Liputan6.com, Jakarta - Cara kenali orang dengan integritas tinggi tidak cukup dilihat dari ucapan yang terdengar bijak. Sikap sebenarnya justru tampak dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus, termasuk saat tidak ada yang mengawasi.
Melansir dari laman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada beberapa nilai integritas yang menjadi pegangan, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Nilai-nilai itu diharapkan membantu seseorang agar tidak mudah tergoda berbuat curang.
Karena integritas tumbuh dari kebiasaan, Anda bisa menilainya lewat perilaku yang tampak sehari-hari. Berikut adalah cara kenali orang dengan integritas tinggi dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).
Advertisement
1. Perilakunya Sama, Ada maupun Tidak Ada yang Melihat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365527/original/057142500_1791182687-pexels-silverkblack-36714210.jpg)
Tanda yang paling mudah dikenali adalah konsistensi. Orang dengan integritas tinggi tetap bersikap jujur dan taat aturan meskipun tidak ada atasan, kamera, atau rekan kerja yang memperhatikan. Ia tetap antre dengan tertib, tidak menyalin hasil kerja orang lain, dan tidak mengambil barang yang bukan miliknya. Perhatikan pula bagaimana seseorang bersikap ketika merasa aman untuk berbuat curang, sebab di situlah karakter aslinya terlihat.
Melansir dari buku Character Strengths and Virtues: A Handbook and Classification (2004) karya Christopher Peterson dan Martin E. P. Seligman, integritas dimasukkan sebagai kekuatan karakter yang berkaitan dengan kejujuran, moralitas, dan sifat dapat dipercaya. Artinya, integritas tidak berhenti pada ucapan. Nilai ini tampak lewat tindakan yang berulang di berbagai situasi, termasuk ketika tidak ada yang menuntut atau menilai.
Advertisement
2. Memulai Hari dengan Niat yang Jelas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365528/original/065881600_1791182687-pexels-mikhail-nilov-6969741.jpg)
Integritas sering terbentuk dari rutinitas yang tampak sepele. Orang yang berintegritas biasanya tidak terburu-buru memulai aktivitas, tetapi meluangkan waktu sejenak untuk menata niat dan prioritas. Kebiasaan ini membuatnya lebih siap mengambil keputusan yang selaras dengan nilai yang diyakini, terutama saat jadwal sedang padat.
Tandanya terlihat dari cara ia menjalani hari. Ia tahu apa yang ingin dicapai dan tidak asal menyanggupi permintaan hanya agar terlihat sibuk atau disukai. Ketika keadaan menjadi kacau, ia tetap berusaha memegang prinsip dan tidak mencari jalan pintas yang merugikan orang lain.
3. Menepati Janji dan Selaras antara Kata dan Perbuatan
Orang dengan integritas tinggi berhati-hati sebelum berjanji. Ia tidak mudah mengiyakan sesuatu yang sebenarnya tidak sanggup dilakukan, tetapi berusaha penuh memenuhi hal yang sudah disepakati. Jika ada halangan, ia memberi kabar lebih awal dan menawarkan solusi, bukan menghilang tanpa penjelasan. Prinsipnya sederhana: lebih baik menolak dengan jujur daripada menyetujui lalu mengecewakan.
Keselarasan kata dan perbuatan juga terlihat pada hal kecil, seperti datang tepat waktu, mengembalikan barang pinjaman, atau melunasi utang sesuai kesepakatan. Di dunia kerja, sikap ini membuat rekan merasa aman menyerahkan tanggung jawab penting kepadanya. Kepercayaan tumbuh pelan-pelan dari janji-janji kecil yang selalu ditepati.
4. Berani Mengakui dan Bertanggung Jawab atas Kesalahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365529/original/072073300_1791182687-pexels-silverkblack-36733325.jpg)
Setiap orang pernah salah, termasuk mereka yang berintegritas tinggi. Bedanya, ia mengakui kesalahan tanpa menyalahkan orang lain atau sibuk mencari alasan. Kalimat seperti "itu kesalahan saya" terdengar wajar dari mulutnya, dan ia tidak menunggu ditegur lebih dulu.
Setelah mengaku, ia langsung berpikir tentang perbaikan. Ia menyampaikan apa yang terjadi, meminta maaf bila perlu, lalu memperbaiki dampaknya. Dalam daftar KPK, sikap ini sejalan dengan nilai tanggung jawab, yakni berani mengakui kesalahan dan dapat diandalkan. Orang seperti ini biasanya dihormati karena kesalahan tidak membuatnya kehilangan martabat.
Advertisement
5. Tetap Jujur Meski Tidak Menguntungkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365530/original/077661500_1791182687-pexels-silverkblack-36765721.jpg)
Jujur ketika keadaan menguntungkan itu mudah. Ujian sesungguhnya muncul saat kejujuran membuat seseorang rugi, malu, atau kehilangan kesempatan. Orang berintegritas tinggi tetap memilih jujur, misalnya melaporkan kelebihan uang kembalian, mengakui hasil kerja yang belum selesai, atau menolak ikut menutupi kecurangan.
