Doa Setelah Mandi Wajib yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Terjemahannya

Simak bacaan doa setelah mandi wajib berikut ini yang perlu diketahui oleh umat Muslim.

Diperbarui 08 Juni 2025, 12:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa setelah mandi wajib penting untuk diketahui oleh umat Muslim. Mandi wajib adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar dengan cara membasuh seluruh tubuh. 

Sumber fikih dari laman resmi MUI Jatim juga memuat dalil bahwa keluarnya mani baik melalui hubungan atau mimpi menimbulkan hadats besar yang mensyaratkan mandi wajib dan menghentikan shalat wanita dari haid hingga mandi selesai

Doa setelah mandi wajib merupakan doa yang dibacakan ketika selepas melakukan mandi janabah sebagaimana doa setelah berwudhu. Hukum membaca doa setelah mandi wajib ini adalah sunnah.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai bacaan doa setelah mandi wajib dalam bahasa Arab, Latin dan terjemahannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (8/6/2025).

 

Doa Setelah Mandi Wajib dalam Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya

Membaca doa setelah mandi wajib adalah hukumnya sunnah. Hal ini sebagaimana wudhu yang diakhiri dengan bacaan doa. Meskipun tidak ada zhahir hadits yang menjelaskan mengenai keharusan membaca doa setelah melakukan mandi wajib, para ulama mendasarkan pendapatnya pada qiyas.

Menurut laman resmi "Universitas An Nur Lampung", doa tersebut dianggap sunnah untuk menuntaskan ritual mandi wajib, memberi dimensi spritual yang melengkapi proses fisik penyucian diri an-nur.ac.id. Niat dan doa setelah mandi menunjukkan upaya menyatu antara kesucian lahir dan batin.

Adapun bunyi doa setelah mandi wajib adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahummaj Alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha Suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan kepada nabi Muhammad dan keluarganya.”

Membaca doa ini setelah mandi wajib memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Sebagai bentuk syukur atas nikmat kesucian yang telah Allah berikan
  • Memohon agar selalu dijaga dalam kesucian dan ketaatan
  • Mengharap agar termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri
  • Memohon agar dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang shalih

Meskipun membaca doa ini hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap kali selesai mandi wajib. Doa ini menjadi penutup yang sempurna bagi rangkaian ibadah mandi wajib setelah haid.

 

Tata Cara Mandi Wajib Bagi Laki-Laki

Dikutip dari buku karya Ahmad Sarwat berjudul "Fiqih Thaharah" memaparkan dalil tentang cara mandi wajib yang benar menurut Nabi Muhammad SAW.

Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAWmemulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian iamenumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu iamencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orangshalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jaritangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semuakulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali,kemudian beliau membersihkan seluruh tubuhnya dengan air kemudian di akhir beliau mencuci kakinya (HR Bukhari/248 dan Muslim/316)

Berikut adalah langkah-langkah detail melakukan mandi wajib setelah haid:

  1. Membaca niat mandi wajib setelah haid

    Ucapkan niat dalam hati: "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa" (Saya berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala).

  2. Membersihkan kedua telapak tangan

    Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali dengan air mengalir. Pastikan sela-sela jari juga dibersihkan.

  3. Membersihkan area pribadi

    Bersihkan area kemaluan dan dubur menggunakan tangan kiri. Gunakan air mengalir dan pastikan area tersebut benar-benar bersih dari sisa darah haid atau kotoran lainnya.

  4. Mencuci tangan

    Setelah membersihkan area pribadi, cuci tangan dengan sabun atau tanah untuk menghilangkan kotoran dan bau.

  5. Berwudhu

    Lakukan wudhu dengan sempurna seperti hendak melaksanakan shalat. Ini termasuk membasuh wajah, kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki sampai mata kaki.

  6. Membasahi rambut kepala

    Basahi rambut kepala hingga ke akar-akarnya. Gunakan jari-jari tangan untuk menyela rambut agar air dapat mencapai kulit kepala. Lakukan sebanyak tiga kali.

  7. Mengguyur seluruh tubuh

    Guyur seluruh tubuh dengan air, dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri. Pastikan air mengalir ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat, termasuk lipatan-lipatan kulit dan bagian tersembunyi.

  8. Menyela bagian-bagian tubuh

    Gunakan jari-jari untuk menyela bagian-bagian tubuh seperti sela jari tangan dan kaki, lipatan ketiak, lipatan paha, dan bagian tubuh lainnya. Pastikan air mengalir ke semua bagian tersebut.

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa melanjutkan dengan membersihkan tubuh menggunakan sabun atau peralatan mandi lainnya seperti biasa. Pastikan seluruh tubuh benar-benar bersih sebelum mengakhiri mandi.

Penting untuk diingat bahwa cara mandi wajib setelah haid di atas merupakan panduan umum. Beberapa mazhab fikih mungkin memiliki perbedaan kecil dalam urutan atau detail pelaksanaannya. Namun, inti dari mandi wajib tetap sama, yaitu membersihkan seluruh tubuh dengan niat menghilangkan hadas besar.

