Liputan6.com, Jakarta - Doa agar dimudahkan melunasi semua utang menjadi amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim yang tengah menghadapi kesulitan finansial. Utang sering kali menjadi beban berat yang mengganggu ketenangan pikiran dan ketentraman hati.
Islam mengajarkan bahwa utang wajib ditunaikan, dan menunda pembayaran tanpa alasan yang dibenarkan adalah perbuatan zalim. Di tengah keterbatasan ekonomi, doa menjadi penguat ikhtiar manusia dengan pertolongan Allah.
Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya memohon perlindungan dari lilitan utang. Beliau bersabda: “Sungguh, seorang apabila sedang berutang, ketika berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering mengingkarinya.” (HR. Bukhari).
Advertisement
Sebab itu, beliau senantiasa memanjatkan doa perlindungan dari utang dalam setiap kesempatan, bahkan dalam salatnya. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah utang dan pentingnya berdoa agar terhindar serta dimudahkan dalam melunasinya.
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitab Fiqh Al-Ad'iyah Wal-Adzkaar mengumpulkan berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk doa pelunas utang yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga mencantumkan doa-doa perlindungan dari utang sebagai bagian dari amalan yang harus dijaga setiap hari.
Kumpulan Doa agar Dimudahkan Melunasi Utang
1. Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah
Doa ini adalah doa yang paling masyhur dan diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA. Rasulullah SAW mengajarkan doa ini sebagai permohonan agar Allah mencukupkan rezeki dengan yang halal dan menjauhkan dari ketergantungan kepada selain-Nya.
Tulisan Arab: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin: Allâhumma akfinî bi halâlika 'an harâmika, wa aghninî bi fadlika 'amman siwâka.
Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu daripada bergantung kepada selain Engkau."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin terbebas dari jeratan utang. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitab Fiqh Al-Ad'iyah Wal-Adzkaar mengutip doa ini sebagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kecukupan dan kemudahan dalam melunasi utang.
Doa ini mengajarkan seorang muslim untuk memohon kecukupan dari Allah dengan rezeki yang halal, sehingga tidak terjerumus pada jalan yang haram. Ia juga mengandung permohonan agar tidak bergantung kepada makhluk, melainkan hanya kepada Allah semata. Kesadaran ini menjadi fondasi ketenangan batin di tengah kesulitan ekonomi.
2. Doa Berlindung dari Lilitan Utang dan Segala Kesulitan
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Umamah yang tengah dilanda kebingungan dan kesulitan melunasi utang. Setelah mengamalkan doa ini, Abu Umamah bersaksi bahwa Allah menghilangkan kebingungannya dan memberinya kemampuan melunasi utang.
Tulisan Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin: Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang."
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (nomor hadis 1555). Kisah di balik doa ini sangat menginspirasi. Suatu hari Rasulullah SAW masuk masjid dan melihat Abu Umamah duduk termenung di luar waktu salat. Beliau bertanya, “Wahai Abu Umamah, apa yang terjadi denganmu?” Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.”.
Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa ini dan memintanya untuk membacanya pada pagi dan sore hari. Abu Umamah menuturkan, “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang.”
Doa ini sangat komprehensif karena mencakup perlindungan dari berbagai penyebab kesulitan finansial: kebingungan dan kesedihan yang melumpuhkan pikiran, kelemahan dan kemalasan yang menghambat usaha, sifat pengecut dan kikir yang menghalangi keberkahan, serta lilitan utang dan tekanan dari orang-orang. Dengan memohon perlindungan dari semua ini, seorang muslim membuka jalan bagi datangnya pertolongan Allah.
3. Doa Berlindung dari Dosa dan Lilitan Utang
Rasulullah SAW senantiasa membaca doa ini dalam salatnya, bahkan sebelum salam. Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA dan menjadi amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh beliau.
Tulisan Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
Latin: Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal ma’tsami wal maghram.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan lilitan utang."
Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih. Suatu ketika, Rasulullah SAW ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau banyak meminta perlindungan kepada Allah dari perkara utang?” Beliau menjawab, “Sungguh, seorang apabila sedang berutang, ketika berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering mengingkarinya.”
