Nyeri Dada karena Cacar Api Sering Disangka Serangan Jantung, Apa Bedanya?

Saat seseorang mengalami cacar api, gejala yang timbul adalah nyeri hebat. Bila nyeri muncul di dada, kerap disangka sebagai serangan jantung.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cacar api atau herpes zoster memiliki gejala yang kerap disangka penyakit lain. Saat seseorang terkena cacar api akan mengalami nyeri hebat di salah satu bagian tubuh. Bila nyeri terjadi di area dada maka kerap disangka serangan jantung.

"Kalau kena cacar api ini kan rasanya tubuh baik-baik saja, lalu kaget ketika merasakan gejala nyeri. Kalau nyeri di dada kerap disangka serangan jantung," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Vito A Damay.

Vito mengatakan bahwa ada perbedaan antara serangan jantung dan cacar api. Seseorang yang mengalami cacar api akan merasakan:

  • nyeri tajam seperti terbakar atau seperti tertusuk
  • rasa nyeri hanya muncul di satu sisi
  • setelah rasa nyeri, diikuti muncul bintil merah berair di area nyeri.

Sementara gejala serangan jantung biasanya:

  • nyeri tumpul seperti ditekan atau tertimpa beban berat
  • rasa nyeri bisa menjalar ke lengan kiri, rahang dan punggung
  • nyeri disertai dengan sesak napas dan keringat dingin.

Vito memahami bahwa kebanyakan masyarakat awam sulit membedakan gejala tersebut, maka menurutnya jika Anda merasakan gejala nyeri di dada, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

"Banyak yang bertanya, nyeri yang tajam itu seperti apa lalu nyeri yang tumpul seperti apa? Nah, sudah, lebih baik segera ke dokter untuk diperiksa," saran Vito dalam peringatan Pekan Imunisasi Sedunia bersama GSK.

 

Pengobatan Awal Cacar Api Bantu Kurangi Keparahan

Jika memang nyeri tersebut muncul karena cacar api maka dokter akan memberikan penanganan yang sesuai.

“Jika dalam 72 jam pertama bisa didiagnosis, pengobatan akan jauh lebih efektif,” kata Vito.

Deteksi dini dapat mencegah komplikasi nyeri saraf berkepanjangan (Neuralgia Post-Herpetik) yang sering menghantui pasien pasca-sembuh dari cacar api.

 

Mengenal Cacar Api

Cacar api atau herpes zoster terjadi karena reaktivitasi virus Varicella zoster. Ini adalah virus yang menyebabkan cacar air saat kita masih kecil atau remaja dulu.

Sekitar 95 persen penduduk dunia sudah pernah terpapar oleh virus tersebut meski tidak semua menimbulkan gejala.

Herpes zoster menyerang saat tubuh memiliki imunitas tubuh lemah. Ketika virus Varicella zoster itu aktif kembali maka bisa menyebabkan salah satu sisi tubuh orang tersebut melepuh atau melenting.

Lepuhan atau bintil berisi air itu bisa muncul di mana saja di seluruh bagian tubuh. Bisa di wajah, badan, lengan atau kaki. Gejala khas dari herpes zoster atau cacar api ini adalah lentingan akan mengikuti saraf sehingga akan terbentuk seperti pola tertentu.

Setelah melepuh, kemudian beberapa hari akan muncul bercak lalu berkerak atau keropeng.