Akui Minim Aktivitas Fisik, Trump Ngaku Hanya Olahraga Satu Menit per Hari

Pernyataan ini muncul saat Trump berinteraksi dengan sejumlah anak-anak di Gedung Putih, AS.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku hanya berolahraga sekitar satu menit per hari saat menandatangani perintah untuk menghidupkan kembali program kebugaran nasional bagi anak-anak di Gedung Putih, Selasa (5/5) waktu setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Ruang Oval sebelum meresmikan kembali program yang dikenal sebagai Tes Kebugaran Presiden untuk sekolah-sekolah di seluruh negeri. Program ini sebelumnya sempat dihentikan dan kini dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya mendorong aktivitas fisik di kalangan pelajar.

“Saya berolahraga sangat sedikit, mungkin hanya satu menit sehari, maksimal. Jika saya beruntung,” kata Trump, dikutip dari laman Japan Today, Rabu (6/5).

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi mengenai kondisi kesehatan Trump, yang menjadi presiden tertua saat kembali menjabat dan akan berusia 80 tahun bulan depan.

Dalam acara tersebut, Trump juga berbincang dengan Menteri Kesehatan, Robert F. Kennedy Jr., yang menceritakan pengalaman ayahnya, Robert F. Kennedy, melakukan pendakian sejauh 50 mil.

Kennedy Jr. menyebut Trump yang gemar bermain golf memiliki aktivitas fisik cukup tinggi karena berjalan jauh di lapangan. Trump menanggapi dengan nada bercanda, mengatakan hal itu terjadi “saat tidak menggunakan kereta golf.”

Acara penandatanganan tersebut juga dihadiri pegolf profesional Gary Player dan Bryson DeChambeau, serta sejumlah siswa sekolah.

Dalam interaksi dengan siswa, Trump sempat melontarkan candaan dengan menanyakan kekuatan fisik seorang anak dan berkelakar soal kemungkinan adu fisik, yang disambut tawa hadirin.

Trump, yang berasal dari Partai Republik, kerap menyoroti kondisi fisiknya dibandingkan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang mundur dari pemilihan presiden 2024 di tengah kekhawatiran terkait usia.

Meski tetap menjalani agenda kepresidenan yang padat, kondisi kesehatan Trump terus menjadi sorotan publik. Beberapa laporan menyebut adanya memar di tangan dan pembengkakan pada kaki.

Menanggapi hal tersebut, Gedung Putih menyatakan pembengkakan kaki disebabkan masalah pembuluh darah, sementara memar di tangan dikaitkan dengan konsumsi obat pengencer darah seperti Aspirin.