Doa ini mengajarkan bahwa utang dan dosa memiliki keterkaitan yang erat. Utang yang tidak segera dilunasi dapat mendorong seseorang pada perbuatan dosa, seperti dusta dan ingkar janji. Dengan memohon perlindungan dari keduanya sekaligus, seorang muslim menjaga diri dari jeratan utang yang berujung pada kemaksiatan.
4. Doa Memohon Jalan Keluar dari Kesulitan
Doa ini dipanjatkan kepada Allah sebagai Zat Yang Maha Menghilangkan kerisauan dan kesedihan, serta Maha Mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan.
Tulisan Arab: اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِي، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ
Latin: Allâhumma yâ fârijal hammi, kâsyifal ghammi, mujîba da‘watal mudthar-rîn, rahmânad dunyâ wal âkhirah wa rahîmahumâ, anta tarhamunî, farhamnî rahmatan tughnînî bihâ 'an rahmati man siwâk.
Artinya: "Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, yang menghilangkan kesedihan, Maha mengabulkan doa orang yang menderita, Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, maka kasihilah aku dengan rahmat yang membuatku tidak memerlukan rahmat selain Engkau."
Doa ini dinukil dari kitab Fiqh Al-Ad'iyah Wal-Adzkaar karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr. Doa ini mengandung pengakuan bahwa hanya Allah-lah Zat yang mampu menghilangkan segala bentuk kesusahan dan kerisauan.
Dengan menyebut sifat-sifat Allah sebagai Fârijal Hammi (Yang Menghilangkan Kerisauan) dan Kâsyifal Ghammi (Yang Menghilangkan Kesedihan), seorang hamba menegaskan keyakinannya bahwa pertolongan hanya datang dari Allah.
5. Doa Perlindungan dari Utang
Doa ini adalah doa perlindungan yang sangat komprehensif, mencakup perlindungan dari berbagai fitnah dan kesulitan, termasuk utang dan kemiskinan. Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA dan biasa diamalkan oleh Rasulullah SAW.
Tulisan Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ
Latin: Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal kasali wal harami, wal ma’tsami wal maghrami, wa min fitnatil qabri wa ‘adzâbil qabri, wa min fitnatin nâri wa ‘adzâbin nâri, wa min syarri fitnatil ghina, wa a‘ûdzu bika min fitnatil faqr.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, dosa, dan terlilit utang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur dan siksa kubur, fitnah neraka dan siksa neraka, fitnah kekayaan, dan fitnah kemiskinan."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Doa ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus berlindung dari berbagai fitnah, baik fitnah kekayaan maupun fitnah kemiskinan. Kekayaan yang berlebihan dapat menjerumuskan seseorang pada kesombongan dan kelalaian, sementara kemiskinan dapat menjerumuskan pada kehinaan dan keputusasaan. Dengan memohon perlindungan dari keduanya, seorang muslim menjaga keseimbangan hidupnya.
Waktu Terbaik Mengamalkan Doa agar Dimudahkan Melunasi Utang
Doa-doa untuk memohon kemudahan melunasi utang dapat diamalkan kapan saja, namun terdapat beberapa waktu yang sangat dianjurkan:
1. Pagi dan Sore Hari
Rasulullah SAW secara khusus memerintahkan Abu Umamah untuk membaca doa perlindungan dari utang pada pagi dan sore hari. Waktu pagi dan sore adalah saat-saat pergantian siang dan malam yang penuh berkah, di mana doa lebih mudah diijabah.
2. Setelah Salat Fardhu
Rasulullah SAW biasa membaca doa perlindungan dari utang dalam salatnya, bahkan sebelum salam. Waktu setelah salat adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Ustaz Adi Hidayat juga menganjurkan doa pelunas utang dibaca setelah salat.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling utama untuk berdoa secara umum. Pada saat inilah Allah SWT turun ke langit dunia dan menawarkan pengabulan doa kepada hamba-Nya. Doa-doa untuk kelapangan rezeki dan kemudahan melunasi utang sangat dianjurkan pada waktu ini.
4. Saat Sujud dalam Salat
Sujud adalah posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Memperbanyak doa untuk kelapangan rezeki dan kemudahan melunasi utang saat sujud sangat dianjurkan.
