Mikroplastik adalah Ancaman Tersembunyi bagi Kulit Sensitif dan Skin Barrier

Mikroplastik bisa picu iritasi dan jerawat pada kulit sensitif dengan skin barrier rusak. Ini cara mencegahnya.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paparan mikroplastik kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau skin barrier yang rusak. Tanpa disadari, partikel kecil ini bisa memperparah peradangan dan membuat kulit semakin reaktif terhadap lingkungan sekitar. Anggota Laborè Derma Council,  dr. FX Clinton, Sp.DVE, mikroplastik berperan sebagai alergen, sama halnya dengan polusi udara. 

Zat ini bisa memicu reaksi pada kulit, terutama jika lapisan pelindung kulit tidak berfungsi optimal. "Mikroplastik, secara keseluruhan dia sebagai alergen. Polusi, mikroplastik, segalanya itu alergen, terutama bagi yang barier kulitnya tidak bagus," ujar dr. Clinton kepada Health Liputan6.com belum lama ini.

Lapisan pelindung kulit atau skin barrier berfungsi menjaga kelembapan alami sekaligus melindungi kulit dari zat asing. Namun, kebiasaan menggunakan produk skincare dengan bahan asam (acid) secara berlebihan dan terlalu sering eksfoliasi bisa membuat barier ini melemah.

Apa yang Terjadi Saat Lapisan Pelindung Kulit Rusak?

 Saat lapisan pelindung kulit rusak, kulit menjadi lebih sensitif terhadap zat seperti mikroplastik. Dampaknya bisa berupa kemerahan, gatal, hingga munculnya jerawat atau eksim. "Kalau kita pakai skincare dengan acid berlebihan atau terlalu sering eksfoliasi, kulit jadi lebih responsif terhadap mikroplastik," tambahnya.

Meskipun riset tentang dampak langsung mikroplastik terhadap kulit masih berkembang, dr. Clinton menegaskan bahwa paparan jangka panjang bisa memperburuk kondisi kulit tertentu. Bagi orang yang memiliki eksim atau jerawat aktif, paparan mikroplastik dapat memperburuk peradangan. 

"Kalau punya eksim, paparan mikroplastik bisa meng-enhance atau memperparah inflamasi," kata dr. Clinton.

Pentingnya Jaga Pola Makan untuk Kulit Wajah

Namun, dia menekankan bahwa faktor dari dalam tubuh, seperti pola makan, juga berperan besar terhadap kondisi kulit. Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat memicu proses peradangan internal yang memperburuk jerawat dan memperlambat penyembuhan kulit.

"Kalau untuk acne atau eksim, lebih banyak dipengaruhi oleh apa yang kita makan setiap hari. Gula berlebihan bisa memperparah proses peradangan tanpa disadari," tambahnya.

Untuk melindungi kulit dari efek negatif mikroplastik dan polusi, dr. Clinton menyarankan memperkuat pertahanan tubuh dari dalam. 

Caranya, dengan mengkonsumsi makanan tinggi antioksidan dan antiinflamasi seperti sayuran segar. "Polusi dan radikal bebas itu berhubungan. Jadi yang utama adalah antioksidan. Kita perlu makan makanan yang mengandung antiinflamasi, seperti sayur-sayuran," katanya.

Manfaat Jus Seledri

Salah satu contoh sederhana adalah jus seledri, yang kaya antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri alami. Rutin mengonsumsinya dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit berjerawat. Selain itu, batasi konsumsi minuman manis seperti matcha latte dengan gula aren atau minuman susu berpemanis, karena kandungan gula tinggi bisa memicu proses glikasi, kerusakan sel yang mempercepat penuaan dan memperburuk jerawat.

"Dengan mengurangi gula, makan sehat, dan melindungi mikrobioma kulit, kondisi kulit akan jauh lebih baik," pungkas dr. Clinton.

Â