Liputan6.com, Islamabad - Putra mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengkhawatirkan kondisi kesehatan ayahnya yang disebut terus memburuk selama menjalani hukuman di penjara.
Dikutip dari artikel tersebut, Khan yang kini berusia 73 tahun sempat dibawa ke rumah sakit pekan lalu setelah Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pemeriksaan medis. Namun, ia dikembalikan ke Penjara Adiala di Rawalpindi hanya beberapa jam kemudian.
Putra Khan, Kasim Khan, mengeklaim pemerintah yang didukung militer mengabaikan perintah pengadilan yang meminta ayahnya diperiksa di rumah sakit swasta. Khan justru dibawa ke fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Advertisement
“Pada titik ini, kemungkinan besar dia tidak akan mampu bertahan selama berada di penjara,” kata Kasim dalam konferensi pers daring, dikutip dari laman FT.com.
Menurut Kasim, ayahnya sangat membutuhkan pemeriksaan dan perawatan medis di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama. Namun, ia hanya menjalani pemeriksaan sekitar satu jam di fasilitas kesehatan pemerintah sebelum dikembalikan ke penjara.
Kasim dan saudaranya, Sulaiman Khan, juga mengaku belum dapat berbicara dengan ayah mereka sejak Maret 2026. Keduanya disebut telah ditolak atau mengalami penundaan dalam pengurusan visa untuk mengunjungi Pakistan.
Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4734033/original/082584600_1707012967-imran_khan_dan_istri2.jpg)
Pada 18 Agustus 2026, Mahkamah Agung memerintahkan pengelola Penjara Adiala memindahkan Khan ke Shifa Hospital di Islamabad untuk menjalani perawatan serta pemeriksaan oleh panel medis independen.
Namun, pada 20 Agustus, Khan justru dibawa ke Institute of Medical Sciences, rumah sakit milik pemerintah. Ia kemudian dinyatakan dalam kondisi layak secara medis dan dikembalikan ke penjara untuk menjalani kurungan seorang diri.
Saudara perempuan Khan, Uzma Khan, yang hadir saat pemeriksaan tersebut, mengatakan kondisi Khan stabil. Namun, ia menyebut mantan perdana menteri itu berulang kali mengatakan bahwa dirinya mengalami penyiksaan di penjara.
Pihak berwenang Pakistan menyatakan kondisi kesehatan Khan membaik. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai kondisi kesehatannya.
Pengacara internasional Khan, Jared Genser, bahkan menyebut kondisi penahanan tersebut sebagai bentuk “pembunuhan secara perlahan”.
Khan telah menjalani sebagian besar masa hukumannya dalam kurungan seorang diri sejak Agustus 2023. Pelapor Khusus PBB untuk penyiksaan juga telah tiga kali menyoroti perlakuan terhadap Khan pada 2025 dan menyerukan agar kurungan seorang diri serta kondisi penahanan yang dinilai tidak manusiawi dihentikan.
Advertisement
Pencopotan dari Jabatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4214619/original/000046000_1667544709-imran_khan_2.jpg)
Khan dicopot dari jabatan perdana menteri pada April 2022 melalui mosi tidak percaya di parlemen. Ia kemudian ditangkap pada Mei 2023 di tengah kerusuhan nasional dan menghadapi lebih dari 100 dakwaan pidana.
Khan dan partainya menyatakan berbagai kasus tersebut bermotif politik. Ia telah dibebaskan dari sejumlah dakwaan, termasuk kasus terkait rahasia negara dan pernikahannya dengan Bushra Bibi.
Saat ini, Khan menjalani hukuman 14 tahun penjara dalam kasus korupsi. Ia dan istrinya juga dijatuhi hukuman penjara pada Desember 2025 dalam kasus terpisah terkait pengelolaan hadiah kenegaraan.
Aktivis hak asasi manusia terus menyerukan agar akses Khan kepada keluarga dan pengacaranya dipulihkan. Sebanyak 21 tokoh kriket internasional juga sebelumnya mengirim surat kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk meminta pemerintah memastikan Khan memperoleh perawatan medis yang memadai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333755/original/044629400_1787806099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T114556.196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5156697/original/019662200_1741511181-download__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331560/original/025797600_1787550022-90-28.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331687/original/072328800_1787559426-sammy-sander-scam-4126798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4755649/original/072386600_1709082178-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331853/original/057173400_1787572860-1920x1080_cmsv2_d82630c1-1221-54cc-8184-ba425d8f4030-9885820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331464/original/087993000_1787544911-90-27.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8131090/original/037145700_1780982939-katy_perry_justin_trudeau1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2914762/original/052480700_1568789375-20190918-Kabut-Asap-Malaysia-Singapura-6.jpg)