Presiden Prancis Ogah Respons Ejekan Trump soal Pernikahannya

Sikap Trump bahkan menuai kemarahan dari lawan politik Macron.

Diterbitkan 03 April 2026, 09:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (2/4/2026) menyatakan bahwa ejekan yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pernikahannya tidak layak untuk ditanggapi. 

Pernyataan itu disampaikan setelah beberapa hari ketegangan meningkat terkait perang Iran serta perbedaan pandangan di internal NATO. 

Pada Rabu (1/4), Trump mengejek presiden Prancis dan istrinya dalam sebuah makan siang tertutup saat mengkritik sekutu NATO karena tidak ikut serta dalam perang melawan Iran. Ia menirukan aksen Prancis dan mengatakan bahwa Macron diperlakukan dengan sangat buruk oleh istrinya, bahkan menyindir Macron masih belum pulih dari pukulan di rahang kanannya.

Saat melakukan kunjungan ke Seoul, Macron yang didampingi istrinya, Brigitte Macron, menegaskan bahwa sikap Trump "tidak elegan dan tidak sesuai standar".

"Jadi saya tidak akan menanggapinya – itu tidak pantas untuk ditanggapi," ujar Macron kepada para wartawan seperti dikutip dari Le Monde.

Ia menekankan bahwa fokus seharusnya diarahkan pada upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah.

"Ada terlalu banyak pembicaraan dan semuanya berjalan tanpa arah," kata Macron, merujuk pada berbagai pernyataan dan perubahan kebijakan Trump yang dinilai tidak konsisten, seraya menegaskan dunia membutuhkan stabilitas, ketenangan, serta kembalinya perdamaian, dan bahwa situasi ini bukanlah sebuah pertunjukan.   

 

Kemarahan di Prancis

Sikap Trump terhadap Macron memicu kemarahan para politikus Prancis. Presiden Majelis Nasional Prancis Yael Braun-Pivet menyatakan bahwa itu tidak pantas.

"Sejujurnya, itu tidak pantas," tegasnya kepada franceinfo. "Saat ini kita sedang membahas masa depan dunia. Di Iran, situasi ini berdampak pada kehidupan jutaan orang, orang-orang tewas di medan perang, dan kita memiliki seorang presiden yang tertawa dan mengejek orang lain."

Bahkan Manuel Bompard, tokoh partai sayap kiri La France Insoumise yang kerap mengkritik Macron, turut membela presiden Prancis tersebut.

"Anda tahu sejauh mana perbedaan pandangan saya dengan presiden, tetapi bagi Donald Trump untuk berbicara seperti itu dan membicarakan istrinya dengan cara seperti itu – saya menganggapnya benar-benar tidak dapat diterima," kata Bompard kepada BFMTV.

Ejekan Trump terekam dalam sebuah video yang sempat diunggah di kanal YouTube Gedung Putih sebelum aksesnya diblokir. Dalam video itu, ia mengatakan, "Kami tidak membutuhkan mereka, tetapi saya tetap meminta."

"Saya menelepon Prancis, Macron—yang, menurut saya, diperlakukan sangat buruk oleh istrinya, dan bahkan masih memulihkan diri dari pukulan di rahang kanannya," sebut Trump. 

Trump merujuk pada sebuah video berita pada Mei 2025 yang memperlihatkan Brigitte Macron mendorong wajah suaminya saat kunjungan ke Vietnam. Macron saat itu membantah adanya "perselisihan rumah tangga" dan menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari kampanye disinformasi. Macron mengaku mereka hanya bercanda seperti yang sering mereka lakukan.

Dalam lanjutan pernyataannya, Trump mengklaim meminta bantuan Prancis terkait perang Iran. Ia lantas menirukan jawaban Macron dengan aksen Prancis, "'Tidak tidak tidak, kami tidak bisa melakukan itu, Donald. Kami bisa melakukannya setelah perang dimenangkan.'"

Trump kemudian mengatakan ia menolak jawaban tersebut.

"Saya bilang, 'Tidak tidak, saya tidak butuh setelah perang dimenangkan, Emmanuel'," sebut Trump.

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengkritik pula NATO.

"Saya belajar tentang NATO—NATO tidak akan ada jika kita menghadapi konflik besar, Anda tahu maksud saya dengan 'yang besar'," kata Trump tanpa penjelasan lebih lanjut.

Trump bahkan secara terang-terangan menyebut NATO sebagai "macan kertas".