Liputan6.com, Jakarta - Investor asing masih melakukan aksi jual saham sepanjang 2026. Aksi jual oleh investor asing itu dinilai didorong sejumlah faktor, seperti review penyedia indeks global MSCI.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI),Sabtu (17/10/2026), investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 3,34 triliun pada Jumat, 16 Oktober 2026. Aksi jual itu menambah besaran aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 88,19 triliun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11,57% menjadi 5.185,10 pada Jumat, 16 Oktober 2026. Koreksi IHSG itu membawa kinerja IHSG secara year to date (ytd) turun 40,04% menjadi 5.185,10.
Advertisement
Investment Specialist Syailendra Capital, Adrian Polisar menuturkan, faktor utama yang memicu aksi jual investor asing pada emiten-emiten adalah overhang menjelang peninjauan indeks MSCI pada November 2026. Investor asing memilih bersikap defensif dan menunda penambahan eksposur ke pasar saham Indonesia.
Sentimen MSCI mendominasi karena dampaknya bersifat struktural. Ia mengatakan, banyak dana global terutama yang bersifat pasif dan mengacu pada indeks, mengalokasikan dananya berdasarkan bobot negara dalam indeks acuan. Selama status dan bobot Indonesia masih menunggu keputusan, investor asing cenderung menahan diri, sehingga faktor ini lebih berpengaruh dibandingkan sentimen ekonomi lainnya.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi sektor atau emiten tertentu dapat menjadi risiko yang dapat memicu koreksi pada IHSG.
“Pelemahan rupiah dapat menggerus imbal hasil investor asing dalam mata uang dolar AS, sementara perubahan kebijakan pemerintah dapat memengaruhi prospek laba emiten yang terdampak secara langsung,” kata Adrian kepada Liputan6.com, Senin, 12 Oktober 2026 ditulis Sabtu (17/10/2026).
Namun, pihaknya melihat ruang penurunan lanjutan dari sisi arus dana asing relatif terbatas, karena kepemilikan asing di IHSG saat ini sudah sangat kecil.
Dampak Vietnam Jadi Secondary Emerging Market
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
Saat ditanya mengenai dampak status pasar saham Vietnam dinaikkan menjadi secondary emerging market, Adrian menuturkan, hal itu berdampak tidak langsung terhadap pasar saham Indonesia. Ada kemungkinan sebagian arus dana akan beralih ke indeks saham Vietnam.
"Sangat mungkin sebagian porsi bobot Indonesia di indeks akan terampil, dan sebagian arus dana akan beralih ke indeks saham Vietnam. Kondisi ini diperkuat oleh status IHSG yang saat ini masih dalam kondisi pembekuan (freeze). Dalam situasi tersebut, arus dana global kemungkinan akan mengalir lebih dahulu ke Vietnam sebelum kembali melirik Indonesia,” ujar dia.
Lalu bagaimana potensi asing masuk ke pasar saham Indonesia?
Adrian menuturkan, hal itu akan bergantung dari konsistensi perbaikan yang dilakukan regulator domestik sudah diakui oleh penyedia indeks global. “Jika pengakuan itu diperoleh, jalur masuk arus dana asing ke IHSG akan terbuka kembali dan dapat menjadi katalis positif bagi pasar,” ujar Adrian.
Sebaliknya, jika penyedia indeks global menilai perbaikan itu belum cukup konsisten, investor asing kemungkinan masih akan menahan diri.
"Dalam skenario ini arus dana asing belum akan kembali secara signifikan pada akhir tahun. Dengan demikian, hasil evaluasi ini menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan arah foreign flow dalam dua bulan terakhir pada 2026,” kata dia.
Bagaimana strategi investasi saham jelang pengumuman MSCI November 2026?
Adrian menuturkan, dalam kondisi pemulihan yang tidak merata ini, strategi pemilihan saham tetap fokus pada perusahaan dengan valuasi yang menarik, potensi pertumbuhan laba yang jelas serta potensi dividen yang menarik.
“Kami juga mengutamakan sektor-sektor yang diuntungkan oleh kondisi global saat ini. Dengan pendekatan yang berbasis fundamental ini, investor dapat tetap memperoleh peluang imbal hasil yang baik tanpa harus bergantung pada keputusan indeks saja.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4208980/original/019200800_1667188239-WhatsApp_Image_2022-10-30_at_15.50.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375685/original/060206000_1792209020-investor_saham_rico_bayu-17_oktober_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375643/original/068278300_1792202567-Merdeka_Gold_Resources-17_Oktober_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074971/original/020239200_1584006691-20200312-Wall-Street-6.jpg)