41 Makanan Tradisional yang Masih Laris Dijual Harian, Bisnis Menjanjikan

Simak ulasan makanan tradisional yang masih laris dijual harian lengkap dengan estimasi modal produksinya.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Makanan tradisional yang masih laris dijual harian, menjadi bukti bahwa cita rasa lokal memiliki daya tahan tinggi di tengah gempuran tren kuliner modern yang silih berganti. Konsistensi permintaan pasar terhadap hidangan autentik ini dipicu oleh kerinduan akan rasa rumahan serta harganya yang relatif terjangkau.

Menjalankan bisnis kuliner tradisional di tahun 2026 memerlukan ketelatenan dalam menjaga resep asli, sambil menyesuaikan strategi pemasaran melalui platform digital. Modal mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, pengusaha kuliner dapat meraih omzet harian yang stabil.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap penjelasannya, Kamis (8/1/2026).

Jajanan Pasar dan Kue Basah (Manis & Gurih)

1. Klepon

Makanan tradisional yang masih laris dijual harian ini menggunakan modal awal sekitar Rp300.000 untuk bahan tepung ketan dan gula merah.

2. Kue Cucur

Tekstur berserat dengan pinggiran renyah ini bisa dimulai dengan modal Rp250.000 untuk tepung beras dan gula jawa.

3. Lapis Legit

Kue premium dengan lapisan rapi ini membutuhkan modal cukup besar sekitar Rp1.500.000 untuk mentega berkualitas dan telur.

4. Onde-Onde

Camilan bulat tabur wijen isi kacang hijau ini memerlukan modal awal Rp400.000 untuk bahan baku dan minyak goreng.

5. Dadar Gulung

Kulit hijau aroma pandan isi kelapa manis ini dapat dijalankan dengan modal kecil sekitar Rp300.000.

6. Lumpia Semarang

Rebung gurih dalam balutan kulit renyah ini memerlukan modal awal sekitar Rp600.000 untuk isian dan saus.

7. Lemper Ayam

Ketan isi ayam suwir yang mengenyangkan ini bisa diproduksi dengan modal awal Rp500.000.

8. Kue Talam

Kue dua lapis yang lembut dan gurih ini membutuhkan modal produksi harian sekitar Rp350.000.

9. Serabi Solo

Serabi tipis dengan santan kental ini dapat dimulai dengan modal Rp450.000 termasuk cetakan tanah liat.

10. Nagagasari

Pisang dalam balutan tepung beras halus ini memerlukan modal awal sekitar Rp300.000.

11. Getuk Lindri

Singkong olahan berwarna-warni ini sangat ekonomis dengan modal awal mulai dari Rp250.000.

Makanan Berat dan Menu Sarapan

12. Nasi Uduk

Menu sarapan favorit ini membutuhkan modal awal sekitar Rp800.000 untuk beras, santan, dan aneka lauk pendamping.

13. Nasi Kuning

Sajian nasi rempah untuk pagi hari ini memerlukan modal awal harian sekitar Rp750.000.

14. Bubur Ayam

Makanan tradisional yang masih laris dijual harian sebagai menu sarapan ini memerlukan modal Rp600.000 untuk operasional gerobak.

15. Soto Ayam

Hidangan kuah kuning segar ini bisa dimulai dengan modal awal Rp1.000.000 untuk bahan baku daging dan sayuran.

16. Gado-Gado

Salad khas Indonesia dengan bumbu kacang ini membutuhkan modal harian sekitar Rp500.000 untuk sayur mayur segar.

17. Ketoprak

Kombinasi tahu, tauge, dan ketupat ini dapat dijalankan dengan modal awal mulai dari Rp600.000.

18. Pecel Lele

Menu makan malam yang selalu ramai ini membutuhkan modal awal sekitar Rp1.500.000 untuk peralatan dan stok lele.

19. Bakso

Bola daging kenyal ini memerlukan modal awal sekitar Rp2.000.000 untuk mesin penggiling dan bahan daging sapi.

20. Mie Ayam

Makanan tradisional yang masih laris dijual harian ini bisa dimulai dengan modal sekitar Rp1.200.000 untuk gerobak dan bahan mie.

