman kekinan dengan kemasan cup plastik? Jangan buang cup plastiknya, karena itu bisa jadi kebun seledri mini yang sangat bermanfaat dan bisa menghemat pengelauaran.
Bahkan kita bisa memulai kebun selederi ini dari sisa pangkal seledri yang biasanya dibuang. Metode bonggol (regenerasi) merupakan cara termudah untuk menanam seledri di rumah, terutama bagi pemula yang ingin memanfaatkan limbah rumah tangga.
Keunggulan metode ini dibanding menggunakan biji jauh lebih praktis karena tanpa melalui proses penyemaian yang rumit, lebih cepat tumbuh dengan tunas yang muncul dalam 3 sampai 7 hari, sekaligus mampu mengubah limbah dapur menjadi tanaman yang produktif. Dengan menerapkan teknik cara menanam seledri di cup plastik bekas, Anda bisa memiliki kebun sayur mini yang hemat tempat di rumah. Jadi, simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (22/7/2026).
Advertisement
1. Persiapan Bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3601229/original/045545900_1634113912-coffeetogo-3926395_1280.jpg)
Bahan-bahan yang diperlukan untuk proyek penanaman ini semuanya adalah barang bekas atau sisa dapur yang bisa didapatkan secara gratis dan mudah. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memulainya.
Daftar bahan super sederhana yang perlu disiapkan meliputi:
- Bonggol seledri: Sisa pangkal batang dari belanja di pasar atau swalayan, pastikan masih segar dan kokoh.
- Cup plastik bekas: Cup kopi kekinian, boba, atau air mineral ukuran sedang.
- Air bersih: Digunakan untuk tahap perendaman awal.
- Tusuk gigi atau lidi: Berfungsi untuk menahan bonggol agar tidak terendam seluruhnya di dalam air.
- Media tanam: Campuran tanah subur ditambah pupuk kompos atau kandang dengan perbandingan 2:1.
- Cup atau piring kecil: Sebagai wadah penampung air sementara yang bersifat opsional.
Advertisement
2. Memotong dan Memilih Bonggol yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324424/original/063469500_1755849225-pexels-karolina-grabowska-5237904.jpg)
Ambil sisa pangkal seledri, lalu potong bagian batangnya menyisakan kurang lebih 5 cm dari pangkal akar. Pemotongan ini bertujuan untuk memicu sel-sel meristem agar aktif kembali.
Pastikan bagian bawah atau bekas potongan masih segar, tidak busuk, serta berwarna hijau atau putih bersih. Jika terdapat daun-daun yang sudah tua, potong sebagian daun tersebut agar energi tanaman terfokus sepenuhnya pada pertumbuhan akar baru.
3. Perendaman untuk Memicu Tunas & Akar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466327/original/080121000_1767842393-Gelas_Plastik_Bekas_Minuman_untuk_menanam_seledri__Gemini_AI_.jpg)
Masukkan bonggol ke dalam cup plastik bekas yang sudah diisi air setinggi kurang lebih 3 cm, cukup sampai bagian akarnya terendam. Tips agar terhindar dari kebusukan adalah dengan menggunakan 3 tusuk gigi yang ditancapkan melingkar di sisi bonggol untuk menyangganya di bibir cup, sehingga bonggol tidak menyentuh dasar cup dan hanya akarnya saja yang terendam air.
Letakkan cup di tempat yang teduh dengan cahaya matahari tidak langsung, misalnya di dekat jendela dapur. Jangan lupa untuk mengganti air setiap 2 sampai 3 hari sekali guna menjaga kebersihan dan mencegah pertumbuhan bakteri. Dalam waktu 5 hingga 7 hari, Anda akan melihat tunas hijau kecil di tengah bonggol dan serabut akar putih mulai tumbuh.
Advertisement
4. Menyiapkan Cup Plastik Bekas sebagai Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303697/original/067959600_1784687081-4.jpg)
Sambil menunggu akar tumbuh pada proses perendaman, saatnya Anda menyiapkan "rumah" permanen bagi tanaman seledri. Ambil cup plastik bekas, bersihkan permukaannya, lalu lubangi bagian bawahnya dengan paku atau pisau panas sebanyak 3 sampai 5 lubang kecil untuk sistem drainase.
Isi cup dengan campuran media tanam yang gembur berupa tanah, pupuk kandang atau kompos, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1. Siram media tanam secukupnya hingga terasa lembap, tetapi pastikan kondisinya tidak terlalu becek.
5. Memindahkan Bonggol ke Dalam Cup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303698/original/074734800_1784687081-5.jpg)
Setelah akar baru terlihat cukup panjang sekitar 2 sampai 3 cm dan tunas daun mulai bermunculan, saatnya memindahkan bonggol ke cup media tanam. Buat lubang tanam di bagian tengah media, lalu tanam bonggol seledri hingga pangkal batangnya rata dengan permukaan tanah. Pastikan Anda menimbun bagian akarnya saja tanpa menutupi titik tumbuh daun yang ada di bagian tengah.
