Liputan6.com, Jakarta - Pohon yang tumbang secara alami atau sengaja ditebang karena alasan keamanan, kesehatan tanaman, atau estetika, sering kali masih menyisakan bagian yang sulit diatasi, yakni tunggul pohon. Besar atau kecil, tunggul ini kerap menjadi masalah karena mengganggu pemandangan dan berpotensi membahayakan.
Sebagian orang memilih menghilangkan seluruh tunggul karena bisa menjadi risiko tersandung, terutama jika jumlahnya lebih dari satu. Namun, ada juga yang memanfaatkannya untuk fungsi lain, seperti dijadikan alas dekorasi taman atau elemen hias yang unik, tergantung kondisi dan ukurannya.
Jika kamu sudah siap menentukan langkah terbaik, menghilangkan tunggul pohon secara aman adalah pilihan yang patut dipertimbangkan. Dengan cara yang tepat, tunggul pohon lama di halaman bisa disingkirkan tanpa membahayakan lingkungan sekitar.
Advertisement
Berikut cara DIY untuk menghilangkan tunggul pohon tua di halaman rumah, dilansir Liputan6.com dari Southern Living, Kamis (22/1/2026).
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memulai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480866/original/076122900_1769069068-unnamed__8_.jpg)
Setelah pohon ditebang, Anda perlu memutuskan bagaimana menangani tunggulnya. Sebagian orang memilih membiarkan tunggul membusuk secara alami karena paling mudah dan murah. Proses pembusukan juga lama—kayu keras seperti ek bisa memakan waktu hingga 20 tahun, sementara kayu lunak seperti pinus sekitar 7 tahun.
Lokasi tunggul juga harus diperhatikan. Proses pencabutan dapat berdampak pada bangunan di sekitarnya, pagar, atau jalur utilitas. Selain itu, pikirkan rencana setelah tunggul dihilangkan: apakah akan menanam pohon baru, menata ulang taman, atau membangun sesuatu.
Terakhir, periksa aturan lingkungan setempat, karena bisa menentukan waktu dan metode penghilangan tunggul. Yang jelas, metode ekstrem seperti meledakkan tunggul dengan bahan peledak hampir pasti tidak diperbolehkan.
Advertisement
Cara DIY Menghilangkan Tunggul Pohon Tua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480868/original/048714800_1769069075-unnamed__9_.jpg)
Ada beberapa metode mandiri (DIY) untuk menghilangkan tunggul pohon, masing-masing dengan tingkat usaha, biaya, dan waktu yang berbeda.
1. Digali Manual
Metode ini cocok untuk tunggul kecil atau berakar dangkal. Prosesnya cukup berat karena perlu mencangkul tanah, menggali, lalu memotong akar dengan kapak atau gergaji mesin hingga tunggul bisa ditarik keluar. Untuk tunggul kecil bisa selesai sekitar satu jam, tetapi yang besar bisa seharian penuh. Setelah selesai, akan tersisa lubang besar yang perlu ditimbun atau bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon baru.
2. Menyewa Mesin Stump Grinder
Stump grinder adalah mesin yang menggiling tunggul hingga ke bawah tanah. Biaya sewa atau jasa biasanya dihitung dari diameter dan kedalaman penggilingan. Mesin sewaan berukuran kecil cocok untuk tunggul lunak dan tidak terlalu besar. Penggunaan harus ekstra hati-hati dengan perlengkapan keselamatan karena serpihan kayu bisa beterbangan. Hasil gilingan berupa serpihan kayu yang volumenya jauh lebih besar dan perlu dibuang, dijadikan kompos, atau digunakan sebagai mulsa.
3. Penghilang Tunggul Kimia
Produk kimia khusus dapat mempercepat pembusukan tunggul dengan cara melubangi permukaannya lalu mengisi bahan kimia. Kayu biasanya mulai melunak dalam 4–6 minggu, tetapi pembusukan total bisa memakan waktu hingga satu tahun, terutama pada kayu keras. Setelah tunggul hancur, area sebaiknya dibiarkan minimal 6 bulan sebelum ditanami kembali dan tanah perlu diuji pH-nya. Alternatif murahnya adalah menggunakan garam Epsom atau garam batu, meski tetap membutuhkan kesabaran.
4. Pembusukan Alami
Cara paling mudah jika tunggul tidak mengganggu aktivitas. Prosesnya bisa dipercepat dengan menjaga kelembapan, memberi pupuk tinggi nitrogen, dan melubangi tunggul. Namun, pembusukan alami membutuhkan waktu bertahun-tahun. Perlu diingat, tunggul juga berfungsi sebagai habitat alami bagi berbagai makhluk hidup.
Membakar Tunggul Pohon Tidak Disarankan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480869/original/049223400_1769069079-unnamed__10_.jpg)
Dulu, membakar tunggul pohon dianggap cara cepat membersihkan lahan. Namun kini, metode ini tidak disarankan—terutama di area padat penduduk—karena risiko kebakaran, asap, serta pencemaran tanah akibat bahan kimia pemicu api. Banyak daerah juga melarang pembakaran tanpa izin dan menerapkan sanksi. Selain sulit mengeringkan tunggul yang tertanam di tanah, penggunaan akseleran kimia dapat merusak kualitas tanah.
Kapan Perlu Memanggil Profesional?
Jika menghadapi banyak tunggul, tunggul kayu keras besar dengan akar dalam, atau lokasi dekat bangunan, sebaiknya gunakan jasa profesional. Arborist dapat menilai apakah cukup digiling (stump grinding) atau perlu pencabutan total hingga akar. Pencabutan total adalah proyek besar yang biasanya membutuhkan alat berat, penggantian tanah, dan perataan ulang area.
Apa yang Dilakukan Setelah Tunggul Hilang?
Setelah tunggul diangkat, bersihkan sisa material lalu timbun lubang dengan tanah yang subur dan memiliki drainase baik. Tanah biasanya akan turun dalam beberapa minggu sehingga perlu penambahan. Untuk proyek besar, area mungkin perlu diratakan kembali. Setelah tanah rata dan diuji, Anda bisa menanam rumput, tanaman hias, atau pohon baru.
Advertisement
FAQ
Q1: Apakah tunggul pohon boleh dibiarkan saja?
A: Boleh, tetapi proses pembusukan bisa bertahun-tahun dan berisiko mengganggu aktivitas atau tumbuh kembali.
Q2: Metode DIY mana yang paling cepat?
A: Menggunakan stump grinder paling cepat, tetapi perlu biaya sewa dan perlengkapan keselamatan.
Q3: Apakah membakar tunggul aman dilakukan?
A: Tidak disarankan karena berisiko kebakaran, mencemari tanah, dan sering melanggar aturan setempat.
Q4: Kapan sebaiknya memanggil jasa profesional?
A: Jika tunggul besar, berakar dalam, banyak jumlahnya, atau dekat bangunan dan utilitas.
Q5: Kapan area bekas tunggul bisa ditanami lagi?
A: Setelah tanah diisi ulang, stabil, dan diuji—biasanya beberapa minggu hingga bulan, tergantung metode.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4697744/original/075382200_1703490520-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480863/original/000544400_1769069061-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480392/original/020142000_1769055406-Teras_Tradisional_dengan_Pohon_Tanjung.jpg)