9 Jenis Finishing Kayu yang Ketinggalan Zaman untuk Kamar Mandi

Mengintip jenis finishing kayu yang ketinggalan zaman untuk kamar mandi, sebaiknya dihindari.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sentuhan akhir pada kayu memiliki peran besar dalam membentuk suasana sebuah ruangan, termasuk kamar mandi. Jika dipilih dengan tepat, finishing kayu dapat membuat ruang terlihat harmonis, modern, dan elegan.

Namun, tidak semua finishing kayu cocok digunakan, terutama di kamar mandi yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Beberapa jenis finishing yang dulu populer kini justru dianggap ketinggalan zaman dan dapat membuat tampilan interior terlihat kurang segar.

Perkembangan tren desain interior membuat banyak pilihan lama mulai ditinggalkan. Berikut adalah sembilan jenis finishing kayu yang sebaiknya dihindari jika Anda ingin kamar mandi terlihat lebih modern dan rapi, dihimpun Liputan6.com dari kanal House Digest, Kamis (2/7).

1. Finishing Kayu Ceri (Cherry Wood)

Finishing kayu ceri dengan warna merah gelap pernah dianggap mewah dan elegan. Namun, kini gaya ini sering terlihat terlalu berat dan kurang sesuai dengan desain modern.

Di kamar mandi, warna ini juga dapat terlihat kontras berlebihan jika dipadukan dengan dinding terang atau keramik bermotif. Akibatnya, tampilan ruang terasa tidak seimbang.

Desainer interior saat ini lebih memilih warna kayu yang lebih netral dan ringan untuk menciptakan suasana yang segar.

2. Finishing Kayu Imitasi Antik

Finishing imitasi antik pernah populer karena dianggap memberikan kesan klasik dan berkarakter. Namun, banyak yang menilai tampilannya justru terlihat dipaksakan.

Efek “tua buatan” ini dapat membuat kamar mandi tampak ramai dan kurang bersih secara visual. Hal ini bertentangan dengan fungsi kamar mandi sebagai ruang relaksasi.

Karena itu, gaya ini kini mulai ditinggalkan dalam desain interior modern.

3. Finishing Kayu Putih Polos

Finishing kayu putih polos sering digunakan untuk menciptakan kesan bersih dan minimalis. Namun tanpa kombinasi warna atau elemen lain, hasilnya bisa terlihat membosankan.

Ruang kamar mandi dapat terasa datar dan kurang memiliki karakter. Hal ini membuat desain tampak kurang menarik secara visual.

Saat ini, warna yang lebih kaya dan hangat lebih disukai untuk memberikan kesan hidup pada ruangan.

4. Finishing Kayu Mahoni Gelap

Mahoni gelap sering dianggap elegan, tetapi kini mulai ditinggalkan untuk kamar mandi modern. Warna yang terlalu gelap dapat membuat ruang terasa sempit dan formal.

Di kamar mandi kecil, efek ini bahkan dapat mengurangi kesan bersih dan terbuka. Akibatnya, suasana menjadi kurang nyaman.

Desainer kini lebih memilih kayu dengan warna yang lebih terang dan natural.

5. Finishing Kayu Espresso Gelap

Finishing espresso gelap sempat populer di awal 2000-an, tetapi kini dianggap terlalu berat. Warna hampir hitam ini dapat menyembunyikan tekstur alami kayu.

Selain itu, kamar mandi dapat terasa lebih suram dan kurang terang. Hal ini bertentangan dengan tren desain modern yang mengutamakan ruang terbuka dan terang.

Pilihan warna yang lebih lembut kini lebih disarankan untuk menciptakan keseimbangan visual.

6. Finishing Kayu Maple Oranye

Maple dengan nuansa oranye pernah menjadi tren, tetapi kini dianggap terlalu mencolok. Warna hangat yang berlebihan dapat terasa tidak alami di kamar mandi.

