Pesawat Air India Turbulensi Hebat, Penumpang Terlempar dari Kursi

Pesawat Air India tujuan Delhi dari Phuket mengalami turbulensi saat tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Sebanyak 13 penumpang yang baru kembali dari Phuket dan empat awak kabin pesawat Air India tujuan Delhi harus menjalani perawatan di rumah sakit pada Senin setelah pesawat yang mereka tumpangi mengalami turbulensi hebat.

Dikutip dari Time of India, Kamis (6/8/2026), pesawat Airbus A320 (VT-EXO) yang mengangkut 145 orang itu tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki. Guncangan mendadak membuat sejumlah penumpang terlempar dari kursi dan membentur kompartemen bagasi di atas kepala, sementara awak kabin juga terjatuh akibat kerasnya guncangan.

Pilot berhasil mengendalikan kembali pesawat yang hanya mengalami kerusakan ringan. Setelah keluar dari area turbulensi di dekat Odisha, pesawat melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di Delhi pada pukul 11.07 waktu setempat.

Sebanyak 17 penumpang dan awak kemudian dibawa ke Medanta, India Spinal Injury Centre, dan Fortis Hospital di Vasant Kunj untuk mendapatkan perawatan.

Salah seorang penumpang asal Italia, Viviana, menceritakan pengalaman mencekam tersebut kepada sejumlah kantor berita. "Kami pikir kami akan mati. Saya gemetar dan menangis. Itu sangat mengerikan. Sekarang saya tidak bisa mendengar dengan baik," ujarnya.

Ia juga mengatakan melihat saudara perempuannya terlempar dari kursi, sementara ibunya mengalami benturan di kepala. Ponselnya ikut terlempar, dan sejumlah penumpang yang duduk di belakangnya juga mengalami luka.

"Seorang penumpang pria mengalami pendarahan di wajah," katanya.

Pilot senior kembali mengingatkan bahwa turbulensi udara cerah atau clear air turbulence dapat terjadi kapan saja. Karena itu, penumpang disarankan untuk selalu mengenakan sabuk pengaman, meski dalam keadaan longgar, guna mengurangi risiko cedera. Penumpang lain mengatakan dirinya sedang tertidur ketika pesawat mengalami turbulensi yang berlangsung sekitar dua hingga tiga menit.

 

Flight Data Recorder Telah Diamankan

Pemerintah India menyatakan bahwa pesawat telah dipindahkan ke hanggar, sementara flight data recorder dan cockpit voice recorder telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) juga telah memulai investigasi menyeluruh atas insiden tersebut. Menteri Penerbangan Sipil Ram Mohan Naidu dan Sekretaris Samir Sinha turut mengunjungi para korban yang dirawat di rumah sakit.

Juru bicara Air India menjelaskan bahwa pesawat mengalami insiden turbulensi singkat saat berada di fase jelajah yang menyebabkan perubahan ketinggian sesaat. Pesawat berhasil mendarat dengan aman di Delhi, dan seluruh penumpang serta awak berhasil meninggalkan pesawat dengan selamat.

Menurut Air India, 13 penumpang dan empat awak mengalami cedera sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis. Hingga pukul 18.50 waktu setempat, lima penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara korban lainnya masih menjalani perawatan. Tim Air India tetap berada di rumah sakit dan terus berkoordinasi dengan para korban untuk memberikan bantuan yang diperlukan.

Maskapai itu juga menyatakan bekerja sama sepenuhnya dalam proses penyelidikan, sementara produsen pesawat telah diberi pemberitahuan mengenai insiden tersebut. Penerbangan tersebut lepas landas dari Phuket pada pukul 08.27 dan tiba di Delhi sesaat setelah pukul 11.00 waktu setempat.

 

Penumpang Jalani Pemeriksaan di Rumah Sakit

Sementara itu, Fortis Hospital di Vasant Kunj mengungkapkan telah menerima tujuh penumpang. Dalam keterangannya, rumah sakit menyebut para pasien telah menjalani pemeriksaan radiologi, termasuk CT scan, MRI, dan rontgen sesuai kebutuhan klinis. Setelah itu, mereka dipindahkan ke ruang rawat inap untuk menjalani observasi dan penanganan lebih lanjut.

Pihak rumah sakit menambahkan bahwa gambaran klinis yang lebih jelas, termasuk tingkat keparahan cedera dan penanganan medis yang akan diberikan, baru dapat dipastikan setelah seluruh pemeriksaan dan penilaian oleh dokter spesialis selesai dilakukan.

Pesawat diketahui cukup sering mengalami clear air turbulence (CAT). Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mendefinisikannya sebagai turbulensi yang terjadi di udara cerah, pada wilayah tanpa awan, sehingga tidak dapat terlihat oleh pilot. Sementara itu, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat mendefinisikannya sebagai turbulensi hebat yang terjadi secara tiba-tiba di wilayah tanpa awan dan dapat menyebabkan guncangan keras pada pesawat.