Cara Mengurangi Kebiasaan Membeli Barang yang Sebenarnya Tidak Dibutuhkan, Cegah Hidup Boros

Cara mengurangi kebiasaan membeli barang yang tidak dibutuhkan dengan langkah sederhana dan terarah.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 22:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Arus promosi, diskon, dan kemudahan transaksi membuat banyak orang membeli barang tanpa rencana. Dalam banyak kasus, keputusan membeli terjadi dalam waktu singkat tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan. Kondisi ini sering membuat rumah dipenuhi barang yang jarang digunakan dan pengeluaran meningkat tanpa disadari alias semakin boros.

Kebiasaan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dapat terjadi pada siapa saja. Akses belanja yang mudah melalui ponsel, promosi dari toko, hingga pengaruh lingkungan sering mendorong seseorang melakukan pembelian di luar kebutuhan. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat mengganggu pengelolaan keuangan rumah tangga.

Karena itu, Anda perlu memahai langkah-langkah dalam mengurangi dorongan konsumtif sebagai cara hidup hemat. Kiranya, melalui 8 cara yang Liputan6 rekomendasikan berikut, keuangan Anda menjadi lebih aman dan bisa digunakan untuk prioritas kebutuhan lain yang lebih mendesak. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Menyusun Daftar Kebutuhan Sebelum Membeli

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyusun daftar kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Daftar ini membantu seseorang fokus pada barang yang memang diperlukan. Tanpa daftar, seseorang lebih mudah tergoda oleh barang lain yang muncul saat berada di toko atau saat melihat promosi.

Pencatatan kebutuhan dapat dilakukan secara sederhana melalui catatan di ponsel atau kertas. Dalam daftar tersebut, tuliskan barang yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya kebutuhan rumah tangga, peralatan kerja, atau bahan makanan. Cara ini membantu membatasi pembelian di luar daftar yang telah dibuat.

Untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, perhatikan fungsi barang tersebut. Jika barang memiliki fungsi yang sudah tersedia di rumah atau tidak digunakan dalam kegiatan sehari-hari, kemungkinan besar pembelian tersebut hanya didorong oleh keinginan. Sebaliknya, jika barang tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas utama, maka pembelian dapat dipertimbangkan.

2. Menunda Keputusan Pembelian

Menunda pembelian merupakan cara yang sering digunakan untuk mengurangi kebiasaan belanja tanpa rencana. Banyak orang membeli barang karena dorongan sesaat saat melihat diskon atau promosi. Dengan menunda keputusan, seseorang memiliki waktu untuk menilai kembali apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.

Penundaan dapat dilakukan selama satu atau dua hari sebelum memutuskan membeli. Dalam waktu tersebut, pikirkan kembali apakah barang tersebut akan digunakan secara rutin atau hanya sekali pakai. Cara ini membantu menurunkan dorongan membeli yang muncul secara tiba-tiba.

Jika setelah beberapa waktu keinginan membeli mulai berkurang, maka kemungkinan besar barang tersebut bukan kebutuhan. Sebaliknya, jika setelah penundaan barang masih diperlukan untuk aktivitas tertentu, pembelian dapat dilakukan dengan pertimbangan yang lebih jelas.

3. Mengatur Anggaran Belanja

Pengaturan anggaran membantu mengendalikan pengeluaran agar tidak melewati batas. Tanpa anggaran, seseorang lebih mudah membeli barang di luar rencana karena tidak ada batas yang jelas dalam pengeluaran.

Anggaran dapat dibagi ke dalam beberapa kategori seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi, atau kebutuhan pribadi. Dengan cara ini, setiap pembelian dapat disesuaikan dengan dana yang telah dialokasikan sejak awal.

Untuk menilai apakah sebuah barang merupakan kebutuhan, periksa apakah pembelian tersebut sesuai dengan anggaran yang telah disusun. Jika tidak masuk dalam anggaran, pembelian dapat ditunda atau dibatalkan.

4. Menghindari Promosi yang Memicu Pembelian

Promosi sering menjadi alasan utama seseorang membeli barang yang tidak direncanakan. Diskon, paket bundling, atau promo waktu terbatas dapat memicu keputusan membeli tanpa mempertimbangkan kebutuhan.

Salah satu cara mengurangi pengaruh promosi adalah dengan membatasi paparan terhadap iklan atau notifikasi dari aplikasi belanja. Banyak aplikasi memberikan pemberitahuan mengenai promo harian yang dapat mendorong seseorang membuka aplikasi dan akhirnya melakukan pembelian.

Untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, fokus pada fungsi barang, bukan pada harga diskon. Jika barang dibeli hanya karena potongan harga, maka besar kemungkinan pembelian tersebut didorong oleh keinginan, bukan kebutuhan.

5. Memeriksa Barang yang Sudah Dimiliki

Sebelum membeli barang baru, penting memeriksa kembali barang yang sudah tersedia di rumah. Banyak orang membeli barang yang sebenarnya sudah dimiliki tetapi terlupa karena jarang digunakan.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menata ulang barang di rumah. Dengan melihat kembali barang yang ada, seseorang dapat mengetahui apakah barang baru memang diperlukan atau hanya menggantikan barang yang masih bisa digunakan.

Cara membedakan kebutuhan dan keinginan dapat dilakukan dengan melihat kondisi barang lama. Jika barang lama masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama, maka pembelian baru tidak perlu dilakukan.

6. Membatasi Waktu Mengakses Aplikasi Belanja

Aplikasi belanja memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi kapan saja. Namun kemudahan ini juga membuat seseorang lebih sering melihat produk yang sebenarnya tidak diperlukan.

Membatasi waktu membuka aplikasi belanja dapat membantu mengurangi paparan terhadap produk baru. Misalnya dengan hanya membuka aplikasi ketika memang ada kebutuhan tertentu yang sudah direncanakan sebelumnya.

Jika seseorang membuka aplikasi tanpa tujuan membeli barang tertentu, maka kemungkinan besar pembelian yang terjadi hanya berdasarkan keinginan. Dengan membatasi akses, dorongan tersebut dapat dikurangi.

7. Menggunakan Sistem Prioritas

Menentukan prioritas membantu seseorang menilai mana barang yang perlu dibeli terlebih dahulu. Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi dalam waktu yang sama, sehingga perlu disusun urutan prioritas.

Sistem prioritas dapat dibuat dengan membagi kebutuhan menjadi beberapa kelompok, seperti kebutuhan harian, kebutuhan bulanan, dan kebutuhan jangka panjang. Cara ini membantu menghindari pembelian barang yang belum diperlukan.

Untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, periksa apakah barang tersebut masuk dalam daftar prioritas utama. Jika tidak, maka pembelian dapat ditunda hingga kebutuhan yang lebih penting telah dipenuhi.

8. Mengevaluasi Kebiasaan Belanja Secara Berkala

Evaluasi pengeluaran membantu seseorang memahami pola belanja yang terjadi selama beberapa waktu. Dengan melihat catatan pengeluaran, seseorang dapat mengetahui jenis barang yang sering dibeli tanpa rencana.

Catatan pengeluaran dapat dibuat setiap bulan untuk melihat jumlah uang yang digunakan untuk membeli barang di luar kebutuhan. Dari catatan tersebut, seseorang dapat menilai kebiasaan belanja yang perlu dikurangi.

Jika dalam catatan terdapat banyak pembelian yang tidak berkaitan dengan aktivitas utama, maka pembelian tersebut kemungkinan berasal dari keinginan. Evaluasi ini membantu seseorang mengubah kebiasaan belanja agar lebih terkontrol.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana cara berhenti membeli barang yang tidak diperlukan?

Cara yang dapat dilakukan antara lain membuat daftar kebutuhan, menunda pembelian, serta menetapkan anggaran belanja agar keputusan membeli tidak terjadi secara spontan.

2. Apa penyebab seseorang sering membeli barang yang tidak dibutuhkan?

Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain promosi, diskon, kebiasaan membuka aplikasi belanja, serta dorongan membeli yang muncul secara tiba-tiba.

3. Bagaimana cara membedakan kebutuhan dan keinginan saat belanja?

Kebutuhan biasanya berkaitan dengan aktivitas utama dan digunakan secara rutin, sedangkan keinginan muncul karena dorongan sesaat atau pengaruh promosi.

4. Apakah membuat daftar belanja dapat mengurangi kebiasaan konsumtif?

Daftar belanja membantu seseorang fokus pada barang yang memang diperlukan sehingga pembelian di luar rencana dapat dikurangi.

5. Mengapa menunda pembelian dapat membantu mengurangi belanja impulsif?

Penundaan memberi waktu untuk menilai kembali apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya muncul dari dorongan sesaat.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6