Di ruang kecil, warna ini juga dapat membuat suasana terasa tidak nyaman secara visual. Hal ini mengganggu kesan tenang yang diharapkan dari kamar mandi.

Finishing yang lebih lembut dan netral kini lebih disukai untuk tampilan yang tahan lama secara gaya.

7. Finishing Kayu Abu-abu (Gray Wood Finish)

Finishing abu-abu sering dianggap modern, tetapi jika digunakan secara berlebihan justru terasa membosankan. Terutama jika dipadukan dengan elemen netral lainnya.

Nuansa abu-abu dingin dapat membuat kamar mandi terasa steril dan kurang hangat. Hal ini mengurangi kenyamanan visual ruangan.

Pilihan warna dengan sedikit kehangatan lebih direkomendasikan untuk hasil yang seimbang.

8. Finishing Kayu Berlapis Glasir (Glaze Finish)

Finishing glasir digunakan untuk menambah kedalaman dan detail pada kayu. Namun, jenis ini tidak selalu tahan lama dalam kondisi lembap seperti kamar mandi.

Seiring waktu, lapisan glasir dapat menguning dan membuat tampilan furnitur terlihat tua. Perbaikannya juga bisa cukup rumit dan mahal.

Karena itu, banyak ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan glasir di kamar mandi.

9. Finishing Kayu Honey Oak

Honey oak adalah salah satu finishing yang sangat populer pada era 1980-an. Namun kini gaya ini dianggap ketinggalan zaman.

Warna kuning keemasan yang khas dapat membuat kamar mandi terlihat kuno. Selain itu, tampilannya sering bertabrakan dengan desain modern yang lebih minimalis.

Saat ini, finishing kayu dengan warna netral dan alami lebih banyak dipilih untuk menggantikan gaya ini.

Pertanyaan Seputar Jenis Finishing Kayu yang Ketinggalan Zaman untuk Kamar Mandi

1. Mengapa beberapa finishing kayu dianggap ketinggalan zaman untuk kamar mandi?

Beberapa finishing kayu dianggap ketinggalan zaman karena tidak lagi sesuai dengan tren desain interior modern yang mengutamakan kesan bersih, ringan, dan natural. Selain itu, banyak finishing lama memiliki warna yang terlalu gelap, mencolok, atau artifisial sehingga membuat kamar mandi terlihat kurang segar dan tidak seimbang secara visual.

2. Apakah finishing kayu gelap masih cocok digunakan di kamar mandi?

Finishing kayu gelap seperti mahoni atau espresso sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi sering dianggap kurang ideal untuk kamar mandi modern karena dapat membuat ruangan terasa sempit dan suram. Saat ini, banyak desainer lebih memilih warna kayu yang lebih terang atau netral untuk menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan bersih.

3. Kenapa finishing seperti cherry dan honey oak tidak disarankan lagi?

Cherry dan honey oak dulunya populer, tetapi kini dianggap terlalu kuat dan memberi kesan kuno. Warna merah gelap atau kuning keemasan dari finishing tersebut sering tidak cocok dengan desain modern yang lebih minimalis dan cenderung netral.

4. Apakah finishing abu-abu juga termasuk yang harus dihindari?

Finishing abu-abu tidak selalu buruk, tetapi jika digunakan tanpa variasi warna atau kombinasi yang tepat, hasilnya bisa terlihat dingin dan membosankan. Terutama di kamar mandi, nuansa abu-abu yang terlalu dominan dapat membuat ruangan terasa steril dan kurang hangat.

5. Apa alternatif finishing kayu yang lebih modern untuk kamar mandi?

Alternatif yang lebih modern biasanya adalah finishing kayu dengan warna natural, hangat lembut, atau netral seperti cokelat muda dan beige. Finishing matte atau semi-matte juga lebih disukai karena memberikan tampilan yang lebih bersih, elegan, dan tahan terhadap kesan berlebihan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6