Vaksinasi Jadi Langkah Utama Cegah Campak, Gizi Juga Tak Kalah Penting

Vaksinasi menjadi langkah utama untuk mencegah penularan campak dan melindungi kesehatan anak sejak dini.

Diterbitkan 02 September 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Campak masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia bahkan menyebabkan Kejadian Luar Biasa di campak, Penyakit yang sangat menular ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya seperti diare berat, radang paru, hingga radang otak. Karena itu, vaksinasi menjadi langkah utama untuk mencegah penularan campak dan melindungi kesehatan anak sejak dini.

"Vaksinasi adalah satu-satunya pencegahan utama campak,” ujar dokter spesialis anak Ria Yoanita. 

Meski demikian, Ria mengatakan gizi seimbang juga penting terutama dalam menjaga daya tahan tubuh dan mencegah komplikasi campak.

Dokter yang juga anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menyarankan agar anak mendapatkan asupan nutrisi makro yang merupakan sumber energi dengan kandungan protein dan lemak dan mikronutrien seperti zat besi, vitamin C, D, zinc dapat terpenuhi dalam pola makan sehari-hari.

Selain itu, tambah dia, pemberian vitamin A dosis tinggi yang sesuai usia yakni 100.000–200.000 IU selama hari berturut-turut terbukti menurunkan risiko komplikasi pneumonia, kebutaan, dan kematian.

“Namun hal ini bukan untuk pencegahan rutin, dan dosis tinggi tanpa indikasi bisa berbahaya,” kata Ria mengutip Antara.

KLB Campak di Sumenep

Sebelumnya, tercatat ada 20 anak meninggal terkait campak di Sumenep, Jawa Timur dan 2 ribuan kasus campak selama tahun 2025 di sana. 

Mengingat campak bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi maka digelar imunisasi massal di Sumenep yang mengalami kejadian luar biasa (KLB).

Ditargetkan 70 ribu anak-anak di Sumenep mendapatkan imunisasi massal campak.

"Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak,” ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin. 

Mengenai pasokan vaksin campak, Budi mengatakan cukup. Ada 11 ribu vial vaksin, 1 vial rata-rata bisa dipakai untuk delapan orang.

"Jadi, cukup untuk 80 ribu anak,” ungkap Menkes Budi.

 

Hoaks Hambat Imunisasi

Imunisasi amat penting dalam mencegah campak. Sayangnya, masih banyak hoaks terkait vaksinasi. Maka dari itu, Budi juga mengingatkan untuk tidak mempedulikan hoaks terkait imunisasi.

“Sekarang kan banyak berita-berita WhatsApp mengenai jangan imunisasi, jangan vaksinasi. Teman-teman, itu sangat berbahaya dan jahat. Karena kita lihat sampai meninggal 20 anak, hanya gara-gara masyarakat diteror berita-berita itu,” ujar Budi.