Ia juga tidak membesar-besarkan prestasi dan tidak mengambil pujian atas kerja orang lain. Ketika memberi pendapat, ia menyampaikan fakta dengan cara yang santun, bukan berbohong demi menyenangkan lawan bicara. Kejujuran semacam ini menjadi dasar mengapa orang lain merasa tenang bekerja sama dengannya.
6. Disiplin Diri dan Rutin Melakukan Introspeksi
Orang berintegritas bukan berarti selalu merasa kuat. Ada hari ketika ia lelah, kecewa, atau ingin menyerah. Namun, ia menyadari kondisi itu dan mengelolanya melalui disiplin diri serta refleksi yang rutin, misalnya menulis catatan harian atau merenung sebelum tidur.
Dalam refleksi itu, ia bertanya apakah tindakannya hari ini sudah selaras dengan nilai yang dipegang. Jika belum, ia menyusun langkah perbaikan untuk esok hari. Kebiasaan ini membuatnya tidak mudah membenarkan kesalahan sendiri dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
7. Adil dan Menghargai Semua Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365531/original/083343800_1791182687-pexels-silverkblack-36733360.jpg)
Cara seseorang memperlakukan orang lain, terutama yang tidak punya kuasa, menunjukkan banyak hal tentang integritasnya. Orang berintegritas tinggi bersikap sopan kepada atasan, rekan, petugas kebersihan, maupun pelayan restoran. Ia tidak menjilat orang berpengaruh dan tidak meremehkan orang yang dianggap lebih rendah.
Keadilan juga tampak saat ia mengambil keputusan. Ia tidak pilih kasih terhadap teman dekat, tidak memakai pengaruh untuk keuntungan pribadi, dan mau mendengar pihak yang berbeda pendapat. KPK mencantumkan adil sebagai salah satu dari sembilan nilai integritas, yaitu bersikap lurus dan tulus dalam memperlakukan sesama.
Advertisement
8. Terus Belajar dan Terbuka terhadap Masukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365532/original/090124200_1791182687-pexels-mikhail-nilov-7734588.jpg)
Orang berintegritas tinggi biasanya haus belajar karena ia ingin menjadi versi terbaik dirinya. Ia membaca, bertanya, dan mencoba hal baru, lalu menerapkannya dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan. Ia juga tidak merasa paling tahu sehingga mau mengakui bahwa pengetahuannya masih terbatas.
Sikap ini tampak ketika ia menerima kritik. Ia tidak langsung membela diri, tetapi mendengarkan dan menimbang apakah masukan itu benar. Jika benar, ia memperbaikinya tanpa dendam kepada pemberi kritik. Keterbukaan seperti ini menunjukkan bahwa ia lebih peduli pada kebenaran daripada gengsi.
Cara Melatih Integritas Diri
Integritas bukan bakat bawaan, melainkan keterampilan karakter yang bisa dilatih. Mulailah dari hal kecil, seperti menepati jadwal, mengakui kekeliruan saat itu juga, dan menolak kecurangan kecil yang sering dianggap wajar.
Catat nilai yang paling Anda pegang, lalu cocokkan dengan tindakan harian. Bila ada yang tidak selaras, perbaiki sedikit demi sedikit. Konsistensi pada hal kecil inilah yang pada akhirnya membentuk reputasi yang bisa dipercaya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kenali Orang dengan Integritas Tinggi
1. Apa arti integritas?
Integritas adalah keselarasan antara nilai yang diyakini, ucapan, dan tindakan. Orang berintegritas tetap jujur dan bertanggung jawab meski tidak ada yang mengawasi.
2. Apa saja sembilan nilai integritas versi KPK?
Sembilan nilai tersebut adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.
3. Apakah orang berintegritas tinggi tidak pernah salah?
Mereka tetap bisa salah. Perbedaannya, mereka mengakui kesalahan, bertanggung jawab, dan segera memperbaikinya.
4. Apakah integritas bisa dilatih?
Bisa. Integritas terbentuk dari kebiasaan kecil yang konsisten, seperti menepati janji, bersikap jujur, dan rutin introspeksi.
5. Mengapa integritas penting di tempat kerja?
Integritas membangun kepercayaan antarrekan kerja. Tim yang saling percaya cenderung lebih kompak dan minim konflik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365526/original/050996500_1791182687-pexels-silverkblack-36733304.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546112/original/015279100_1775274539-Screenshot_2026-04-04_104540.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293109/original/043717500_1783673303-IMG_0564.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4802760/original/044350300_1713245925-20240416-Hari_Pertama_ASN_Setelah_Cuti_Lebaran-HER_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262238/original/098378500_1781776280-Integ.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356331/original/010831100_1790159458-01M36STY98VZG7ZTPT1BV1KM16.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365453/original/015511400_1791178750-4974d270-c204-4606-a568-2c080bcbc2b1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356325/original/041325700_1790159452-01M36SKZJW250TAK5TJFJ42VY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356321/original/073740100_1790159447-01M36STQ08M5PYMJKTYZAK4DYD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365224/original/050281700_1791161913-pexels-karola-g-4968388.jpg)