Padatkan tanah secara perlahan di sekitar bonggol agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh. Pada tahap awal pemindahan ini, simpan cup di tempat yang teduh selama 2 hingga 3 hari agar tanaman tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan.
Advertisement
6. Perawatan Pasca-Pindah Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303699/original/081516100_1784687081-6.jpg)
Perawatan yang konsisten sangat menentukan kesuburan tanaman seledri di dalam cup plastik. Karena ukuran cup relatif kecil dan membuat tanah menjadi cepat kering, lakukan penyiraman 1 sampai 2 kali sehari pada pagi dan sore hari saat permukaan tanah mulai terasa kering, serta pastikan air tidak menggenang.
Setelah 3 hari masa adaptasi, pindahkan cup ke lokasi yang mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup selama 3 sampai 4 jam untuk memaksimalkan proses fotosintesis. Untuk mendukung nutrisinya, Anda bisa memberikan pupuk organik cair (POC) seminggu sekali.
7. Panen yang Benar Bisa Berkali-kali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303700/original/088499400_1784687081-7.jpg)
Setelah tanaman berusia 6 sampai 8 minggu atau ketika sudah memiliki beberapa helai daun yang besar, seledri sudah siap untuk dipanen. Cara panen yang benar adalah dengan tidak mencabut seluruh tanaman, melainkan cukup memotong bagian batang luar yang sudah tua dari pangkal ke atas, dan biarkan bagian tunas muda di tengah tetap tumbuh.
Dengan teknik panen seperti ini, satu bonggol seledri yang sama bisa dipanen hingga 3 sampai 4 kali berturut-turut secara rutin, sehingga jauh lebih menghemat pengeluaran dapur rumah tangga.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Seledri
Q:Â Apakah semua sisa bonggol seledri bisa ditanam lagi?
A: Hampir semua jenis bonggol seledri bisa ditanam kembali, asalkan kondisi bonggolnya masih segar, tidak layu, ataupun membusuk. Pastikan Anda memilih bonggol yang bagian tengahnya masih keras dan berwarna hijau.
Q:Â Berapa lama bonggol seledri harus direndam air sebelum ditanam di cup?
A: Bonggol sebaiknya direndam selama 5 sampai 7 hari, atau sampai terlihat tunas kecil dan serabut akar baru keluar. Jangan lupa untuk mengganti airnya secara rutin agar tidak menimbulkan bau tidak sedap.
Q:Â Kenapa bonggol saya malah busuk saat direndam?
A: Kondisi busuk biasanya disebabkan oleh volume air yang terlalu banyak hingga merendam seluruh bagian bonggol, atau karena jarang mengganti air rendaman. Pastikan hanya bagian akar saja yang terendam air dan ganti airnya maksimal setiap 3 hari sekali.
Q:Â Apakah seledri dari bonggol bisa langsung saya tanam di cup tanpa direndam dulu?
A: Hal tersebut bisa dilakukan, namun tingkat risikonya jauh lebih besar. Perendaman awal sangat dianjurkan guna memicu pertumbuhan akar secara optimal sehingga saat dipindahkan ke media tanah, tanaman bisa beradaptasi dengan lebih cepat.
Q:Â Berapa kali saya bisa memanen seledri dari satu bonggol di cup plastik?
A: Tanaman seledri umumnya dapat dipanen sebanyak 3 sampai 4 kali secara rutin apabila Anda menerapkan metode potong batang bagian luar. Setelah itu, produktivitasnya akan menurun dan Anda bisa menggantinya dengan bonggol sisa dapur yang baru.
Q: Apakah cup plastik bekas harus pakai lubang drainase?
A: Penggunaan lubang drainase hukumnya wajib. Tanpa adanya lubang, air siraman akan menggenang di dalam cup dan memicu kebusukan pada akar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303696/original/060642400_1784687081-Gemini_Generated_Image_y0ul7iy0ul7iy0ul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489582/original/096754000_1769909127-Perawatan_Harian_untuk_Pertumbuhan_Optimal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491221/original/067735700_1770088433-seledri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303704/original/099432000_1784687625-hll.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303659/original/025526200_1784685277-e72295c3-ce7e-4e46-ad7a-8e63d8fb9125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303646/original/004150400_1784683943-4046c4c4-e303-4155-bfaa-a4e53023a6f2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4562657/original/055304900_1693817145-vikram-mudaliar-iAKTUaMPaS8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303619/original/047488400_1784681384-da83680b-346a-4258-af75-7785aefce9e4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303291/original/063481600_1784625292-2151590562.webp)