Liputan6.com, Jakarta - Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Tiap tahun ada sekitar 4 ribu perempuan yang meninggal dunia akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas.
Ketua Umum Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Profesor Dr dr Budi Wiweko SpOG (K), menilai ada empat faktor yang membuat angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi.
“Pertama adalah terkait sistem rujukan, lalu akses secara demografi tidak terlalu baik,” kata Budi Wiweko, yang akrab disapa Iko, ditemui di Rumah POGI Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.
Advertisement
Faktor ketiga, lanjut dia, terkait dengan penanganan standar pelayanan. “Misalnya pada bedah emergency, bedah obstetri emergency, harusnya time response 30 menit. Pada kondisi pasien yang tidak baik, penanganan harus cepat,” ujarnya.
Faktor keempat adalah sistem kesehatan Indonesia. Menurut Iko, perlu ada perbaikan menyeluruh, mulai dari deteksi dini di layanan primer, penegakan diagnosis, hingga kualitas penanganan selama kehamilan dan persalinan.
Ia menambahkan, tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari sistem tersebut. Namun, persoalan tidak berhenti pada jumlah tenaga medis saja, melainkan juga pemerataan distribusi dan kesiapan fasilitas pendukung.
“Bukan hanya dokter spesialis, tapi juga kesiapan rumah sakit daerah, tenaga ahli anestesi, hingga ketersediaan bank darah. Itu semua sangat menentukan,” kata dia.
Selain itu, faktor non-medis seperti kondisi ekonomi, budaya, hingga pembiayaan layanan kesehatan juga turut memengaruhi. Kombinasi berbagai faktor ini membuat upaya penurunan angka kematian ibu membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif.
Menkes Budi, Penyebab Utama AKI: Hipertensi
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Tiap tahun sekitar 4 ribu ibu meninggal dunia dari 4,8 juta yang melahirkan. Lalu, bayi yang meninggal saat atau sesaat usai lahir sekitar 24 ribu jiwa.
"Memang masih tinggi," akui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat kerja bersama DPR, Senin. 20 April 2026.
Berbicara mengenai penyebab, Budi mengatakan pada ibu faktor hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab utama.
"Pada ibu, meninggalnya nomor satu itu karena hipertensi, maka terjadi preeklampsia atau eklampsia," tutur Budi.
Maka dari itu, ia menekankan upaya pencegahan. Budi berharap masyarakat bisa memeriksakan kesehatan termasuk lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bila diketahui ibu mengalami hipertensi maka perlu dikontrol.
"Untuk mengurangi angka kematian ibu ya jangan punya hipertensi saat hamil, kalau memang hipertensi harus minum obat," tutur Budi.
Sementara itu pada bayi, selain komplikasi saat melahirkan, penyebab kematian yang kerap terjadi adalah asfiksia. Ini adalah suatu kondisi bayi gagal bernapas spontan dan teratur saat lahir, menyebabkan kurangnya oksigen (hipoksia) dan penumpukan karbon dioksida.
"Asfiksia ini juga karena masalah saat prosedur terlalu lama atau ada komplikasi, sehingga anak enggak bisa bernapas," tutur Budi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292184/original/051444300_1783587540-IMG-20260709-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561752/original/038115500_1776759111-532236ae-bd51-4b0f-8b79-03a2276281b6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235704/original/007839600_1748429724-Screenshot_2025-05-28_174324.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Campak, dari Persia ke Amerika dan Indonesia](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/MwVYjLpT6BXZx8brpUw3-BlkvYA=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533468/original/037178300_1773738302-Tjandra_Yoga_Aditama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544200/original/042885400_1775093095-Usaha_Kerajinan_Tangan_Kustom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559990/original/038897500_1776655094-cuci_darah__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560896/original/039680200_1776707395-Screenshot_2026-04-21_004758.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560894/original/016090900_1776706450-Screenshot_2026-04-21_003254.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4819587/original/068816300_1714644404-56923.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560387/original/017807300_1776667062-virus_campak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3043960/original/045550800_1581052109-hao-shaw-Dqrlp6cMLkE-unsplash.jpg)