Liputan6.com, Madrid - Senja belum lama turun di Madrid pada 23 Februari 1981 ketika suara tembakan memecah ruang sidang parlemen Spanyol. Jarum jam menunjukkan pukul 18.23 waktu setempat.
Para anggota Congreso de los Diputados, majelis rendah parlemen Spanyol, tengah melakukan pemungutan suara untuk mengesahkan Leopoldo Calvo-Sotelo sebagai perdana menteri baru. Proses demokratis yang semestinya rutin itu mendadak berubah menjadi krisis nasional.
Letnan Kolonel Antonio Tejero, memimpin sekelompok anggota Civil Guard — korps paramiliter kepolisian nasional Spanyol — menyerbu ruang sidang dengan pistol teracung. Ia melepaskan tembakan ke udara dan berteriak, "¡Quieto todo el mundo!" atau "Semua diam! Jangan bergerak!". Demikian sebagaimana dikutip dalam laporan El Pais English, 22 Februari 2016.Â
Advertisement
Para wakil rakyat tiarap di lantai. Siaran radio yang menyiarkan langsung sidang terputus. Dalam hitungan menit, demokrasi Spanyol yang baru beberapa tahun meninggalkan kediktatoran Francisco Franco berada di ambang ketidakpastian.
Upaya kudeta yang kemudian dikenal sebagai 23-F (23 de febrero/23 Februari) itu bertujuan menggagalkan proses politik konstitusional dan membalik arah transisi demokrasi. Gedung parlemen dikuasai, para anggota parlemen disandera, dan negara menahan napas. Tidak ada kepastian siapa yang akan mengendalikan Spanyol ketika fajar tiba.
Â
Intervensi Raja Juan Carlos I dan Gagalnya Kudeta
Di tengah situasi yang belum jelas arahnya, keputusan penting justru diambil bukan di barak militer, melainkan di ruang redaksi. Beberapa ratus meter dari gedung parlemen, kantor harian El Pais menjadi saksi dilema yang tak kalah genting. Daniel Gavela, wakil editor urusan nasional, melihat Plaza de las Cortes dipenuhi barikade polisi dan segera memahami bahwa ini bukan gangguan biasa. Di dalam kantor, pemimpin redaksi Juan Luis Cebrian mendengar teriakan Tejero melalui siaran radio.
Bagi redaksi, pertanyaannya sederhana sekaligus berisiko: apakah surat kabar tetap terbit, dan jika ya, sikap apa yang akan diambil? Jika kudeta berhasil, sikap terbuka menentangnya bisa berarti pembungkaman.
Cebrian memilih untuk tidak menunggu hasil akhir.
"Ini mungkin hal terakhir yang saya lakukan sebagai pemimpin redaksi, tetapi surat kabar ini akan tetap terbit dengan editorial yang menentang para pelaku kudeta," ujarnya, sebagaimana dikutip dalam El Pais English.
Itu bukan sekadar keputusan editorial, melainkan pernyataan posisi di tengah ancaman nyata.
Malam itu juga, El Pais mencetak edisi khusus dengan tajuk halaman depan yang tegas: "Coup d'etat. EL PAIS, with the Constitution" atau "Kudeta. EL PAIS, bersama Konstitusi".
Pesan itu menyatakan dengan jelas keberpihakan pada tatanan konstitusional dan penolakan terhadap pengambilalihan kekuasaan secara paksa. Surat kabar tersebut terbit ketika belum ada kepastian apakah pemerintahan sah akan bertahan.
Di dalam gedung parlemen yang masih dikuasai pasukan bersenjata, edisi itu sampai ke tangan para wakil rakyat. Jose Bono, yang berada di ruang sidang selama penyanderaan, kemudian mengenang arti simbolisnya.
"Bertemu kembali dengan El Pais dalam bentuk cetak seperti menyatu dengan Spanyol yang demokratis," katanya.
Kehadiran surat kabar itu disebut menjadi penanda bahwa di luar sana, masih ada suara yang berdiri di sisi konstitusi.Â
Sementara itu, ketegangan berlangsung sepanjang malam. Nasib negara bergantung pada sikap militer dan pimpinan negara. Titik balik terjadi ketika Raja Juan Carlos I tampil di televisi nasional dengan seragam militer dan menyatakan dukungannya terhadap tatanan konstitusional serta menolak upaya kudeta. Pernyataan itu memperjelas posisi komando tertinggi angkatan bersenjata dan mematahkan legitimasi gerakan para pelaku kudeta.
Menjelang pagi 24 Februari, upaya pengambilalihan kekuasaan itu gagal. Para anggota parlemen dibebaskan dan Tejero akhirnya menyerah.
Tejero dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas peran utamanya dalam kudeta gagal, namun dibebaskan bersyarat pada tahun 1996 setelah mendekam selama 15 tahun. Pasca pembebasannya, ia menarik diri dari kehidupan publik dan menghabiskan masa tuanya di Malaga hingga dikabarkan meninggal dunia pada Oktober 2025 di usia 93 tahun.
Kudeta 23-F gagal, tetapi malam itu meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Spanyol. Ia bukan hanya tentang senjata yang diarahkan ke parlemen, melainkan tentang ketahanan institusi demokrasi — termasuk pers — dalam menghadapi ancaman paling nyata.Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3257471/original/094864900_1601810818-20201004-Ribuan-Bendera-Spanyol-Penuhi-Pantai-di-Valencia-AFP-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3492817/original/064226900_1624598184-AP21175524565921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845518/original/088225700_1562310375-20190705-Mesin-Ketik-Vintage-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543657/original/004020500_1629271438-international-2693231_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2403296/original/075785000_1541665452-20181108-Perang-Dunia-I-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1207552/original/064728100_1461032751-20160418-Saat-Patung-patung-Bersejarah-London-Kenakan-Masker-AFP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3163261/original/024438200_1593161735-industry-3454488_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512398/original/027036300_1626405295-napoleon-bonaparte-67784_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1089740/original/053660300_1558928124-kapalek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1721756/original/047497300_1506488066-storm-794559_960_720__Pixabay.jpg)