Liputan6.com, Islamabad - Laporan mengenai memburuknya kondisi kesehatan mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, memicu gelombang baru tekanan politik terhadap pemerintah.
Partai yang ia pimpin, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), meningkatkan aksi protes dan menuntut akses perawatan medis yang dinilai layak bagi mantan kapten kriket nasional tersebut, dikutip dari laman Nikkei Asia, Senin (23/2/2026).
Kuasa hukum Khan pekan lalu menyampaikan kepada Mahkamah Agung Pakistan bahwa kliennya mengalami penurunan signifikan pada penglihatan mata kanan selama menjalani masa penahanan. Pernyataan itu segera menyulut kekhawatiran di kalangan pendukungnya dan memicu aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah.
Advertisement
Dalam sepekan terakhir, provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut Pakistan dilanda demonstrasi. Para simpatisan Khan menggelar aksi duduk di titik-titik strategis dan memblokir sejumlah jalan raya utama. Aparat baru membubarkan massa setelah pengadilan setempat memerintahkan polisi untuk membuka kembali akses jalan.
Tekanan juga datang dari dalam parlemen. Aliansi oposisi Tehreek-i-Tahafuz-i-Ayin-i-Pakistan, yang dipimpin PTI, menggelar aksi duduk di gedung parlemen di Islamabad sebagai bentuk protes atas perlakuan terhadap Khan di penjara.
Tidak hanya dari dalam negeri, dukungan internasional pun mengalir. Empat belas mantan kapten tim kriket dunia, termasuk Sunil Gavaskar dan Kapil Dev dari India, mengirimkan surat kepada pemerintah Pakistan pada Selasa lalu. Mereka mendesak agar Khan segera diberikan perawatan medis yang memadai.
“Kami menulis dengan keprihatinan mendalam mengenai laporan perlakuan dan kondisi penahanan Imran Khan, mantan kapten Pakistan dan tokoh legendaris dunia kriket,” demikian isi surat tersebut.
Khan memimpin tim nasional kriket Pakistan selama hampir satu dekade dan mengantarkan negaranya meraih gelar juara Cricket World Cup pada 1992—prestasi yang mengukuhkan statusnya sebagai ikon olahraga nasional sebelum terjun ke politik.
Desakan Publik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4214619/original/000046000_1667544709-imran_khan_2.jpg)
Menanggapi desakan publik, pemerintah membentuk dewan medis untuk memeriksa kondisi Khan. Hasil pemeriksaan, menurut otoritas, menunjukkan adanya perbaikan pada penglihatannya dan tidak merekomendasikan pemindahan ke rumah sakit. Namun, PTI mempertanyakan independensi tim medis tersebut.
“Jika pemerintah tidak menyembunyikan apa pun, seharusnya tidak keberatan mengizinkan dokter pribadi Imran Khan atau setidaknya anggota keluarga dekat untuk hadir,” kata Zulfi Bukhari, penasihat media internasional Khan, dalam pernyataan tertulis. Ia menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci meredakan kegelisahan publik dan menjaga supremasi hukum.
Sejumlah analis menilai pemerintah keliru dalam menangani isu kesehatan Khan. Analis politik yang berbasis di Islamabad, Cyril Almeida, mengatakan pembatasan akses terhadap Khan—baik untuk pengacara, keluarga, maupun pihak lain—justru memperkeruh situasi.
Menurut Almeida, langkah itu diduga untuk membatasi komunikasi Khan dengan para pendukungnya, terutama terkait kritik kerasnya terhadap Asim Munir, panglima militer dan kepala staf pertahanan Pakistan. Khan secara terbuka menuduh Munir berada di balik pemenjaraannya, tuduhan yang telah dibantah pihak militer.
Advertisement
Pandangan Pengamat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4526989/original/026028400_1691225861-imran_khan_3.jpg)
Pengamat memperingatkan bahwa polarisasi politik di Pakistan berpotensi semakin tajam jika pemerintah dianggap mengabaikan hak-hak dasar Khan sebagai tahanan. Tahir Naeem Malik, profesor di National University of Modern Languages (NUML), menilai persepsi publik dapat berbalik negatif terhadap pemerintah.
“Jika pemerintah dianggap tidak memberikan hak-hak dasar kepadanya, pencapaian dan proyek ekonomi pemerintah bisa terpinggirkan oleh sentimen publik,” ujarnya.
Analis lain, Sabookh Syed, mengingatkan dampak lanjutan terhadap perekonomian. Menurutnya, stabilitas politik merupakan prasyarat utama untuk menarik investasi asing langsung. Ketidakpastian yang berkepanjangan, termasuk polemik seputar penahanan Khan, berpotensi membuat investor menahan diri.
Dengan ketegangan politik yang belum mereda, isu kesehatan Imran Khan kini bukan sekadar persoalan medis, melainkan telah menjelma menjadi episentrum baru pertarungan politik di Pakistan—dengan implikasi yang bisa meluas ke stabilitas nasional dan iklim investasi negara tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4214987/original/067819600_1667559646-46_-_april_ap.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4413953/original/025962500_1683105059-administration-gfb3e76f67_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4393279/original/010631100_1681360530-petasan_situbondo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507050/original/083290900_1771482234-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507735/original/096481400_1771542974-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508833/original/090372100_1771619103-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_02.50.45__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508832/original/009795300_1771618155-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_02.50.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508826/original/085823400_1771617234-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_02.50.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673193/original/pesawat-jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508287/original/037865000_1771571185-5.jpg)