Putin Tawarkan Mediasi Konflik Iran, Hubungi Empat Pemimpin Teluk

Negara mana saja yang ditawari mediasi oleh Putin?

Diterbitkan 03 Maret 2026, 08:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan telepon dengan para pemimpin empat negara Teluk Arab pada Senin (2/3/2026), menawarkan peran Moskow sebagai mediator untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam percakapan terpisah dengan pemimpin Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar, Putin mengkritik serangan gabungan AS-Israel yang oleh Kremlin disebut sebagai “agresi tanpa provokasi”.

Sebelumnya, Kremlin menegaskan Moskow tetap menjalin komunikasi intensif dengan kepemimpinan Iran, dikutip dari laman Japan Today, Selasa (3/3).

Rusia memandang kemitraan strategisnya dengan Teheran sebagai elemen penting untuk mempertahankan pengaruh di Timur Tengah. Posisi Moskow di kawasan itu melemah setelah sekutu bersama mereka, Presiden Suriah Bashar al-Assad, terguling 15 bulan lalu.

Menurut pernyataan resmi Kremlin, dalam pembicaraan dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Putin menawarkan diri menyampaikan kekhawatiran Abu Dhabi kepada Teheran. Kedua pemimpin sepakat perlunya gencatan senjata segera dan kembali ke jalur politik serta diplomatik.

Dalam komunikasi dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Putin menekankan kesiapan Rusia membantu menstabilkan kawasan. Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut menyatakan Rusia dapat memainkan peran penyeimbang mengingat hubungan baiknya dengan Iran dan negara-negara Teluk.

Di tengah sikap keras terhadap Washington dan Tel Aviv, Moskow tetap berhati-hati agar tidak merusak komunikasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait pembicaraan perdamaian Ukraina. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan negosiasi tersebut tetap menjadi kepentingan strategis Rusia.