Cara Membuat Pakan Ternak dari Rumput dan Hijauan Sekitar Kandang

Cara membuat pakan ternak dari rumput bisa dilakukan dari hijauan sekitar kandang. Langkah sederhana ini bantu menekan biaya dan menjaga kesehatan ternak.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan rumput dan hijauan di sekitar kandang menjadi salah satu solusi paling realistis untuk menekan biaya pakan ternak, khususnya pada usaha peternakan skala kecil dan keluarga. Di tengah harga pakan pabrikan yang terus meningkat, hijauan lokal justru sering terabaikan padahal ketersediaannya melimpah dan mudah dikelola. Selain ekonomis, cara membuat pakan ternak dari rumput juga mudah.

Rumput lapangan, daun legum, hingga tanaman liar di sekitar kandang dapat diolah menjadi pakan bernutrisi apabila dipilih dan diperlakukan dengan cara yang tepat. Langkah ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menjaga kesehatan ternak secara alami.

“Cara membuat pakan ternak dari rumput sebenarnya sudah lama dipraktikkan peternak desa, hanya saja sekarang mulai dilupakan,” ujar Suranta, seorang peternak di Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah, saat ditemui pada Senin (2/2/2026). Menurutnya, pemahaman dasar tentang cara membuat pakan ternak dari rumput dapat membantu peternak menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kesehatan ternak.

Suranta menjelaskan, di tengah kenaikan harga pakan pabrikan, cara membuat pakan ternak dari rumput kembali relevan untuk diterapkan, terutama bagi peternak skala kecil dan keluarga yang mengandalkan hijauan di sekitar kandang sebagai sumber pakan utama.

Kembali ke Hijauan sebagai Pakan Dasar Ternak

Dalam sistem peternakan tradisional, rumput dan hijauan telah menjadi fondasi utama pakan ternak, khususnya ruminansia. Namun seiring berkembangnya pakan instan, banyak peternak mulai meninggalkan hijauan lokal dan beralih sepenuhnya ke pakan pabrikan.

Padahal, secara biologis, sapi, kambing, dan domba dirancang untuk mencerna serat kasar dari rumput. Ketika hijauan tersedia melimpah di sekitar kandang, pemanfaatannya justru menjadi pilihan paling efisien dan berkelanjutan.

Ternak Apa yang Paling Cocok?

Metode ini paling efektif diterapkan pada:

  • Sapi potong dan sapi perah
  • Kambing dan domba
  • Sistem kandang individu atau koloni kecil

Untuk skala usaha, cara ini cocok diterapkan pada:

  • Peternakan keluarga
  • Skala kecil hingga menengah
  • Peternak pemula yang ingin menekan modal

Hijauan untuk unggas atau ikan bersifat tambahan dan tidak dianjurkan sebagai pakan utama.

 

Mengenali Sumber Rumput dan Hijauan di Sekitar Kandang

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali potensi hijauan di sekitar kandang. Tidak semua tanaman bisa langsung diberikan ke ternak.

Hijauan yang umum dan aman digunakan antara lain:

  • Rumput gajah
  • Rumput lapangan
  • Rumput odot
  • Daun lamtoro
  • Daun turi
  • Daun singkong yang sudah dilayukan

Hindari rumput yang tumbuh di pinggir jalan raya, area bekas penyemprotan pestisida, atau dekat limbah industri.

Langkah Teknis Cara Membuat Pakan Ternak dari Rumput

  1. Persiapan Alat dan Lokasi: Siapkan sabit atau parang tajam, alas potong, dan wadah penampung. Pastikan area pemotongan bersih dan tidak tercemar.
  2. Waktu Pemanenan yang Tepat: Lakukan pemotongan rumput pada pagi atau sore hari. Rumput pada fase muda memiliki kadar protein lebih tinggi dan tekstur lebih lunak.
  3. Proses Pelayuan: Setelah dipanen, lakukan pelayuan selama 6–12 jam. Proses ini membantu mengurangi kadar air berlebih dan mencegah kembung pada ternak.
  4. Pencacahan Hijauan: Cacah rumput dan hijauan hingga ukuran 3–5 cm. Langkah ini penting agar ternak lebih mudah mengunyah dan pakan tidak terbuang. “Kalau rumput dipotong kecil, ternak makannya lebih habis,” kata Suranta.
  5. Pemberian Bertahap: Berikan pakan secara bertahap, terutama jika ternak baru beradaptasi dengan hijauan tertentu. Amati respons ternak dalam beberapa hari pertama.

Kombinasi Pakan untuk Hasil Lebih Optimal

Meski hijauan bisa menjadi pakan utama, hasil terbaik diperoleh dari kombinasi pakan.

Contoh komposisi sederhana:

  • 70% rumput dan hijauan
  • 20% jerami atau pakan kering
  • 10% pakan tambahan (dedak atau konsentrat ringan)

Kombinasi ini membantu menjaga keseimbangan energi dan protein.

Saat musim hujan, hijauan biasanya melimpah. Agar tidak terbuang, Anda bisa mengolahnya menjadi silase.

Langkah ringkas pembuatan silase:

  • Cacah hijauan
  • Masukkan ke plastik atau drum
  • Padatkan hingga minim udara
  • Tutup rapat dan simpan 14–21 hari

Silase dapat disimpan hingga beberapa bulan dan sangat membantu saat musim kemarau.

Penerapan cara membuat pakan ternak dari rumput berdampak langsung pada:

  • Penurunan biaya pakan hingga signifikan
  • Pencernaan ternak lebih stabil
  • Produksi lebih konsisten
  • Ketergantungan pada pakan pabrikan berkurang

Selain itu, peternak menjadi lebih mandiri dan adaptif terhadap perubahan harga pasar.

Meski terlihat sederhana, pakan hijauan tetap membutuhkan pengelolaan. Jangan memberikan hijauan busuk, berlendir, atau berjamur. Pastikan air minum selalu tersedia dan kandang bersih.

Suranta menekankan bahwa konsistensi lebih penting daripada jumlah. “Sedikit tapi rutin itu lebih baik daripada banyak tapi tidak teratur,” ujarnya.

Menguasai cara membuat pakan ternak dari rumput dan hijauan sekitar kandang merupakan langkah nyata menuju peternakan yang efisien dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, peternak tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memperkuat ketahanan usaha ternaknya sendiri.

 

Tanya Jawab Seputar Pakan Ternak dari Rumput dan Hijauan

Q: Apakah semua jenis rumput bisa digunakan sebagai pakan ternak?

A: Tidak semua rumput aman. Gunakan rumput yang umum dikonsumsi ternak seperti rumput gajah, rumput lapangan, atau rumput odot. Hindari rumput yang tumbuh di area tercemar pestisida atau limbah.

Q: Apakah rumput harus selalu dilayukan sebelum diberikan?

A: Pelayuan sangat dianjurkan, terutama untuk rumput segar dengan kadar air tinggi. Proses ini membantu mencegah kembung dan membuat pakan lebih mudah dicerna.

Q: Berapa kali pemberian pakan rumput dalam sehari?

A: Idealnya 2–3 kali sehari, disesuaikan dengan jenis dan ukuran ternak. Pembagian waktu membantu pakan habis dan tidak terbuang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6