Liputan6.com, Jakarta - Bayi yang lahir dengan kaki X atau O pada umumnya masih termasuk pertumbuhan normal. Namun, orang tua perlu waspada jika kelengkungan tungkai terlihat tidak wajar atau bertahan lama setelah fase pertumbuhan.
Kondisi patologis yang dibiarkan berisiko memicu pengapuran dini dan kerusakan pada tulang lutut di masa depan. Untuk mengatasi hal ini, kini tersedia teknik guided growth surgery sebagai prosedur koreksi tulang X dan O.
Menurut dokter spesialis ortopedi konsultan dan bedah tulang, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, teknik bedah konvensional biasanya memerlukan pemotongan tulang dan berisiko menimbulkan perdarahan besar. Sementara itu, guided growth surgery merupakan prosedur yang lebih alami untuk anak.
Advertisement
"Guided growth adalah operasi di mana kita mengarahkan lempeng pertumbuhan supaya tumbuh dengan arah yang sesuai, dan prosedur ini menggunakan sayatan kecil," ujar Aulia dalam diskusi media pada Rabu, 28 Januari 2026.
Sayatan pada prosedur ini hanya sekitar 2,5 s.d 6 cm untuk menjangkau lempeng pertumbuhan. Kemudian dipasang implan logam kecil berbentuk angka delapan (tension band plate) yang dikunci dengan sekrup non-permanen.
Teknik ini juga memanfaatkan citra radiologi fluoroskopi untuk memastikan letak implan akurat tanpa menembus ruang sendi atau merusak struktur permanen lempeng pertumbuhan.
Keunggulan prosedur ini antara lain:
- Minim perdarahan karena tidak ada pemotongan tulang.
- Mekanisme alami: sekrup menjepit satu sisi lempeng pertumbuhan sehingga sisi lainnya bisa tumbuh lebih banyak untuk meluruskan tungkai.
- Pemulihan cepat: Anak dapat berjalan atau menggerakkan kaki beberapa jam setelah operasi, tergantung toleransi nyeri masing-masing.
Waktu Tepat untuk Tindakan
Aulia menekankan bahwa prosedur ini efektif jika anak masih memiliki sisa masa pertumbuhan yang cukup.
"Kita bisa pilih opsi guided growth untuk pasien yang masih punya sisa masa pertumbuhan lebih dari dua tahun,"Â katanya.
Jika anak sudah mendekati akhir masa pertumbuhan, sekitar usia 14 tahun ke atas, efektivitas prosedur akan berkurang karena tulang tidak lagi memiliki waktu cukup untuk tumbuh.
Hasil prosedur tidak instan karena mengikuti proses alami tubuh. Oleh karena itu, observasi berkala sangat penting untuk memantau koreksi derajat kelurusan, yang biasanya terlihat dalam beberapa bulan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290674/original/005559600_1753153709-8e35537e-7cca-4577-b62d-ae6341876526.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486971/original/031412300_1769651868-omc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4016935/original/020348600_1652073250-jalan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486648/original/059762700_1769593563-gangguan_kecemasan_anak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3317424/original/028829400_1607329507-mehrad-vosoughi-SsKf1L6rWJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486312/original/037172700_1769583332-edukasi_gizi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486404/original/056990000_1769585641-ghufron_mukti.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 11 Dampak Gas Tertawa Whip Pink bagi Kesehatan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/n_agQftbjTvxUITJEPxqVRSgoaw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084733/original/058243100_1736341631-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485940/original/071080200_1769570598-bgs_harga_obat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752420/original/089012400_1708843503-WhatsApp_Image_2024-02-25_at_13.44.45_51cc8d79.jpg)