[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 11 Dampak Gas Tertawa Whip Pink bagi Kesehatan

BNN dan FDA peringatkan bahaya gas tertawa Whip Pink. Penyalahgunaan N20 bisa sebabkan kerusakan saraf, gangguan otak, hingga kematian.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan bahwa penyalahgunaan gas tertawa alias Whip Pink (N2O) untuk efek euforia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf permanen, hingga kematian.

Kepala BNN RI mengatakan bahwa di luar konteks medis, N2O di lapangan dapat disalahgunakan sebagai inhalan untuk mendapatkan efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.

Pernyataan Kepala BNN ini tentu sangat tepat, karena menghirup N2O tanpa pengawasan petugas berwenang jelas sangat berbahaya. N2O sendiri adalah gas yang tidak berwarna dan memiliki kesan berbau manis.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) atau 'BPOM-nya Amerika Serikat', menghirup N2O memiliki sejumlah dampak buruk bagi kesehatan. Beberapa di antaranya:

  1. Sakit kepala,
  2. Asfiksia,
  3. Timbulnya bekuan darah,
  4. Gangguan hitung darah,
  5. Gangguan buang air besar dan buang air kecil,
  6. Lemah di tungkai,
  7. Sulit melangkah/berjalan,
  8. Palpitasi,
  9. Defisiensi vitamin B12,
  10. Gangguan kejiwaan (depresi, paranoid, halusinasi), hingga
  11. Gangguan kesadaran.

Pada beberapa kondisi berat, penggunaan N2O bahkan dapat menimbulkan kematian. Sementara itu, pada mereka yang berkali-kali menghirup N2O, dapat timbul gangguan neurologik dan bahkan gangguan otak.

 

Penggunaan N20 di Balik Fenomena Whip Pink

Data lain juga menunjukkan bahwa penggunaan N2O berkepanjangan dapat menurunkan kesuburan atau fertilitas dan, pada keadaan tertentu, menimbulkan keguguran.

Sementara itu, The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa gejala akibat menghirup N2O dapat berupa sesak napas, pusing dan bingung, sakit kepala, asfiksia, radang dingin di bawah kulit (“frostbite”), serta gangguan reproduksi.

CDC menyampaikan bahwa organ tubuh yang dirusak (“target organ”) adalah sistem pernapasan, sistem saraf, dan sistem reproduktif.

Dengan berbagai bahaya yang ada, maka jangan menggunakan N2O hanya untuk alasan sensasi sesaat. Menurut FDA, di Amerika Serikat gas N2O ini dijual, baik secara langsung maupun daring, dengan berbagai merek, seperti:

  1. Cloud 9ine,
  2. Cosmic Gas,
  3. ExoticWhip,
  4. Goo Sticks,
  5. Miami Magic,
  6. Whip-it!, serta yang terbaru
  7. FastGas dan NITROX.

Artinya, terdapat banyak sekali merek di pasaran, dan hal ini juga perlu diwaspadai di negara kita.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara,

Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta

Kepala Balitbangkes Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI, dan

Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025