Kebiasaan Merokok Percepat Proses Penuaan Kulit dan Perlambat Penyembuhan Luka

Ini dampak kebiasaan merokok untuk kesehatan kulit menurut dokter.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya yang dapat menyerang organ-organ vital tubuh termasuk kulit.

Dokter spesialis paru di Eka Hospital Cibubur, Paulus Arka Triyoga, mengatakan bahwa merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit melalui kerusakan serat kolagen dan elastin.

“Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas, menjadi lebih keriput, tampak kusam, dan mengalami penurunan kemampuan regenerasi. Proses penyembuhan luka pada perokok juga cenderung lebih lambat,” kata dokter yang akrab disapa Arka dalam keterangan pers dikutip Minggu, 1 Juni 2025.

Kulit bukan satu-satunya bagian tubuh yang dapat terdampak oleh asap rokok, berbagai organ lainnya juga dapat dirugikan akibat paparan asap rokok, termasuk: 

Sistem Pernapasan

Paru-paru merupakan organ yang paling rentan terhadap dampak negatif merokok. Inhalasi asap rokok secara kronis menyebabkan kerusakan ireversibel pada alveoli, memicu perkembangan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), termasuk emfisema dan bronkitis kronis.

“Selain itu, risiko kanker paru-paru meningkat secara signifikan pada mereka yang memiliki riwayat merokok aktif,” jelas Arka.

Merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi seperti tuberkulosis (TBC) dan pneumonia. Penumpukan tar pada paru menghambat fungsi pernapasan secara perlahan-lahan.

Sistem Kardiovaskular

Nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung. Hal ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan peluang munculnya  penyakit jantung koroner, infark miokardium, serta stroke.

Proses aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat pembentukan plak pada dinding arteri, juga dipercepat oleh kebiasaan merokok.

 

Sistem Saraf Pusat

Nikotin memiliki sifat adiktif atau candu yang kuat dan memengaruhi kimia otak. Di samping itu, penurunan aliran darah serebral akibat penyempitan pembuluh darah dapat mengganggu fungsi kognitif dan meningkatkan kerentanan terhadap stroke.

Mata

Merokok dalam jangka panjang dapat memengaruhi penglihatan dan saraf optik. Merokok dapat menyebabkan gangguan yang memengaruhi mata seperti glaukoma, katarak, dan degenerasi makula.

 

Dampak Asap Rokok bagi Perokok Pasif

Bukan hanya pada perokok aktif, bahaya rokok juga dapat dialami oleh para perokok pasif.

“Perokok pasif mengalami risiko sama besarnya dengan perokok aktif. Mereka yang tidak merokok namun terpapar asap rokok lingkungan memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan,” ujar Arka. 

“Termasuk penyakit kardiovaskular, kanker paru-paru, infeksi saluran pernapasan (terutama pada populasi anak), asma dan alergi, serta peningkatan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS),” tambahnya.

 

Dampak Rokok bagi Generasi Muda

Arka tak memungkiri, industri rokok lewat kampanye marketingnya secara implisit meningkatkan jumlah perokok pada usia muda.

Konsumsi rokok sejak usia muda malah jauh merugikan dibandingkan saat dewasa atau tua. Ini karena organ seperti paru-paru dan otak belum berkembang secara sempurna. Kebiasaan merokok pada usia remaja juga meningkatkan risiko kecanduan yang lebih sulit dihilangkan dan perkembangan penyakit kronis di kemudian hari.

“Selain kesehatan, merokok juga dapat membawa kerugian finansial. Harga rokok yang mahal bertemu dengan kebiasaan merokok yang rutin tentunya akan menguras isi dompet Anda.”

Di samping itu, merokok juga berkontribusi terhadap rusaknya lingkungan. Asap rokok  dapat mencemari kualitas udara. Pembuangan puntung rokok yang tidak bertanggung jawab menyebabkan polusi tanah dan air akibat kandungan plastik yang sulit terurai. Proses produksi tembakau juga berkorelasi dengan penggundulan hutan untuk pembukaan ladang tembakau dan penggunaan pestisida yang berpotensi merusak ekosistem.