Edukasi Gizi Jadi Kunci Sukses Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita

Program Makanan Bergizi Gratis untuk ibu hamil dan balita kian efektif dengan edukasi gizi. Edukasi bantu keluarga pilih pola makan sehat dan cegah stunting sejak dini.

Diterbitkan 21 Agustus 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terus diperluas, menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Namun, pemerintah menekankan bahwa distribusi makanan saja belum cukup untuk meningkatkan kualitas gizi generasi mendatang.

Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, menegaskan pentingnya edukasi gizi bagi penerima manfaat, terutama ibu hamil. Edukasi ini membantu keluarga memahami bagaimana pola konsumsi sehat memengaruhi tumbuh kembang anak.

"Ibu hamil tidak hanya diberikan paket makanan, tapi juga diedukasi tentang perkembangan anaknya," ujar Teguh dalam Talkshow Potret 1 Tahun BGN: Perjalanan Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 Agustus 2025. 

Kementerian bersama Badan Gizi Nasional menyepakati kerja sama untuk memastikan sasaran 3B --- ibu hamil, ibu menyusui, dan balita --- mendapat intervensi gizi yang tepat.

Dengan edukasi yang menyertai distribusi makanan, masalah gizi buruk diharapkan bisa ditangani lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Edukasi Ibu Hamil Jadi Investasi Generasi

Teguh menekankan bahwa intervensi gizi tanpa edukasi akan kehilangan dampak jangka panjang.

"Menjangkau ibu hamil di gunung atau kampung-kampung tidak cukup hanya mengirim paket makanan. Harus ada kader yang memberi edukasi. Inilah sasaran utama kami," ujarnya.

Melalui edukasi, ibu hamil belajar memilih bahan makanan lokal yang sehat, cara mengolahnya, hingga pola konsumsi seimbang. Ini menjadi investasi penting untuk memutus rantai stunting sejak awal kehidupan.

Program ini didukung sekitar 600 ribu tim pendamping keluarga, yang terdiri dari bidan, tenaga kesehatan, dan kader PKK. Mereka tidak hanya membagikan paket makanan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi langsung.

"Distribusi SPPG tidak hanya membagikan, tetapi juga mengedukasi. Peran lapangan sangat penting untuk memastikan perubahan perilaku gizi," kata Teguh.

Peran Kader Lapangan dalam Perubahan Perilaku

Selain edukasi, program ini mengandalkan integrasi data mikro. Kementerian dan Badan Gizi Nasional memetakan kelompok sasaran agar intervensi lebih tepat dan efisien.

"Kami punya data mikro, BGN juga punya. Dengan pemadanan data, sasaran penerima program MBG bisa lebih tajam," kata Teguh.

Dengan data akurat dan keterlibatan kader, distribusi makanan dan edukasi bisa menjangkau kelompok rentan, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di daerah terpencil.

Langkah ini juga membantu pemerintah mengukur keberhasilan program dalam menurunkan angka stunting, yang saat ini berada di 19,8 persen.