Sukses

27 Negara Jadikan Hari Perempuan Sedunia Hari Libur Nasional

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 27 negara menjadikan Hari Perempuan Sedunia sebagai hari libur nasional. Perempuan diberi waktu untuk merayakan hari 'kemenangan' dengan tidak melakukan sedikit pun pekerjaan. Dengan membiarkan para pria yang mengambil semua peran di rumah.

Adapun negara-negara yang dimaksud antara lain Angola, Armenia, Afganistan, Azerbaijan, Belarus, Burkina Faso, Kamboja, Kuba, Georgia, Guinea-Bissau, Eritrea, Kazakhastan, Kyrgzstan, Laos, Moldova, Mongolia, Nepal, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Uganda, Ukraina, Uzbekistan, Vietnam, dan Zambia.

Dua negara tersisa adalah Cina dan Madagaskar, yang hanya meliburkan perempuan saja pada perayaan Hari Perempuan Sedunia atau Hari Perempuan Internasional.

 

1 dari 4 halaman

Negara Pertama yang Libur di Hari Perempuan Sedunia

Seperti dikutip dari situs Metro, Kamis, 8 Maret 2018, negara pertama yang memulai langkah berani untuk meliburkan pekerja perempuan untuk merayakan Hari Perempuan Sedunia adalah Cina.

Diperkirakan bahwa New York yang pertama mencetuskan Hari Perempuan Sedunia pada 1909. Guna memberi penghormatan bagi kaum perempuan yang berani tampil mambawa hak-hak sesama ke depan. Termasuk dalam hal hak pilih.

Namun saat itu, perayaan Hari Perempuan Internasional bukan pada 8 Maret melainkan 28 Februari.

 

2 dari 4 halaman

Tanggal Pasti Perayaan Hari Perempuan Sedunia

Satu tahun berselang. Sebanyak 100 delegasi dari 17 negara mengadakan Konferensi Perempuan Sosial Internasional (ISWC) di bulan Agustus. Topik yang mereka bahas, menetapkan tanggal Hari Perempuan Sedunia untuk mempromosikan persamaan hak.

Sembilan bulan kemudian, lebih dari satu juta orang di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss merayakan Hari Perempuan Sedunia dengan mengadakan demonstrasi untuk meminta hak-hak perempuan.

 

3 dari 4 halaman

Hari Perempuan Sedunia pada 8 Maret 1914

Gong belum juga dibunyikan. Kebimbangan untuk menetapkan kapan Hari Perempuan Sedunia belum juga menemukan titik temu. Amerika Serikat mengambil tindakan sendiri, dan sepakat Hari Perempuan Sedunia diadakan pada 8 Maret 1914.

Negara-negara lain mulai mengekor AS. Cina mengadakan perayaan sendiri dengan membuat Hari Perempuan Sedunia sebagai libur nasional. Hanya saja perlakuan istimewa ini untuk perempuan.

Tahun 1977, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengundang negara-gara anggota untuk sama-sama memantapkan bahwa 8 Maret adalah Hari PBB untuk hak-hak perempuan dan perdamaian dunia. Hari Perempuan Sedunia mendapat tanggal pasti.

Artikel Selanjutnya
Antara Karier dan Keluarga, 4 Peneliti Perempuan Indonesia Bagi Cerita
Artikel Selanjutnya
Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Pahami Cara Cegah Kanker Serviks