21. Rawon

Sup daging kuah hitam khas Jawa Timur ini membutuhkan modal awal sekitar Rp1.500.000 karena penggunaan kluwek dan daging sapi.

Gorengan dan Camilan Gurih

22. Bakwan Sayur

Camilan goreng yang paling dicari ini membutuhkan modal harian sangat terjangkau sekitar Rp200.000.

23. Tahu Isi

Tahu goreng dengan isian sayur pedas ini memerlukan modal awal produksi sekitar Rp300.000.

24. Tempe Mendoan

Tempe lapis tepung setengah matang ini bisa dimulai dengan modal awal Rp250.000.

25. Cireng

Makanan tradisional yang masih laris dijual harian berbahan dasar tepung tapioka ini membutuhkan modal kecil sekitar Rp200.000.

26. Pisang Goreng Pasir

Variasi pisang goreng renyah ini memerlukan modal awal sekitar Rp400.000 untuk pisang berkualitas.

27. Cimol

Jajanan aci berbentuk bulat kecil ini hanya membutuhkan modal produksi harian sekitar Rp150.000.

28. Martabak Telur

Menu malam hari yang gurih ini memerlukan modal awal sekitar Rp2.500.000 untuk booth dan peralatan masak.

29. Tahu Sumedang

Tahu goreng khas dengan tekstur kopong ini membutuhkan modal harian sekitar Rp500.000.

30. Rujak Buah

Kombinasi buah segar dan sambal kacang ini memerlukan modal awal Rp400.000 untuk stok buah musiman.

31. Batagor

Baso tahu goreng khas Bandung ini dapat dimulai dengan modal awal sekitar Rp800.000.

Hidangan Penutup dan Minuman Tradisional

32. Es Dawet

Minuman santan dengan cendol kenyal ini memerlukan modal harian sekitar Rp300.000.

33. Es Pisang Ijo

Kudapan segar khas Makassar ini membutuhkan modal awal sekitar Rp500.000 untuk bahan bubur sumsum dan pisang.

34. Wedang Ronde

Minuman hangat jahe untuk malam hari ini memerlukan modal awal produksi Rp350.000.

35. Bubur Sumsum

Bubur lembut siram gula merah ini sangat ekonomis dengan modal awal harian Rp250.000.

36. Kue Putu

Makanan tradisional yang masih laris dijual harian dengan bunyi khas ini memerlukan modal awal Rp1.000.000 termasuk tabung gas.

37. Lupis Ketan

Ketan segitiga siram juruh ini bisa diproduksi dengan modal harian sekitar Rp300.000.

38. Es Campur

Minuman dengan aneka isian buah dan jeli ini memerlukan modal awal harian Rp450.000.

39. Kolak Pisang

Menu yang tetap dicari meski di luar bulan Ramadan ini memerlukan modal awal Rp350.000.

40. Wingko Babat

Olahan ketan dan kelapa bakar ini membutuhkan modal awal harian sekitar Rp500.000.

41. Tape Singkong

Makanan tradisional yang masih laris dijual harian hasil fermentasi ini memerlukan modal sangat minim sekitar Rp200.000.

FAQ

Apa makanan tradisional yang paling awet dijual?

Rempeyek dan keripik singkong karena memiliki masa simpan lebih lama dibandingkan kue basah.

Kapan waktu terbaik menjual jajanan pasar?

Waktu paling efektif adalah pagi hari antara jam 06.00 hingga 09.00 saat masyarakat mencari sarapan.

Apakah usaha makanan tradisional memerlukan izin khusus?

Untuk skala kecil cukup memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) yang bisa didaftarkan secara online.

Bagaimana cara agar makanan tradisional tidak cepat basi?

Gunakan bahan santan segar yang dimasak hingga benar-benar matang dan simpan di suhu yang tepat.

Dimana lokasi terbaik menjual makanan tradisional harian?

Area sekitar pasar, perkantoran, stasiun, atau pemukiman padat penduduk adalah lokasi yang paling potensial.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6