Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang masih menganggap influenza sebagai penyakit ringan yang cukup diatasi dengan istirahat dan obat biasa. Padahal, di balik gejala batuk, pilek, dan demam, influenza bisa berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam nyawa.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang sekaligus Satgas Imunisasi IDAI, Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A (K) menekankan bahwa anggapan influenza sebagai penyakit sepele perlu diluruskan. Menurutnya, virus influenza, khususnya tipe A dan B, dapat menyebabkan penyakit berat, terutama pada kelompok rentan.
"Influenza itu bukan sekadar batuk pilek biasa. Dalam kondisi tertentu, bisa menyebabkan penyakit berat bahkan kematian,"Â kata Miko.
Advertisement
Virus influenza menyerang organ apa? Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang umumnya diawali dengan demam. Jika infeksi cukup berat, kata Miko, suhu tubuh bisa tinggi dan disertai gejala lain seperti nyeri otot, lemas, hingga hilang nafsu makan.
Namun, yang perlu diwaspadai, virus ini dapat menyebar dan menyerang organ vital. "Kalau menyerang paru-paru bisa menyebabkan pneumonia, napas menjadi sesak. Bisa juga ke jantung dan otak, itu yang berbahaya," tambah Miko.
Kondisi ini berisiko lebih tinggi pada bayi, balita, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes, gangguan jantung, dan kelainan darah.
Meski tidak selalu terlihat di publik, kasus influenza berat sebenarnya ada, termasuk pada anak-anak. Miko mengungkapkan bahwa sejumlah kasus ditemukan di rumah sakit, meski tidak semuanya dipublikasikan.
"Ada kasus yang sampai berat, tapi memang jarang dipublikasikan. Bisa karena faktor privasi keluarga atau alasan lain,"Â ujarnya.
Pada kasus berat, pasien bahkan bisa mengalami kekurangan oksigen dan membutuhkan bantuan alat medis. Pemeriksaan lanjutan seperti swab diperlukan guna memastikan apakah penyebabnya benar virus influenza.
Â
Beda Influenza dan Pilek Biasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4524545/original/009065900_1691051412-kelly-sikkema-xN0INdwHAs4-unsplash.jpg)
Masih banyak masyarakat yang sulit membedakan influenza dengan pilek biasa atau common cold. Padahal, keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda.
"Kalau pilek biasa, penyebabnya bukan virus influenza, tapi rhinovirus atau coronavirus. Biasanya gejalanya lebih ringan,"Â ujar Miko.
Sebaliknya, influenza cenderung menimbulkan gejala lebih berat dan berisiko komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Belajar dari sejarah, kata Miko, pandemi Influenza A pada 1918 s.d 1919 bahkan menewaskan sekitar 50 hingga 100 juta orang di dunia. Hal ini menjadi pengingat bahwa influenza bukan penyakit yang bisa dianggap enteng.
Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama jika muncul gejala berat seperti demam tinggi, sesak napas, atau penurunan kondisi tubuh secara drastis.
"Kalau gejalanya berat, jangan ditunda untuk periksa. Deteksi dini itu penting agar tidak berkembang menjadi komplikasi," pungkas Miko.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2409204/original/076295400_1542271982-Kelly_Sikkema.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411293/original/086765200_1763010317-pregnant-woman-with-baby-shoes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185248/original/087119600_1744370189-medium-shot-sick-woman-with-fever_23-2149247989.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573230/original/087262800_1777886481-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_4.16.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127391/original/030677700_1739170525-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567691/original/085812200_1777307314-Tangkapan_Layar_2026-04-27_pukul_23.19.12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5254682/original/016436200_1750136014-Gemini_Generated_Image_r03v0or03v0or03v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565678/original/026174000_1777070460-Dokter_spesialis_anak_lulusan_Universitas_Indonesia__dr._Kanya_Ayu__Sp.A.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4478705/original/047486500_1687510826-alexander-dummer-Em8I8Z_DwA4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564634/original/098513000_1776988223-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Tumbuh_Kembang_Anak_sekaligus_Satgas_Imunisasi_IDAI__Prof._DR._dr._Soedjatmiko__SpA__K___MSi_.jpeg)