Sukses

Cerita Carrie yang Berjuang Lawan Depresi dengan Berenang

Liputan6.com, Inggris Carrie Longton (53) berhasil mengatasi depresi dan gangguan kecemasan yang dialaminya dengan berenang. Ia menemukan kesenangan ketika berenang setelah mengalami sejumlah peristiwa traumatis dalam hidupnya.

Saat usia 20-an, Carrie kehilangan ibunya karena kanker payudara. Belum selesai di situ, beberapa tahun terakhir ia dan adik perempuannya didiagnosis menderita penyakit yang sama, kanker payudara. Tak ayal, depresi melanda Carrie.

"Aku mengeluarkan semua perasaan di dalam air. Ibuku meninggal di usia 50-an tahun, aku, dan adik perempuanku juga didiagnosis menderita kanker payudara," ungkap Carrie, dikutip dari iNews The Essential Daily Briefing, Rabu (10/10/2018).

Ketika rasa sedih dan cemas melanda, ia menumpahkan tangisannya sembari berenang. Ketika di dalam air, ia akan menyanyikan lagu-lagu pujian. Siapa sangka, cuma berenang lima menit sudah membuat ibu tiga anak ini senang.

Adik Carrie didiagnosis menderita kanker payudara pada 2015 dan menjalani mastektomi ganda (pengangkatan dua payudara). Setahun kemudian, Carrie diberitahu dirinya juga didiagnosis penyakti yagn sama. 

“Pemeriksaan mamogramku baik-baik saja, tetapi hasil ultrasound melihat tanda-tanda awal kanker," Carrie melanjutkan.

Pada Januari 2017, Carrie juga melakukan mastektomi ganda. Cara tersebut merupakan cara terbaik untuk mengangkat kanker dari penyakit. Hal ini mengingat riwayat keluarganya yang punya kanker payudara. Namun, dokter tidak dapat menemukan alasan genetik terkait prevalensi kanker payudara yang turun temurun.

 

 

Artikel ini ditulis untuk memeringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada hari ini, 10 Oktober 2018.

 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

 

 Simak video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Kesegaran luar biasa dari berenang

Jajak pendapat YouGov yang dirilis minggu ini oleh Swim England mengungkapkan 1,4 juta orang dewasa percaya, berenang secara signifikan mengurangi gejala kecemasan atau depresi.

Hampir setengah juta orang dewasa Inggris dengan masalah kesehatan jiwa yang pernah berenang mengungkapkan, jumlah jadwal konsultasi ke profesional medis mulai berkurang.

Lebih dari 497.000 orang tidak lagi minum obat untuk mengobati gangguan kesehatan jiwa. Hal tersebut berkat berenang.

"Sangat sulit untuk dijelaskan. Yang pasti saat masuk ke dalam air, apa pun cuaca dan apa pun musimnya sangat menyenangkan. Terkadang aku berenang dengan seorang teman, tetapi cukup sering aku berenang sendiri," ujar Carrie.

Penelitian terbaru menunjukkan, sekitar 3,3 juta orang dewasa Inggris dengan masalah kesehatan jiwa berenang secara teratur. Setidaknya sekali setiap 2-3 minggu. Ketika ditanya tentang dampak pada kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 43 persen dari kelompok yang berenang teratur mengatakan, berenang membuat merasa lebih bahagia. Sementara itu, 26 persen mereka lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dan 15 persen percaya hidup terasa lebih mudah diatur.

3 dari 3 halaman

Rekomendasi berenang

Menurut Kepala kesehatan dan kesejahteraan Elaine McNish di Swim England, temuan yang dirilis tentang berenang mampu atasi depresi sangat menggembirakan.

Hal ini dapat menciptakan kelas olahraga air yang dapat direkomendasikan dokter dan profesional kesehatan kepada orang-orang dengan masalah kesehatan jiwa.

“Sebenarnya, setelah operasi kanker payudara, aku kembali bisa berenang dengan satu tangan. Karena aku tidak diperbolehkan menggunakan otot di sisi yang lain. Aku bisa masuk ke air, tetapi tidak bisa menggunakan otot dada," ujar Carrie.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
11 Juta Orang Indonesia Indonesia Alami Depresi
Artikel Selanjutnya
Wartawan, Salah Satu Profesi yang Rentan Depresi