Liputan6.com, Jakarta Kode negara +850 ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) berdasarkan standar E.164. Lalu, +850 negara mana sebenarnya? Jawabannya adalah Korea Utara, atau secara resmi dikenal sebagai Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).
Kode panggilan negara ini digunakan untuk semua panggilan internasional ke Korea Utara. Bagi Anda yang bertanya-tanya +850 negara mana saat menerima panggilan atau melihat nomor berawalan angka tersebut, kini Anda mengetahui bahwa kode itu mengarah ke salah satu negara paling tertutup di dunia.
International Telecommunication Union (ITU), yakni badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengoordinasikan telekomunikasi global, mengusulkan sistem yang membagi dunia ke dalam sembilan zona untuk membantu panggilan internasional lebih terorganisasi. Dilansir dari Ooma, pada tahun 1984, Korea Utara menerima kode baru 850, sementara Korea Selatan mempertahankan kode asli 82, berikut ulasan Liputan6.com.
Advertisement
Apa Itu Kode Telepon +850 dan +850 Negara Mana?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
Kode telepon negara, atau yang dikenal sebagai country calling code, adalah rangkaian angka unik yang ditetapkan untuk setiap negara agar panggilan internasional dapat tersambung ke tujuan yang benar. Kode panggilan internasional spesifik untuk Korea Utara, yang ditetapkan oleh ITU berdasarkan standar E.164, adalah +850. Kode ini berfungsi sebagai identitas digital Korea Utara dalam jaringan telekomunikasi global.
Kode +850 digunakan untuk memastikan panggilan diarahkan dengan benar ke negara tujuan, baik saat menghubungi nomor telepon seluler maupun telepon rumah. Tanpa kode ini, panggilan dari luar negeri tidak akan bisa tersambung ke Korea Utara. ITU mengatur alokasi kode negara +850 untuk menstandarkan penggunaan dan menghindari konflik.
Kode negara +850 Korea Utara berlaku baik untuk nomor seluler (yang dimulai dengan awalan seperti 7X) maupun telepon rumah tetap (menggunakan kode area seperti 20, 30, 40, dan sebagainya). Digit-digit setelah +850 menentukan jaringan atau wilayah tertentu di dalam negara tersebut.
Mengacu pada Wikipedia, nomor telepon di Korea Utara diatur oleh Kementerian Pos dan Telekomunikasi. Sistem penomoran ini sangat berbeda dari kebanyakan negara lain karena sifat tertutup pemerintah Korea Utara yang membatasi akses komunikasi internasional secara ketat.
Baca juga: 234 Kode Negara Mana? Simak Penjelasannya Agar Terhindar dari Modus Penipuan
Advertisement
Sejarah Penetapan Kode +850 untuk Korea Utara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1589558/original/029708200_1494329884-170329_01_Focus.jpg)
Kode telepon negara berevolusi berdasarkan sistem pertukaran telepon mekanis, sehingga ITU membagi dunia ke dalam area-area luas: 1 untuk Amerika Utara, 2 untuk Afrika, 3 dan 4 untuk Eropa, dan seterusnya. Korea Utara berada di Zona 8 yang mencakup kawasan Asia Timur dan layanan khusus. Penempatan ini bukan tanpa alasan historis yang mendalam.
Pada awalnya, Semenanjung Korea hanya memiliki satu kode telepon. Namun seiring perpecahan politik yang terjadi pasca-Perang Dunia II, sistem telekomunikasi kedua negara pun terpisah. Berdasarkan data dari Ooma, mempertahankan sistem kode negara dari waktu ke waktu menjadi tantangan tersendiri karena peta dunia terus berubah. Pada tahun 1984, Korea Utara menerima kode baru 850, sementara Korea Selatan mempertahankan kode asli 82.