5. Setiap Saat
Doa-doa ini juga dapat dibaca sewaktu-waktu ketika merasa tertekan oleh utang atau kesulitan ekonomi. Yang terpenting adalah membacanya dengan khusyuk, yakin akan pengabulan, dan diiringi dengan usaha nyata.
Hikmah Doa agar Dimudahkan Melunasi Utang
1. Menyadari bahwa Rezeki Sepenuhnya di Tangan Allah
Dengan berdoa, seorang muslim menyadari bahwa kelapangan dan kesempitan rezeki sepenuhnya berada di tangan Allah. Doa menjadi pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang mampu memberikan jalan keluar dari kesulitan finansial. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” (QS. Saba': 36).
2. Menumbuhkan Kesabaran dan Ketabahan
Doa untuk melunasi utang mengajarkan seorang muslim untuk bersabar dan tidak mudah putus asa. Alih-alih terjerumus pada keputusasaan atau jalan yang haram, seorang yang berdoa akan merendahkan hatinya di hadapan Allah dan memohon pertolongan-Nya dengan penuh kesabaran.
3. Menjaga dari Perbuatan Dosa dan Dusta
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa utang dapat mendorong seseorang pada dusta dan ingkar janji. Dengan berdoa memohon perlindungan dari utang dan kemudahan melunasinya, seorang muslim menjaga dirinya dari perbuatan dosa yang disebabkan oleh tekanan utang.
4. Membuka Pintu Rezeki yang Halal dan Berkah
Doa “Allâhumma akfinî bi halâlika 'an harâmika” adalah permohonan agar Allah mencukupkan rezeki dari jalan yang halal. Dengan doa ini, seorang muslim tidak hanya memohon kelapangan rezeki, tetapi juga keberkahan dan kehalalan rezeki tersebut.
5. Memperkuat Tawakal dan Kedekatan dengan Allah
Doa untuk melunasi utang adalah bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung. Doa yang dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan akan memperkuat keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana kisah Abu Umamah, setelah mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, Allah benar-benar menghilangkan kebingungannya dan memberi kemampuan melunasi utang.
Pertanyaan Seputar Doa Melunasi Utang
1. Apakah doa agar dimudahkan melunasi utang harus dibaca dengan jumlah tertentu?
Tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah bacaan. Doa-doa di atas cukup dibaca satu kali dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membacanya secara rutin pada pagi dan sore hari. Yang terpenting adalah konsistensi dan keyakinan dalam berdoa.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar dimudahkan melunasi utang?
Waktu terbaik adalah pada pagi dan sore hari sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Abu Umamah. Selain itu, setelah salat fardhu, pada sepertiga malam terakhir, dan saat sujud dalam salat juga sangat dianjurkan.
3. Apakah doa saja cukup untuk melunasi utang?
Tidak. Doa harus diiringi dengan usaha dan ikhtiar lahiriah, seperti bekerja dengan giat, mengatur keuangan dengan baik, dan mencari penghasilan tambahan. Doa dan usaha adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan doa sekaligus memerintahkan untuk berusaha.
4. Apa doa yang paling ampuh untuk melunasi utang?
Doa yang paling ampuh adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Abu Umamah: “Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan...” karena doa ini terbukti ampuh berdasarkan kesaksian Abu Umamah sendiri. Doa “Allâhumma akfinî bi halâlika 'an harâmika” juga sangat dianjurkan karena diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA.
5. Bagaimana cara mengamalkan doa pelunas utang dalam kehidupan sehari-hari?
Amalkan doa-doa di atas secara rutin setiap pagi dan sore hari, serta setiap selesai salat. Selain itu, perbanyak istighfar, perbaiki kualitas ibadah, jaga silaturahmi, dan bersedekah meskipun sedikit. Yang terpenting adalah konsisten, yakin akan pertolongan Allah, dan diiringi dengan usaha nyata untuk melunasi utang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321037/original/009420000_1786424605-1001541253.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320995/original/032610800_1786422791-1001544468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320985/original/089880800_1786422102-318f8b17-947b-4bbd-b67a-057361f46779.jpg)