Korea Utara Kecam Wacana Nuklir Jepang, Sebut Ambisi Tokyo Harus Dicegah

Apa kekhawatiran terbesar Korea Utara jika Jepang punya senjata nuklir?

Diterbitkan 21 Desember 2025, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara pada Minggu (21/12/2025) mengecam keras pernyataan seorang pejabat Jepang yang menyarankan agar Tokyo memiliki senjata nuklir, dengan menyebut ambisi tersebut harus “dicegah dengan segala cara” karena berpotensi memicu bencana besar di kawasan Asia.

Reaksi Pyongyang muncul setelah Kyodo News melaporkan pada Kamis (18/12) bahwa seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya di Kantor Perdana Menteri Jepang mengatakan: “Saya pikir kita harus memiliki senjata nuklir.”

Pejabat tersebut dilaporkan terlibat dalam perumusan kebijakan keamanan Jepang dan menambahkan bahwa “pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri,” dikutip dari laman Japan Times, Minggu (21/12).

Dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Direktur Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan pernyataan itu menunjukkan bahwa Jepang telah “secara terbuka mengungkapkan ambisinya untuk memiliki senjata nuklir, melampaui garis merah.”

“Upaya Jepang untuk memiliki senjata nuklir harus dicegah dengan segala cara karena akan membawa bencana besar bagi umat manusia,” kata pejabat tersebut.

Ia menegaskan bahwa pernyataan itu bukan klaim sembarangan, melainkan cerminan dari ambisi lama Jepang untuk mempersenjatai diri dengan senjata nuklir.

Menurut Pyongyang, jika Jepang benar-benar memperoleh senjata nuklir, negara-negara Asia akan menghadapi “bencana nuklir yang mengerikan” dan stabilitas kawasan akan terancam serius.

 

Hulu Ledak Nuklir Korut

Pernyataan Korea Utara itu tidak menyinggung program nuklirnya sendiri, yang sejak uji coba atom pertama pada 2006 telah berulang kali melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Korea Utara diyakini memiliki puluhan hulu ledak nuklir dan terus mengembangkan persenjataannya meskipun berada di bawah sanksi internasional.

Pyongyang secara konsisten menyatakan bahwa senjata nuklir diperlukan untuk menangkal ancaman militer dari Amerika Serikat dan sekutunya. Dalam pidato di Sidang Umum PBB pada September lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Son Gyong menegaskan negaranya tidak akan menyerahkan persenjataan nuklirnya.

“Kami tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklir yang merupakan hukum negara kami, kebijakan nasional, dan kekuasaan kedaulatan kami serta hak untuk hidup,” kata Kim.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelumnya juga menyatakan terbuka untuk berdialog dengan Washington, namun dengan syarat Pyongyang tetap diizinkan mempertahankan persenjataan nuklirnya.