Sukses

Bahaya Merokok Dekat Ibu Hamil, Bikin Perkembangan Janin Melambat

Liputan6.com, Jakarta Sudah banyak bukti yang menunjukkan dampak buruk merokok. Bukan cuma sang perokok tapi juga janin yang dikandung oleh ibu hamil.

“Pengaruh rokok itu terbukti, semua sepakat dari hasil katakanlah meta analisa atau statistika review. Itu semua menunjukkan bahwa pengaruh rokok adalah janin tumbuh lambat. Secara ilmiah antara rokok dan pertumbuhan janin, ini sudah terbukti dan sangat signifikan,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Ibu hamil yang terpapar atau mengonsumsi rokok, bakal berdampak pada jalannya distribusi nutrisi ataupun oksigen yang ada pada janin dalam kandungan seperti disampaikan Hasto yang juga dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Hal itu akan memperbesar kemungkinan terjadinya kekerdilan pada anak (stunting), karena bayi bisa lahir dalam kondisi prematur ataupun berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan faktor-faktor penyebab stunting.

Data Riskesdas 2018 menyebutkan sebanyak 22,6 persen bayi lahir dalam keadaan panjang badan kurang dari 48 centimeter dan 29,5 persen lahir prematur.

Hasto meminta agar seluruh anggota keluarga yang merokok dapat lebih menjaga ibu dan anak di rumah, dengan cara tidak berada di dekat ibu dalam jarak dekat saat merokok.

"Kalau kita melarang orang merokok itu hampir pasti kita gagal. Tapi kalau mencegah orang merokok kemungkinan sukses besar. Oleh karena itu sebaiknya kita mencegahnya lewat perokok baru atau anak-anak ini,” kata Hasto mengutip Antara.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Merokok, Membunuh 290 Ribu Orang Tiap Tahun

Masalah lain yang timbul dari merokok yakni penggunaan tembakau setidaknya telah membunuh 290 ribu orang setiap tahunnya dan memicu timbulnya 33 penyakit yang berkaitan dengan rokok dengan total kematian 230.862 orang pada 2015.

Rokok juga menjadi penyebab terjadinya kematian terbesar akibat penyakit tidak menular. Adapun kerugian makro mencapai Rp596,61 triliun.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Tips Berhenti Merokok

Kerugian lain dari merokok maupun menghirup asap rokok saat hamil meningkatkan risiko anak yang dilahirkan rentan alergi. Seperti dipaparkan dokter spesialis anak yang mendalami alergi, Zakiudin Munasir.

"Asap rokok ini mengganggu barrier pertahanan saluran pernapasan. Pada saat ibu hamil merokok, janin tidak menghirup asapnya, tapi bisa masuk lewat plasenta, dan hal ini memengaruhi bayi," kata dokter Zaki beberapa waktu lalu. 

Paparan asap rokok ini membuat bayi yang awalnya memiliki pertahanan terhadap berbagai rangsangan atau zat menjadi lebih lemah. Sehingga bisa membuat anak alergi terhadap zat atau rangsangan tersebut.