Angka Kematian Ibu Capai 4 Ribu Kasus per Tahun, Apa Penyebabnya?

Angka kematian ibu capai 4 ribu dan angka kematian bayi di 26 ribu tiap tahun di Indonesia. Termasuk tinggi di ASEAN.

Diterbitkan 21 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Tiap tahun sekitar 4 ribu ibu meninggal dunia dari 4,8 juta yang melahirkan. Lalu, bayi yang meninggal saat atau sesaat usai lahir sekitar 24 ribu jiwa.

"Memang masih tinggi," akui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat kerja bersama DPR, Senin. 20 April 2026.

Berbicara mengenai penyebab, Budi mengatakan pada ibu faktor hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab utama.

"Pada ibu, meninggalnya nomor satu itu karena hipertensi, maka terjadi preeklampsia atau eklampsia," tutur Budi.

Maka dari itu, ia menekankan upaya pencegahan. Budi berharap masyarakat bisa memeriksakan kesehatan termasuk lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bila diketahui ibu mengalami hipertensi maka perlu dikontrol.

"Untuk mengurangi angka kematian ibu ya jangan punya hipertensi saat hamil, kalau memang hipertensi harus minum obat," tutur Budi.

Sementara itu pada bayi, selain komplikasi saat melahirkan, penyebab kematian yang kerap terjadi adalah asfiksia. Ini adalah suatu kondisi bayi gagal bernapas spontan dan teratur saat lahir, menyebabkan kurangnya oksigen (hipoksia) dan penumpukan karbon dioksida.

"Asfiksia ini juga karena masalah saat prosedur terlalu lama atau ada komplikasi, sehingga anak enggak bisa bernapas," tutur Budi.

USG di Puskesmas

Selain menggalakkan upaya preventif, upaya yang tengah dijalankan pemerintah adalah dengan mengirimkan alat USG ke puskesmas. Bila dari pemeriksaan USG terlihat ada potensi komplikasi bisa segera dirujuk ke rumah sakit.

"Baik AKI maupun AKB itu meninggalnya karena komplikasi saat melahirkan, makanya kita sebar USG ke seluruh puskesmas. Itu sudah terjadi sudah dipakai.

Ia pun berharap kasus AKI dan AKB turun apalagi kasusnya termasuk tinggi di ASEAN.