Karena kode negara ditetapkan saat telepon putar menjadi standar, perangkat tersebut memengaruhi hasilnya. Angka "1" adalah digit pertama pada telepon putar sehingga membutuhkan waktu lebih sedikit untuk ditekan dibanding angka "9", dan negara-negara paling berpengaruh di ITU serta yang memiliki populasi terbesar menerima kode negara yang paling pendek dan sederhana. Oleh karena itu, negara seperti Amerika Serikat mendapat kode +1, sedangkan Korea Utara sebagai negara yang relatif kecil mendapat kode tiga digit +850.
Sistem telepon Korea Utara cukup terisolasi. Negara ini menggunakan kode negara +850, tetapi panggilan internasional sangat rumit karena jaringan telepon lokal hampir sepenuhnya terpisah dari jaringan internasional. Kenyataan ini menjadikan +850 sebagai salah satu kode negara yang paling sulit diakses di seluruh dunia.
Baca juga: 6 Aturan Unik Berwisata Ini Hanya Ada di Korea Utara
Sistem Telekomunikasi Unik di Korea Utara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2354616/original/079282100_1540804612-Korut_3.jpg)
Korea Utara memiliki sistem telekomunikasi yang sangat berbeda dari negara mana pun di dunia. Untuk memahami mengapa +850 negara mana menjadi pertanyaan menarik, penting mengetahui bagaimana jaringan komunikasi di negara ini beroperasi. Berikut fakta-fakta penting tentang sistem telekomunikasi Korea Utara:
- Jaringan Domestik Terpisah dari Internasional — Nomor telepon di Pyongyang yang bisa menelepon dan menerima panggilan internasional selalu diawali dengan 381 pada nomor lokal, misalnya +850 2 381 xxxx. Nomor-nomor ini tidak bisa dihubungi secara domestik dan tidak bisa melakukan panggilan domestik, sehingga organisasi dengan konektivitas internasional biasanya memiliki nomor 381 untuk internasional dan nomor 382 untuk domestik.
- Dua Operator Seluler — Dua jaringan seluler beroperasi di Korea Utara: Koryolink (3G, dapat diakses warga asing) dan Kangsong NET (3G/4G LTE, khusus warga negara). Koryolink mulai beroperasi pada 2008 dan merupakan operator seluler 3G pertama di Korea Utara.
- Pembatasan untuk Warga Asing — Warga asing dapat membeli kartu SIM prabayar dari Koryolink untuk panggilan internasional saja. Panggilan domestik tidak diizinkan pada kartu SIM asing.
- Layanan Operator Manual — Penelepon dari luar negeri ke Korea Utara biasanya harus melalui layanan operator internasional di +850 2 18111. Hanya sedikit nomor tertentu (kebanyakan nomor faks) yang bisa dihubungi langsung tanpa bantuan operator.
- Penetrasi Telepon Rendah — Korea Utara memiliki sistem telepon yang memadai dengan 1,18 juta saluran tetap yang tersedia pada 2008, namun sebagian besar telepon hanya dipasang untuk pejabat pemerintah senior.
- Internet Sangat Terbatas — Akses internet tersedia di Korea Utara tetapi hanya diizinkan dengan otorisasi khusus, dan terutama digunakan untuk keperluan pemerintah serta oleh warga asing.
- Penggunaan Telepon Selundupan — Banyak warga Korea Utara menyelundupkan telepon seluler dari Tiongkok dan menggunakannya di dekat perbatasan untuk memanfaatkan jaringan seluler Tiongkok. Pemerintah Korea Utara menindak telepon ilegal ini dengan mengerahkan perangkat pengawasan dan perangkat pengacau sinyal.
Sebagaimana dikutip dari 38 North, pada Kongres Partai Kedelapan tahun 2021, Kim Jong Un menyerukan agar sektor telekomunikasi negara tersebut "mempercepat pembaruan teknis infrastrukturnya dan mengubah komunikasi seluler menjadi generasi berikutnya sesegera mungkin."
