Liputan6.com, Athena - Para arkeolog menemukan dua alat kayu genggam tertua yang pernah diketahui, yang diperkirakan digunakan oleh nenek moyang manusia purba sekitar 430.000 tahun lalu. Penemuan langka ini berasal dari sebuah situs arkeologi di Yunani dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin (26/1/2026).
Salah satu alat terbuat dari batang pohon alder dan diduga digunakan untuk menggali, sementara alat lainnya merupakan artefak berukuran kecil dari kayu willow atau poplar yang kemungkinan dipakai untuk membentuk atau memroses batu. Penemuan ini memberikan bukti langsung penggunaan teknologi kayu pada tahap awal evolusi manusia.
"Yang membuat penemuan ini sangat istimewa adalah kayu hampir tidak pernah terawetkan selama ratusan ribu tahun," kata penulis utama studi tersebut, Annemieke Milks, peneliti di Universitas Reading, Inggris, dikutip dari NBC News, Kamis (29/1).
Advertisement
"Temuan seperti ini sangat jarang."
Selama ini, pemahaman tentang teknologi manusia purba didominasi oleh alat-alat batu karena material tersebut lebih tahan terhadap waktu. Menurut Milks, keberadaan alat kayu ini memperkaya gambaran tentang kemampuan teknologi dan perilaku nenek moyang manusia yang selama ini sulit dilacak.
"Kami tahu manusia purba menggunakan kayu untuk membuat perkakas. Namun kini kami memiliki bukti konkret bahwa praktik itu sudah berlangsung sangat awal," ujarnya.
Alat-alat tersebut ditemukan di Cekungan Megalopolis, tepatnya di situs Marathousa, sekitar 160 kilometer barat daya Athena. Wilayah ini dulunya merupakan tepian danau dan telah lama dikenal sebagai lokasi penting aktivitas manusia purba, termasuk pembuatan alat dari batu dan tulang serta bukti perburuan gajah dan hewan besar lainnya.
Artefak kayu berukuran kecil menjadi perhatian khusus para peneliti. "Kami belum pernah menemukan yang seperti ini sebelumnya. Ukurannya sangat kecil dan bentuknya berbeda, sehingga fungsinya masih kami pelajari," kata Milks.
Para peneliti memastikan artefak tersebut bukan sekadar potongan kayu alami. Identifikasi dilakukan melalui analisis jejak khas bekas penggunaan alat batu pada permukaan kayu. "Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa kayu tersebut sengaja dibentuk dan digunakan oleh manusia," jelas Milks.
Penentuan usia artefak dilakukan melalui penanggalan sedimen dan lapisan batuan di lokasi temuan. Penanggalan langsung bahan organik seperti kayu umumnya hanya dapat dilakukan hingga sekitar 50.000 tahun, sehingga konteks geologis menjadi kunci untuk menetapkan usia sekitar 430.000 tahun.
Kenapa Bisa Bertahan hingga 430.000 Tahun?
Menurut para peneliti, alat-alat kayu ini terawetkan dengan sangat baik karena cepat terkubur dalam sedimen basah yang miskin oksigen, sehingga terlindung dari mikroorganisme yang biasanya menyebabkan pembusukan.
Kondisi pelestarian di Cekungan Megalopolis dinilai "luar biasa". Selain kayu, situs ini juga menyimpan sisa-sisa organik rapuh lainnya, seperti biji dan daun, kata Katerina Harvati, salah satu penulis studi dan paleoantropolog dari Universitas Tübingen, Jerman.
Harvati menilai temuan ini menegaskan pentingnya Yunani, khususnya Cekungan Megalopolis, dalam kajian evolusi manusia. Penemuan tersebut memberikan gambaran langka tentang teknologi manusia purba yang selama ini hampir tidak terdokumentasikan.
"Temuan ini tidak hanya memperluas kerangka waktu dan wilayah penggunaan teknologi kayu, tetapi juga menghadirkan jenis alat yang sama sekali baru dan belum pernah dicatat sebelumnya," ujarnya.
Pakar arkeologi klasik dari Universitas Birmingham, Inggris, Maeve McHugh, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebut temuan tersebut sangat signifikan. Menurutnya, artefak kayu ini memberikan "cuplikan penting" tentang aktivitas manusia purba dan perkembangan kognitif pada masa awal sejarah manusia.
"Benda kayu dari periode setua ini hampir tidak pernah ditemukan, kecuali dalam kondisi ekstrem. Fakta bahwa artefak ini bertahan hingga kini menjadikannya sangat penting bagi pemahaman kita tentang asal-usul teknologi dan evolusi manusia," katanya. Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486258/original/013772300_1769581984-260127-oldest-wooden-tools-rs-45849e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3107941/original/035028500_1587450133-http___com.ft.imagepublish.prod.s3.amazonaws.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4002029/original/075111900_1650525866-sekjen_pbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5487831/original/072476200_1769678974-dw202601-pensil-warna-dari-koran-bekas-inisiatif-pasangan-serbia-selamatkan-lingkungan-c22992.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5487832/original/083955500_1769679720-dw202601-jerman-bagikan-kentang-gratis-ke-masyarakat-karena-kelebihan-panen-6731fb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2999991/original/017493100_1576665560-050608500_1539682117-094970900_1464866685-globe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)