9 Ikan Konsumsi yang Tahan Air Keruh, Cocok untuk Budidaya

Ikan konsumsi yang tahan air keruh memiliki adaptasi unik yang memungkinkan bertahan hidup di perairan keruh dan minim oksigen.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ikan konsumsi yang tahan air keruh menjadi pilihan tepat bagi pembudidaya yang ingin memelihara ikan di kondisi perairan yang kurang ideal. Jenis ikan ini memiliki daya adaptasi tinggi sehingga tetap mampu tumbuh meski kualitas air berubah atau kadar oksigen rendah.

Beragam ikan konsumsi yang tahan air keruh menawarkan peluang usaha menarik karena perawatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan kondisi kolam yang terlalu khusus. Beberapa jenis ikan bahkan memiliki kemampuan bertahan hidup lebih kuat dibandingkan ikan lainnya.

Pemilihan ikan konsumsi yang tahan air keruh dapat membantu pembudidaya mengurangi risiko kegagalan akibat perubahan kualitas air. Selain tangguh, ikan-ikan tersebut juga memiliki nilai jual dan permintaan pasar yang cukup tinggi.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ikan konsumsi yang tahan air keruh, Selasa (16/6/2026).

1. Ikan Lele (Clarias sp.)

Ikan lele dikenal sebagai salah satu ikan konsumsi yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi air keruh dan kadar oksigen rendah. Kemampuan ini didukung oleh organ pernapasan tambahan bernama arborescent yang membantu lele menyerap oksigen langsung dari udara. Dengan kemampuan tersebut, lele tetap mampu bertahan hidup meski berada di kolam dengan air yang kurang jernih atau berlumpur. Selain itu, lendir pada permukaan tubuhnya juga berfungsi sebagai pelindung dari infeksi bakteri serta membantu pergerakan di lingkungan berlumpur.

2. Ikan Gabus (Channa striata)

Ikan gabus termasuk jenis ikan yang sangat adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan, termasuk perairan keruh, berlumpur, dan minim oksigen. Ikan ini memiliki organ pernapasan tambahan yang membuatnya mampu mengambil oksigen langsung dari udara. Gabus biasanya hidup di perairan dangkal, tenang, dan memiliki banyak vegetasi air sebagai tempat berlindung. Saat kondisi lingkungan kurang mendukung seperti musim kemarau, ikan gabus juga mampu bertahan dengan bersembunyi di lumpur lembap.

3. Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Ikan mas memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik terhadap perubahan kondisi air, termasuk lingkungan dengan tingkat kekeruhan tinggi. Ikan ini dapat bertahan pada perubahan suhu, tingkat keasaman (pH), serta kadar oksigen yang tidak stabil. Fleksibilitas tersebut membuat ikan mas menjadi pilihan budidaya yang cukup mudah karena mampu menyesuaikan diri di berbagai jenis perairan.

4. Ikan Patin (Pangasius sp.)

Ikan patin dikenal mampu bertahan di lingkungan perairan yang kurang ideal, termasuk air keruh dan berlumpur. Meskipun lebih menyukai air yang bersih, patin tetap dapat tumbuh dengan baik selama kebutuhan pakan terpenuhi. Ikan ini juga tidak membutuhkan aliran air yang kuat karena mampu hidup di perairan tenang dengan kadar oksigen rendah. Kumis pendek pada patin membantu mendeteksi makanan, terutama ketika mencari makan di dasar kolam yang keruh.

5. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Ikan nila merupakan salah satu ikan konsumsi yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap berbagai kondisi air. Ikan ini dapat hidup di air tawar, air payau, hingga perairan dengan kondisi lingkungan yang kurang optimal. Nila mampu menghadapi perubahan suhu, pH, dan kualitas air sehingga tetap dapat berkembang meski berada di kolam dengan pengelolaan air yang sederhana.

6. Ikan Gurame (Osphronemus goramy)

Ikan gurame termasuk ikan konsumsi yang mampu bertahan di kondisi air keruh dan minim oksigen. Kemampuan tersebut didukung oleh organ labirin yang membantu mengambil oksigen langsung dari udara. Selama masih dapat mencapai permukaan air, gurame tetap mampu bertahan hidup meskipun kualitas air mengalami penurunan.

7. Ikan Betok (Anabas testudineus)

Ikan betok dikenal sebagai ikan yang sangat kuat dalam menghadapi lingkungan ekstrem, termasuk perairan keruh, kekurangan oksigen, dan perubahan suhu. Ikan ini memiliki organ labirin yang membantu mengambil oksigen dari udara sehingga dapat bertahan dalam kondisi air yang kurang baik. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuat betok mampu hidup di berbagai habitat perairan.

8. Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)

Ikan mujair merupakan kerabat dekat ikan nila yang juga memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan kondisi air. Ikan ini dapat hidup di berbagai lingkungan perairan dan cukup tahan terhadap kualitas air yang tidak selalu stabil. Kemampuan bertahan tersebut membuat mujair menjadi salah satu ikan konsumsi yang mudah dipelihara.

9. Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)

Ikan tawes merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan relatif mudah dibudidayakan. Ikan ini mampu beradaptasi di berbagai jenis perairan, seperti kolam tanah, kolam semen, tambak, maupun keramba jaring apung. Kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan membuat ikan tawes tetap dapat berkembang meskipun kondisi air tidak selalu optimal.

Pertanyaan Seputar Ikan Konsumsi yang Tahan Air Keruh

Ikan apa saja yang tahan terhadap air keruh?

Beberapa ikan konsumsi yang dikenal tahan air keruh antara lain lele, gabus, mas, patin, nila, gurame, betok, mujair, dan tawes.

Mengapa ikan lele dapat bertahan di air keruh?

Ikan lele memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut arborescent, berupa lipatan kulit tipis menyerupai bunga kol, yang memungkinkannya menyerap oksigen langsung dari udara. Selain itu, lendir di tubuhnya melindungi dari infeksi bakteri dan membantu pergerakan di lumpur.

Bagaimana ikan gabus beradaptasi dengan kondisi air yang buruk?

Ikan gabus memiliki organ pernapasan tambahan (labirin) yang memungkinkannya bernapas langsung dari udara. Ikan ini juga dapat mengubur diri di lumpur lembap saat musim kemarau untuk bertahan hidup.

Apakah ikan mas bisa hidup di air dengan kadar oksigen rendah?

Ya, ikan mas sangat toleran terhadap berbagai kondisi air, termasuk air keruh dan air dengan kadar oksigen rendah, serta mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kandungan oksigen terlarut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6