Baca juga: Ri Sol-ju adalah Ibu Negara Korea Utara yang Penuh Misteri dan Pengaruh
Advertisement
Cara Menelepon ke Korea Utara dengan Kode +850
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1575574/original/067436200_1493026039-20170424-Ilustrasi_kora_utara.jpg)
Setelah mengetahui jawaban dari +850 negara mana, langkah selanjutnya adalah memahami cara menggunakan kode tersebut untuk melakukan panggilan internasional. Meskipun menelepon ke Korea Utara jauh lebih rumit dibanding menelepon ke negara lain, format dasarnya tetap mengikuti standar internasional. Untuk menelepon Pyongyang dari Amerika Serikat, tekan: 011 + 850 + 2 + [nomor pelanggan 7 digit], misalnya: 011 850 2 123456.
Berikut langkah-langkah menelepon ke Korea Utara:
- Tekan kode akses internasional — Dari Indonesia, gunakan awalan 001, 007, atau cukup tekan tanda "+" pada ponsel. Awalan ini memberi sinyal kepada sistem telepon Anda bahwa Anda melakukan panggilan internasional.
- Masukkan kode negara Korea Utara — Selanjutnya, masukkan kode negara Korea Utara +850. Kode ini mengarahkan panggilan Anda secara spesifik ke Korea Utara.
- Tekan kode area — Kode area untuk Pyongyang adalah 2. Kota-kota lain memiliki kode area yang berbeda.
- Hilangkan angka nol di depan — Jika nomor telepon lokal di Korea Utara dimulai dengan angka nol, hilangkan angka tersebut saat menelepon dari luar negeri. Hal ini penting untuk perutean panggilan yang akurat.
- Masukkan nomor lokal — Setelah kode negara +850, nomor telepon Korea Utara biasanya terdiri dari 9 digit. Format standar ini terdiri dari awalan 2 digit (mengidentifikasi area atau operator seluler) ditambah nomor pelanggan 7 digit.
Contoh format lengkap: +850 2 381 XXXX (untuk nomor internasional di Pyongyang).
Perlu diingat bahwa hanya nomor-nomor tertentu yang bisa menerima panggilan internasional langsung. Di Pyongyang, nomor yang dimulai dengan 381 adalah nomor yang berkemampuan internasional. Sebagian besar panggilan internasional lainnya harus melalui layanan operator di +850 2 18111.
Baca juga: wa.me/62, Cara Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Perlu Simpan Nomor Kontak
Daftar Kode Negara Lain di Zona 8 Asia Timur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504458/original/091923300_1771237308-Untitled.jpg)
Setelah memahami bahwa +850 negara mana jawabannya adalah Korea Utara, ada baiknya juga mengetahui kode negara lain yang berada di Zona 8. Kode panggilan internasional dikelompokkan menjadi delapan wilayah utama, dengan digit pertama menunjukkan wilayah, dan zona 8 mencakup Asia Timur dan layanan khusus.
Berdasarkan data dari Wikipedia dan Global Call Forwarding, berikut daftar kode negara di Zona 8 yang perlu diketahui:
| Kode Negara | Negara/Wilayah |
|---|---|
| +81 | Jepang |
| +82 | Korea Selatan |
| +84 | Vietnam |
| +850 | Korea Utara |
| +852 | Hong Kong |
| +853 | Makau |
| +855 | Kamboja |
| +856 | Laos |
| +86 | Tiongkok |
| +880 | Bangladesh |
| +886 | Taiwan |
Jika Anda menerima panggilan dari nomor berawalan +82, itu berasal dari Korea Selatan, bukan Korea Utara. Perbedaan satu digit ini cukup signifikan dan sering membingungkan. Panggilan antara Korea Utara dan Korea Selatan dilarang, dengan pengecualian panggilan ke atau dari Kawasan Industri Kaesong.
