Iran Janjikan Pembalasan Usai AS Tembak dan Sita Kapal Komersialnya

Iran mencap tindakan AS menembaki dan menyita kapal Touska sebagai aksi pembajakan.

Diterbitkan 20 April 2026, 09:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Markas militer Khatam al-Anbiya, komando operasional tertinggi dalam struktur militer Iran, mengonfirmasi adanya serangan oleh militer Amerika Serikat (AS) terhadap sebuah kapal di Teluk Oman. Pernyataan tersebut disiarkan oleh kantor berita Iran Tasnim.

Pemerintah Iran berjanji akan segera melakukan pembalasan atas insiden yang mereka sebut sebagai "pembajakan maritim", menyusul penyitaan kapal berbendera Iran tersebut.

"AS yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan melakukan pembajakan maritim, telah menyerang salah satu kapal komersial Iran di perairan Laut Oman dengan menembakinya dan melumpuhkan sistem navigasinya," kata markas militer tersebut seperti dikutip dari TRT.

Lebih lanjut, pihak militer Iran mengonfirmasi bahwa kapal tersebut, yang dilaporkan sedang dalam perjalanan dari China menuju Iran, telah disita setelah AS mengerahkan sejumlah pasukan marinirnya ke dek kapal yang dimaksud.

"Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas pembajakan bersenjata ini," demikian pernyataan tersebut.

Pejabat Iran mengklaim bahwa setelah insiden tersebut, pasukan Iran menyerang sejumlah kapal militer AS menggunakan drone.

 

Kronologi Penyitaan Kapal Versi AS

Kementerian Perang AS mengumumkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM), yang beroperasi di Laut Arab menegakkan langkah-langkah blokade laut terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran yang berupaya berlayar menuju pelabuhan Iran pada Minggu (19/4/2026).

"Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG-111) mencegat kapal M/V Touska saat melintasi bagian utara Laut Arab dengan kecepatan 17 knot dalam perjalanan menuju Bandar Abbas, Iran. Pasukan AS mengeluarkan beberapa peringatan dan memberi tahu kapal berbendera Iran tersebut bahwa mereka melanggar blokade yang diberlakukan AS," bunyi pernyataan Kementerian Perang AS dalam unggahannya di platform Instagram.

"Setelah awak Touska tidak mematuhi peringatan berulang selama enam jam, USS Spruance memerintahkan agar ruang mesin kapal tersebut dikosongkan.Setelah itu, Spruance melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 5 inci MK 45 ke arah ruang mesin."

Pernyataan yang sama menyebutkan, "Pasukan Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang saat ini berada dalam kendali AS."

"Pasukan AS bertindak secara terukur, profesional, dan proporsional untuk memastikan kepatuhan. Sejak dimulainya blokade, pasukan AS telah mengarahkan 25 kapal komersial untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan Iran," sebut pernyataan itu.

Presiden AS Donald Trump turut mengumumkan hal serupa. Melalui platform Truth Social ia menyatakan, "Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan bobot mendekati kapal induk, mencoba menerobos blokade laut kami—dan hasilnya tidak berjalan baik bagi mereka."

Ia menambahkan bahwa AS telah memberikan peringatan yang cukup agar kapal tersebut berhenti, namun diabaikan.

"Karena itu, kapal angkatan laut kami menghentikan pergerakan mereka secara langsung dengan menembak ruang mesin kapal," ujarnya.

Trump juga menyebut bahwa Touska sebelumnya sudah dikenai sanksi oleh Kementerian Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegalnya.

"Saat ini kapal tersebut sepenuhnya berada dalam kendali kami dan kami sedang memeriksa muatannya," beber Trump.

Blokade laut AS, yang berlaku untuk semua kapal dari negara mana pun yang masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran, resmi dimulai pada 13 April setelah perundingan kedua negara di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Trump mengatakan pada Jumat (17/4) bahwa blokade laut akan tetap diberlakukan sampai kedua negara menyepakati suatu perjanjian.   

    Â