 

Tata Cara Mandi Wajib Bagi Perempuan

Berikut ini terdapat beberapa tata cara mandi wajib bagi perempuan yang perlu diketahui, yakni:

1. Membaca niat.

Bacaan doa niat untuk mandi wajib bagi perempuan ada beragam tergantung dengan penyebabnya. Penyebab perempuan harus melakukan mandi wajib adalah haid, berhubungan badan dengan suami, hingga nifas. Berikut masing-masing bacaan niatnya, yakni:

- Bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan badan

نَوَيْتُ الْ غُسْلَ لِرَف ْعِ الْحَدَث ِ الْأَكْبَر ِ مِنَ الْجِ نَابَةِ فَرْ ضًا لِلهِ تَ عَالَى

Arab Latin: Bismillahirahmanirahim, nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala.

Artinya: " Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah ta’ala.”

- Bacaan niat mandi wajib setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Bismillahi rahmani rahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidi fardlon lillahi ta'ala.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta’ala.”

- Bacaan niat mandi wajib setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ النِّفَاسِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Bismillahi rahmani rahim nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minan nifasi fardlon lillahi ta'ala.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Membasuh tangan sebanyak 3 kali.

3. Membasuh alat kelamin dari kotoran dan najis.

4. Mencuci tangan dengan sabun agar bersih kembali setelah membasuh kotoran.

5. Mengambil wudu sebagaimana biasa.

6. Membasuh keseluruhan rambut di kepala dengan mengguyurnya sebanyak 3 kali. Anda bisa membuka jalinan rambut, supaya semua rambut dapat terkena guyuran air.

7. Siram anggota badan sebelah kanan hingga tiga kali.

8. Kemudian siram anggota badan pada bagian kiri sebanyak tiga kali juga.

9. Menggosok bagian tubuh sebanyak tiga kali, terutama bagian yang sulit seperti pusat, ketiak, lutut dan lain-lain supaya terkena air.

10. Terakhir, tata cara mandi wajb bagi perempuan adalah Anda bisa melanjutkannya dengan mandi seperti biasa.

Keutamaan Tentang Mandi Wajib

Dalam perspektif sains lewat jurnal berjudul "‘Mandi Junub Dalam Tinjauan Al-Qur’an Dan Sains" karya Muhammad Arfain, Aan Parhani, dan Mujetaba Mustafa menyebutkan pentingnya seseorang mandi ketika dalam keadaan junub bukannya hanya karena ketentuan melakukan suatu ibadah terkhusus salat harus dalam keadaan bersih/suci, tetapi juga dapat mengembalikan peredaran darah laki-laki dan perempuan.

Selain itu, mandi wajib membersihkan pori-pori kulit dari peluh yang mengandung racun yang disebabkan bersetubuh dan menghilangkan bau yang disebabkan dari darah haid dan nifas.

Sedangkan dalam perintah agama, kewajiban mandi setelah haid bagi muslimah memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits. Beberapa dalil yang menjadi dasar hukumnya antara lain:

1. Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 6

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah."

Ayat ini dengan jelas memerintahkan orang-orang beriman untuk mandi ketika dalam keadaan junub, termasuk setelah haid. Mandi wajib menjadi syarat untuk dapat melaksanakan ibadah seperti shalat.

2. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:

"Mandi itu wajib atas setiap orang yang mengalami hadas besar."

Hadits ini menegaskan kewajiban mandi bagi mereka yang memiliki hadas besar, termasuk wanita yang baru selesai masa haidnya. Haid termasuk salah satu penyebab hadas besar yang mengharuskan seseorang untuk mandi wajib sebelum dapat kembali melaksanakan ibadah.

Pertanyaan Umum Seputar Mandi Wajib atau Mandi Junub

1. Apa itu mandi wajib atau mandi junub?

Mandi wajib atau mandi junub adalah mandi yang dilakukan untuk mensucikan diri dari hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, mimpi basah, haid, atau nifas.

2. Kapan seseorang wajib mandi junub?

Mandi junub wajib dilakukan setelah keluar air mani, berhubungan intim, haid, nifas, atau setelah melahirkan.

3. Bagaimana tata cara mandi wajib yang benar?

Niat di dalam hati, membasuh seluruh tubuh dengan air, menyela rambut dan membasuh bagian tersembunyi. Disunnahkan mencuci tangan, kemaluan, dan berwudhu sebelum mandi.

4. Apakah boleh mandi wajib tanpa sabun?

Boleh. Yang penting air mengenai seluruh tubuh dan menghilangkan hadas besar. Sabun hanya membantu kebersihan, bukan syarat sah.

5. Apakah sah mandi wajib jika dilakukan dengan shower atau air pancuran?

Sah, asalkan seluruh tubuh terkena air secara merata, termasuk lipatan-lipatan tubuh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6