Liputan6.com, Teheran - Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior lainnya. Serangan tersebut segera dibalas oleh Teheran dengan menargetkan Israel serta fasilitas militer yang terkait dengan AS di berbagai negara kawasan Teluk.
Aksi saling serang ini memunculkan pertanyaan utama bagi negara-negara kawasan dan pelaku pasar global: apakah konflik akan berhenti pada siklus serangan balasan terbatas atau berkembang menjadi kampanye militer jangka panjang yang melibatkan kemampuan rudal Iran, sekutu-sekutunya, serta tekanan terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi?
Mengapa Situasi Kali Ini Berbeda?
Advertisement
Berbeda dengan konflik bersenjata 12 hari antara AS dan Israel melawan Iran pada Juni 2025, kematian Khamenei kali ini dinilai telah meyakinkan Teheran bahwa konflik ini menyangkut kelangsungan hidup Republik Islam Iran.
Dalam narasi pemerintah Iran, penundaan atau pembalasan yang dianggap lemah berisiko dipersepsikan sebagai tanda kelemahan dan membuka peluang serangan lanjutan.
Pada Minggu (1/3), menurut laporan Al Jazeera, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa membalas kematian Khamenei dan pejabat senior lainnya adalah "tugas dan hak yang sah" bagi negaranya.
Arsenal Rudal Iran: Kekuatan Utama Balasan
Kekuatan utama Iran dalam menghadapi konflik ini terletak pada arsenal rudalnya. Analis pertahanan menyebut Iran memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, mencakup rudal balistik dan rudal jelajah, yang dirancang untuk memberi jangkauan luas meski Iran tidak memiliki angkatan udara modern.
Pejabat Iran menyebut program rudal sebagai tulang punggung daya tangkal, mengingat angkatan udaranya masih mengandalkan pesawat-pesawat lama. Sementara itu, pemerintah Barat menilai rudal Iran berpotensi memperburuk ketidakstabilan kawasan dan bisa digunakan sebagai sarana pengiriman senjata nuklir di masa depan—klaim yang dibantah Teheran.
Rudal balistik jarak terjauh Iran mampu menjangkau 2.000 hingga 2.500 kilometer. Jarak ini memungkinkan Iran menyerang Israel, pangkalan-pangkalan yang terkait AS di kawasan Teluk, serta sebagian besar wilayah regional lainnya. Namun, rudal tersebut tidak mampu menjangkau wilayah AS.
Rudal Jarak Pendek: "Pukulan Pertama"
Rudal balistik jarak pendek, dengan jangkauan sekitar 150 hingga 800 kilometer, dirancang untuk menyerang target militer di kawasan sekitar dengan cepat.
Sistem utamanya mencakup varian Fateh seperti Zolfaghar, Qiam-1, serta rudal Shahab-1 dan Shahab-2 yang lebih lama. Jarak yang lebih pendek justru menjadi keunggulan dalam situasi krisis karena dapat diluncurkan secara serentak dalam jumlah besar, mempersempit waktu peringatan dan menyulitkan upaya pencegahan.
Iran pernah menggunakan pola ini pada Januari 2020 saat menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Ain al-Assad di Irak setelah AS membunuh Jenderal Qassem Soleimani. Serangan tersebut merusak infrastruktur dan menyebabkan lebih dari 100 personel AS mengalami cedera otak traumatis, menunjukkan kemampuan Iran menimbulkan kerugian besar tanpa menandingi kekuatan udara AS secara langsung.
Rudal Jarak Menengah: Memperluas Medan Konflik
Rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan sekitar 1.500 hingga 2.000 kilometer memperluas potensi pembalasan Iran ke tingkat regional.
Sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, Sejjil, serta desain lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem memungkinkan Iran menjangkau Israel dan berbagai fasilitas yang terkait AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.
Rudal Sejjil menonjol karena menggunakan bahan bakar padat, yang umumnya memungkinkan kesiapan peluncuran lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair. Keunggulan ini penting apabila Iran memperkirakan akan menerima serangan balasan dan membutuhkan sistem yang lebih responsif dan sulit dihancurkan.
