Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (22/1/2026) mengatakan bahwa AS telah mengerahkan sebuah armada yang bergerak menuju Iran. Namun, ia mengaku berharap tidak perlu menggunakannya, sembari kembali memperingatkan Teheran agar tidak membunuh para pengunjuk rasa atau memulai kembali program nuklirnya.
Sejumlah pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpemandu rudal akan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Demikian seperti dikutip dari laporan CNA.
Salah satu pejabat menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara tambahan juga sedang dipertimbangkan untuk ditempatkan di Timur Tengah, yang dinilai krusial guna melindungi pangkalan-pangkalan AS di kawasan dari kemungkinan serangan Iran.
Advertisement
Pengerahan ini memperluas opsi yang dimiliki Trump, baik untuk memperkuat pertahanan pasukan AS di seluruh kawasan di tengah meningkatnya ketegangan, maupun untuk melakukan tindakan militer tambahan setelah serangan terhadap situs nuklir Iran pada Juni lalu.
"Kami memiliki banyak kapal yang bergerak ke arah itu, untuk berjaga-jaga … Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat dekat," kata Trump kepada para wartawan di dalam pesawat Air Force One, dalam perjalanannya kembali ke AS setelah berbicara di hadapan para pemimpin dunia di Davos, Swiss.
Selanjutnya, ia mengatakan, "Kami memiliki sebuah armada … yang sedang menuju ke arah sana dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya.”
Kapal-kapal perang tersebut mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik sejak pekan lalu, seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS menyusul dugaan tindakan keras aparat terhadap gelombang demonstrasi di seluruh Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan melakukan intervensi terhadap Iran terkait dugaan pembunuhan para pengunjuk rasa. Namun, aksi protes dilaporkan mereda pada pekan lalu. Presiden AS itu juga melunakkan retorikanya dengan mengklaim bahwa tekanan dan ancamannya kepada Iran menyebabkan rencana eksekusi para tahanan dibatalkan oleh otoritas setempat.
Pada Kamis, Trump kembali mengulangi klaim tersebut dengan mengatakan bahwa Iran membatalkan hampir 840 hukuman gantung setelah ancaman yang ia lontarkan.
"Saya mengatakan: Jika kalian menggantung orang-orang itu, kalian akan dihantam lebih keras daripada yang pernah kalian alami. Itu akan membuat apa yang kami lakukan terhadap program nuklir Iran tampak seperti 'kacang'," ujar Trump.
"Sekitar satu jam sebelum hal mengerikan itu akan terjadi, mereka membatalkannya," klaim Trump, seraya menyebut langkah tersebut sebagai 'tanda yang baik'.
Nuklir Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261018/original/018013200_1750653356-20250623-Foto_Kombo-AFP_1.jpg)
Militer AS telah melakukan pengerahan besar-besaran pasukan dan aset militer pada tahun lalu, menjelang serangan yang dilancarkan pada Juni terhadap situs nuklir Iran.
Trump mengatakan AS akan bertindak kembali jika Teheran melanjutkan program nuklirnya setelah serangan terhadap sejumlah situs utama tersebut.
"Jika mereka mencoba melakukannya lagi, mereka harus pindah ke area lain. Kami akan menghantam mereka di sana juga, dengan sama mudahnya," kata Trump pada Kamis.
Setelah serangan tersebut, Iran diwajibkan melaporkan kepada badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengenai kondisi situs-situs yang diserang Amerika Serikat serta material nuklir yang diduga berada di lokasi tersebut.
Laporan tersebut mencakup perkiraan 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 60 persen. Menurut tolok ukur IAEA, jumlah dan tingkat pengayaan tersebut, apabila diperkaya lebih lanjut, dapat mencukupi untuk pembuatan hingga 10 bom nuklir.
Namun, hingga kini IAEA belum memverifikasi persediaan uranium Iran yang sangat diperkaya selama setidaknya tujuh bulan terakhir, padahal lembaga pengawas nuklir PBB itu menganjurkan agar verifikasi semacam ini dilakukan setiap bulan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480127/original/013855300_1769043362-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8494563/original/017386300_1782411005-c58cee05-24b7-4bd4-8479-0b9e2df2ac4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8484279/original/013090500_1782396796-mail.jpeg)