Misi Artemis II Sempat Hilang Kontak 40 Menit dengan Bumi, Ini yang Terjadi

Fenomena kehilangan kontak ini bukan hal baru dalam eksplorasi antariksa, begitu pula yang dialami oleh misi Artemis II.

Diterbitkan 06 April 2026, 16:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Para astronot dalam misi Artemis II akan menghadapi salah satu momen paling sunyi dan krusial dalam perjalanan mereka ke Bulan: kehilangan total komunikasi dengan Bumi.

Saat pesawat ruang angkasa Orion melintasi sisi jauh Bulan pada Senin sekitar pukul 23.47 waktu setempat, seluruh sinyal radio dan laser yang menghubungkan kru dengan pusat kendali di NASA akan terputus. Selama kurang lebih 40 menit, keempat astronot akan benar-benar terisolasi di ruang angkasa.

Momen ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan konsekuensi alami dari posisi Bulan yang menghalangi jalur komunikasi antara pesawat dan Bumi, dikutip dari laman BBC, Senin (6/4/2026).

Pilot misi, Victor Glover, menyebut periode tersebut sebagai kesempatan refleksi global. Dalam wawancara sebelum peluncuran, ia mengajak publik untuk memanfaatkan momen itu sebagai waktu untuk berdoa dan mengirimkan harapan baik bagi keselamatan kru.

“Ketika kami berada di balik Bulan, terputus dari siapa pun, mari jadikan itu momen untuk bersatu,” ujarnya.

Fenomena kehilangan kontak ini bukan hal baru dalam eksplorasi antariksa. Lebih dari lima dekade lalu, astronot Michael Collins mengalami situasi serupa dalam misi Apollo 11 pada 1969.

Saat Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di permukaan Bulan, Collins tetap berada di modul komando yang mengorbit. Ketika melintasi sisi jauh Bulan, ia kehilangan kontak dengan rekan-rekannya maupun Bumi selama sekitar 48 menit.

Dalam memoarnya Carrying the Fire, Collins menggambarkan pengalaman itu sebagai kondisi “benar-benar sendirian”, namun justru membawa ketenangan di tengah keheningan ruang angkasa.

Di Bumi, periode tanpa komunikasi menjadi saat yang menegangkan bagi tim pemantau. Salah satunya di Stasiun Bumi Goonhilly, Inggris, yang bertugas melacak posisi Orion dan mengirimkan data ke pusat kendali NASA.

 

Ada Kecemasan

Kepala teknologi Goonhilly, Matt Cosby, mengatakan bahwa momen saat pesawat menghilang di balik Bulan akan diiringi kecemasan, sebelum akhirnya berganti kelegaan saat sinyal kembali diterima.

Meski demikian, gangguan komunikasi seperti ini diharapkan tidak akan menjadi kendala di masa depan. Seiring rencana eksplorasi yang lebih ambisius, termasuk pembangunan pangkalan di Bulan, kebutuhan akan komunikasi tanpa henti menjadi semakin penting.

Sejumlah inisiatif, seperti program “Moonlight” dari Badan Antariksa Eropa, tengah dikembangkan untuk membangun jaringan satelit di orbit Bulan guna memastikan konektivitas 24 jam, termasuk di sisi jauh yang selama ini sulit dijangkau.

Bagi kru Artemis II, periode tanpa kontak ini justru akan dimanfaatkan untuk fokus pada misi ilmiah—mulai dari pengamatan geologi hingga pengambilan gambar permukaan Bulan.

Saat pesawat kembali muncul dari balik bayangan Bulan dan komunikasi pulih, dunia dipastikan akan menyambut dengan lega. Momen tersebut sekaligus menandai satu lagi langkah penting dalam upaya manusia kembali menjelajahi Bulan.