Hoaks Bikin Anak Mudah Terkena Penyakit hingga Kematian, Simak Alasannya

Maraknya hoaks mendorong para orang tua jadi ragu dan memutuskan untuk tidak mengizinkan anak ikut imunisasi.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - IDAI menyebut hoaks menjadi penyebab orang tua ragu memberikan vaksin pada anak, kondisi ini bisa membuat terkena penyakit berulang bahkan bisa meninggal dunia.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio mengatakan, mitos dan hoaks seputar vaksinasi sudah sangat gencar bahkan sejak 10 sampai 15 tahun yang lalu. Kondisi ini pun menjadi tantangan untuk memperluas cakupan vaksinasi.

"Salah satu yang membuat orang ragu-ragu terhadap imunisasi adalah banyaknya mitos atau hoaks yang beredar luas, apalagi di era media sosial ini," kata Piprim, dikutip dari Antara, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, platform media sosial yang dapat menyalurkan informasi ke berbagai pengguna hanya dalam hitungan detik bisa sangat membantu dalam menyebarkan edukasi baik soal vaksinasi pada masyarakat. Namun, maraknya informasi yang salah mendorong masyarakat, khususnya para orang tua, jadi ragu dan memutuskan untuk tidak mengizinkan anak ikut imunisasi.

Piprim mencontohkan situasi di Indonesia saat ini merupakan bukti dari maraknya hoaks dan mitos tersebut. Sebagian wilayah kini harus kembali menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin seperti campak dan polio.

Dia melanjutkan, anak-anak yang tidak vaksin berisiko mudah terkena penyakit secara berulang, dapat terkena stunting hingga cacat atau meninggal dunia tergantung dari penyakit yang diderita.

"Sebetulnya vaksinnya sudah disiapkan, sudah ada dan gratis di posyandu atau puskesmas. Namun, apabila orang tua masih ragu, menjadi galau, karena terlalu banyak mitos yang dia percayai dan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak kita," tuturnya.

Vaksin Cegah Kematian

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K) menambahkan bahwa vaksinasi dapat mencegah kematian serta meningkatkan harapan hidup penerimanya.

Selain mencegah penyakit, vaksinasi juga melindungi penerima dari infeksi berulang yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Dia setuju bila mitos dan hoaks akan selalu ada mengiringi perkembangan ilmu maupun teknologi. Maka dari itu, diperlukan narasi dan literasi yang mudah dipahami tentang imunisasi di berbagai kalangan.

"Dalam hal ini media memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta tentang imunisasi," tutupnya.