Rudal Jelajah dan Drone: Ancaman dari Ketinggian RendahÂ
Selain rudal balistik, Iran juga dinilai memiliki rudal jelajah darat dan antikapal seperti Soumar, Ya-Ali, varian Quds, Hoveyzeh, Paveh, dan Ra’ad. Rudal Soumar disebut memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer.
Rudal jelajah terbang rendah mengikuti kontur permukaan bumi, sehingga lebih sulit dideteksi dan dilacak, terutama bila diluncurkan bersamaan dengan drone atau gelombang rudal balistik untuk membebani sistem pertahanan udara lawan.
Drone satu arah menambah tekanan. Meski lebih lambat dibandingkan rudal, drone lebih murah dan dapat diluncurkan dalam jumlah besar. Taktik ini berpotensi digunakan dalam gelombang berulang untuk menguras pertahanan udara serta memaksa bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi tetap siaga dalam waktu lama.
Advertisement
Fasilitas Rudal Bawah Tanah
Iran telah lama membangun jaringan penyimpanan dan fasilitas peluncuran rudal bawah tanah di berbagai wilayah. Infrastruktur ini dirancang agar tetap bertahan meski terkena serangan awal berskala besar.
Bagi perencana militer, keberadaan fasilitas tersembunyi tersebut berarti bahwa menghancurkan kemampuan rudal Iran sepenuhnya akan sulit dilakukan dengan cepat, sehingga risiko konflik berkepanjangan meningkat.
Selat Hormuz: Tekanan terhadap Jalur Energi Global
Strategi Iran tidak terbatas pada target darat. Kawasan Teluk dan Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sebagian besar perdagangan minyak dan gas dunia—menjadi titik tekanan utama.
Iran memiliki kemampuan untuk mengancam kapal militer dan komersial menggunakan rudal antikapal, ranjau laut, drone, serta kapal cepat bersenjata ringan. Iran juga memamerkan sistem yang diklaim sebagai "hipersonik", seperti seri Fattah, dengan kecepatan sangat tinggi dan kemampuan manuver. Namun, bukti independen mengenai status operasionalnya masih terbatas.
Tanpa perlu melakukan blokade resmi, gangguan terhadap pelayaran sudah memengaruhi pasar. Peringatan radio yang dikaitkan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), kapal tanker yang menunggu di luar selat, serta kenaikan premi asuransi risiko perang telah memengaruhi pergerakan kapal dan biaya angkut.
IRGC menyatakan pula telah menyerang tiga kapal tanker minyak yang terkait AS dan Inggris di dekat Selat Hormuz. Perusahaan pelayaran kontainer asal Denmark, Maersk, pada Minggu menyatakan menghentikan seluruh pelayaran melalui Selat Hormuz.
Â
Pesan Teheran: Tidak Ada Perang Terbatas
Sejak lama, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS atau Israel ke wilayah Iran akan dianggap sebagai awal perang yang lebih luas, bukan operasi terbatas.
Setelah kematian Khamenei, pesan tersebut semakin tegas. IRGC menjanjikan pembalasan lanjutan dan Iran memberi sinyal akan menjalankan kampanye berkelanjutan, bukan hanya satu serangan besar.
Media Iran melaporkan peluncuran berkelanjutan ke arah Israel serta serangan di dekat fasilitas yang terkait AS di lebih dari satu negara, disertai ancaman tindakan di sekitar jalur perdagangan utama.
Konflik juga berpotensi meluas melalui kelompok yang bersekutu dengan Iran, seperti Hizbullah di Lebanon dan kelompok Houthi di Yaman, yang telah mengecam kematian Khamenei dan menyatakan keselarasan dengan Teheran.
Dengan berbagai kemampuan militer yang dimiliki serta potensi keterlibatan aktor regional lainnya, perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan apakah konflik ini tetap berada dalam batas serangan balasan atau berubah menjadi perang kawasan yang lebih luas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517824/original/046517100_1772439851-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8308852/original/088836100_1782174973-AP26173443606356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735404/original/061413200_1707129893-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262364/original/007814800_1781781853-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579573/original/036335300_1778057265-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8311277/original/088794000_1782178079-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694574/original/044200000_1503994462-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP1.jpg)