Indonesia-Australia Luncurkan KINETIK untuk Investasi Iklim dan Infrastruktur

KINETIK fokus memperbaiki regulasi, mentransfer teknologi, dan menyusun skema pembiayaan campuran agar proyek ramah lingkungan di Indonesia layak investasi.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Australia pada Kamis (20/8/2026) meluncurkan KINETIK, kemitraan unggulan senilai AUD 600 juta atau sekitar Rp 7,59 triliun untuk mendukung investasi infrastruktur dan iklim yang berkelanjutan di seluruh Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Kemitraan ini akan mendukung proyek-proyek di bidang energi terbarukan, air dan sanitasi, pengelolaan sampah, serta transportasi berkelanjutan. KINETIK juga akan mendorong inovasi digital dan pembangunan yang inklusif.

Kedutaan Besar Australia di Jakarta dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan bahwa tiga investasi diumumkan dalam peluncuran KINETIK untuk menunjukkan bagaimana kemitraan tersebut mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Ketiga alokasi modal awal ini merupakan bagian dari realisasi gelombang pertama di bawah payung pendanaan KINETIK.

Investasi pertama senilai USD 35 juta berasal dari KINETIK Affirma Capital Climate Transition Fund melalui Private Infrastructure Development Group untuk Bright Nusantara Energy. Perusahaan tersebut mengoperasikan proyek tenaga mikrohidro dan surya berkapasitas 30 megawatt di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Lombok Timur.

Investasi kedua senilai USD 13 juta melalui Australian Development Investments (ADI) ditujukan ke Circulate Capital Asia Fund II, yang mendukung perusahaan-perusahaan yang mengembangkan solusi daur ulang dan pengelolaan sampah.

Investasi ketiga senilai USD 16,65 juta berupa investasi filantropi dan publik Australia melalui ADI untuk Asia Climate-Smart Landscape Fund, yang membiayai perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang pertanian berkelanjutan, agroforestri, dan akuakultur.

KINETIK secara resmi diluncurkan di Kementerian Keuangan RI oleh Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia Herman Saheruddin, Deputi Menteri Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Putut Hari Satyaka, serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath.

"KINETIK mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia-Australia dan komitmen bersama kita untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif," kata Kamath.

"Dengan menggabungkan keahlian dan investasi Indonesia dan Australia, KINETIK akan membantu menarik investasi untuk proyek energi bersih dan infrastruktur berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat masyarakat, serta menciptakan peluang baru dalam ekonomi hijau."

Sementara itu, Herman berharap kemitraan tersebut akan terus memperkuat upaya bersama dalam memajukan kebijakan pembiayaan berkelanjutan, mengembangkan infrastruktur hijau, dan memperluas akses pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Saya berharap kemitraan ini akan terus memperkuat upaya bersama kita dalam memajukan kebijakan pembiayaan berkelanjutan, mengembangkan infrastruktur hijau, dan memperluas akses pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," tutur  Herman.