Sukses

Pulang dari Zona Merah COVID-19, Hasil Tes Swab PCR Menkes Terawan Negatif

Liputan6.com, Jakarta Sepulang dari luar kota yang masuk dalam zona merah COVID-19, hasil tes swab PCR Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto negatif. Adanya hasil negatif karena Terawan beserta jajarannya menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.

Alhamdulillah, hasil swab test Pak Menteri Kesehatan baru saja keluar negatif (29 Juli 2020). Pemeriksaan ini dilakukan sebelum dan sepulang dari luar kota," kata Staf Khusus Menteri Kesehatan Mariya Mubarika kepada Health Liputan6.com melalui pesan tertulis, Rabu (29/7/2020).

"Ini adalah kabar gembira bahwa protokol kesehatan kita benar-benar protokol yang bisa menangkis serangan COVID-19."

Terawan baru saja pulang setelah berkantor di Surabaya, Jawa Timur.

"Menkes Terawan berkantor di Kota Surabaya, Banjarmasin, Makasar, Semarang. Dan kembali lagi ke Surabaya yang merupakan zona merah. Tentunya, untuk memimpin langsung penanganan COVID-19 di daerah tersebut," lanjut Mariya.

Menkes Terawan juga melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah, meliputi Surabaya, Jawa Timur (2 dan 12 Juli 2020); Solo, Jawa Tengah (3 Juli 2020); Tawangmangu, Jawa Tengah (3 Juli 2020); Sukoharjo, Jawa Tengah (3 Juli 2020); Jombang, Jawa Timur (4 Juli 2020); Manokwari, Papua Barat (7 Juli 2020); Jayapura, Papua (8 Juli 2020).

Kemudian Makassar, Sulawesi Selatan (8 Juli 2020); Semarang, Jawa Tengah (11 dan 24 Juli 2020); Banjarmasin, Kalimantan Selatan (17 Juli 2020); Cianjur, Jawa Barat (22 Juli 2020).

 

2 dari 3 halaman

Pimpin Langsung Penanganan COVID-19

Mariya menambahkan, aktivitas Terawan yang bertolak ke sejumlah daerah untuk memimpin langsung penanganan COVID-19. Setiap lokasi kunjungan, protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun dilakukannya.

"Sejak kasus pertama COVID-19 ditemukan, Pak Menkes tidak pernah work from home, bahkan mondar-mandir luar kota. Beliau memimpin langsung penanganan COVID-19 di berbagai daerah," tambahnya.

"Masalah-masalah 'macet' (kendala, hambatan) agar segera selesai. Kita berjuang untuk terlaksananya normal baru yang Bapak Presiden Joko Widodo mengatakan, sebuah tatanan kehidupan baru dengan adaptasi baru."

Dalam era kenormalan baru, aktivitas harus bisa dijalankan dengan protokol kesehatan.

"Dengan protokol kesehatan, maka aktivitas akan aman. Jika suatu aktivitas yang ada berkumpul orang kemudian ada penularan, artinya ada protokol yang dilanggar," tegas Mariya.

Saat ini, sebagian usaha dan perkantoran sudah mulai berjalan. Protokol kesehatan adalah kunci dari pemulihan usaha yang sedang berjalan ini. Jika tidak diterapkan dengan benar, maka akan terjadi kalster yang bisa saja usaha tersebut harus ditutup.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: