Ratusan Demonstran Batal Dieksekusi, Trump Ucapkan Terima Kasih ke Iran

Trump berulang kali menyatakan dukungan terhadap para demonstran Iran. Ia menuding penindakan aparat keamanan telah menyebabkan ribuan korban jiwa.

Diterbitkan 17 Januari 2026, 11:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan Iran yang mengklaim bahwa Teheran telah membatalkan rencana eksekusi terhadap ratusan demonstran.

Melalui akun Truth Social miliknya pada Jumat (16/1/2026) Trump menulis bahwa seluruh eksekusi gantung yang dijadwalkan berlangsung pada hari sebelumnya telah dibatalkan oleh otoritas Iran.

“Saya sangat menghargai fakta bahwa semua eksekusi gantung yang dijadwalkan, yang seharusnya berlangsung kemarin, telah dibatalkan oleh kepemimpinan Iran. Terima kasih!” tulisnya, dikutip dari laman TRT World, Sabtu (17/1).

Trump menepis anggapan bahwa tekanan dari negara-negara Teluk atau Israel menjadi faktor utama di balik keputusannya menahan diri dari tindakan militer. Ia menegaskan, langkah Iran itulah yang memengaruhi sikapnya.

“Tidak ada yang meyakinkan saya; saya meyakinkan diri sendiri,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju Florida untuk menghabiskan akhir pekan. “Mereka tidak menggantung siapa pun. Mereka membatalkan eksekusi gantung. Itu berdampak besar.”

Sebelumnya, Gedung Putih pada Kamis menyatakan bahwa otoritas Iran telah “menghentikan” sekitar 800 eksekusi yang dijadwalkan, di tengah protes yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Washington menyebut terus “memantau dengan cermat” perkembangan situasi di Iran.

Trump berulang kali menyatakan dukungan terhadap para demonstran Iran. Ia menuding penindakan aparat keamanan telah menyebabkan ribuan korban jiwa, meski angka resmi belum pernah dirilis oleh pemerintah Iran.

Pada Selasa, Trump secara terbuka menyerukan para demonstran Iran untuk terus “berunjuk rasa dan mengambil alih lembaga-lembaga,” sembari mengatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.” Ia juga memperingatkan para pejabat di Teheran bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi berat.

Presiden AS itu menegaskan Washington akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika Iran tetap mengeksekusi para demonstran.

Sementara itu, otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan” dan “aksi terorisme” yang menyertai protes tersebut.

Gelombang demonstrasi di Iran pecah pada 28 Desember lalu dan berkembang menjadi aksi yang mematikan serta penuh kekerasan. Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban tewas maupun jumlah warga yang ditahan.