Baca juga: 0812 Kartu Apa? Simak Beberapa Cara Mudah Cek Nomor Ponsel
Baca juga: 0813 Kartu Apa? Ketahui 4 Cara Cek Nomor Telkomsel
Advertisement
Tips Keamanan Saat Menerima Panggilan dari Nomor Internasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3526369/original/099897100_1627641980-phone-2127_640.jpg)
Mengetahui +850 negara mana tidak cukup tanpa memahami aspek keamanan dari panggilan internasional. Di era digital saat ini, modus penipuan menggunakan kode telepon internasional semakin marak. Berikut tips penting yang perlu diterapkan:
- Jangan Langsung Mengangkat Panggilan dari Nomor Asing — Jika Anda menerima panggilan dari nomor dengan awalan yang tidak dikenal, termasuk +850, jangan langsung menjawab. Waspadai panggilan tak diundang yang meminta informasi pribadi, terutama jika tampak berasal dari awalan +850 Korea Utara. Verifikasi identitas sebelum membagikan data sensitif melalui telepon.
- Hindari Menelepon Balik Nomor Tak Dikenal — Panggilan balik ke nomor internasional yang tidak dikenal dapat mengakibatkan biaya yang sangat tinggi atau mengarahkan Anda ke layanan premium berbayar.
- Periksa Kode Negara Sebelum Merespons — Kenali kode-kode negara yang sering digunakan dalam modus penipuan. Kode +850 sendiri jarang digunakan untuk penipuan mengingat keterbatasan telekomunikasi Korea Utara, tetapi kode negara lain seperti +234 lebih sering disalahgunakan.
- Aktifkan Verifikasi Dua Langkah pada WhatsApp — Penipuan melalui aplikasi perpesanan semakin canggih. Menambahkan lapisan keamanan ekstra dapat melindungi akun Anda dari peretasan.
- Laporkan Nomor Mencurigakan — Jika menerima panggilan atau pesan mencurigakan dari nomor internasional, segera blokir dan laporkan melalui fitur yang tersedia pada aplikasi atau hubungi pihak berwenang.
- Gunakan Aplikasi Identifikasi Penelepon — Aplikasi seperti Truecaller dapat membantu mengidentifikasi nomor tidak dikenal dan memberikan peringatan dini terhadap potensi spam atau penipuan.
Sebagaimana disampaikan BuddeComm dalam laporannya tentang telekomunikasi Korea Utara, bagi warga yang tinggal dekat perbatasan Tiongkok, dimungkinkan untuk mendapatkan perangkat seluler dan kartu SIM Tiongkok serta terhubung ke menara pemancar (secara ilegal) di seberang perbatasan. Meskipun ini menawarkan akses ke dunia luar dengan harga lebih murah, risikonya termasuk denda berat serta kemungkinan interogasi dan penahanan. Fakta ini menunjukkan betapa ketatnya kontrol pemerintah Korea Utara terhadap komunikasi warganya.
Baca juga: 0822 Kartu Apa? Ini Arti dan Cara Mudah untuk Cek Nomor Telkomsel
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kode +850
Apakah kita bisa menelepon ke Korea Utara dari Indonesia menggunakan kode +850?
Secara teknis, menelepon ke Korea Utara dari Indonesia dimungkinkan dengan menekan kode akses internasional diikuti +850 dan nomor tujuan. Namun, sebagian besar panggilan harus melalui layanan operator karena hanya sedikit nomor di Korea Utara yang bisa dihubungi langsung dari luar negeri. Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi di Korea Utara juga menjadikan panggilan sering kali tidak stabil.
Mengapa kode +850 berbeda dengan +82 milik Korea Selatan?
Pada awalnya, Semenanjung Korea berbagi satu sistem telekomunikasi. Namun karena perpecahan politik, Korea Selatan mempertahankan kode +82 yang sudah ada sejak lama, sementara Korea Utara diberikan kode baru +850 pada tahun 1984 oleh ITU. Pemisahan kode ini mencerminkan realitas politik dua negara yang hingga kini masih terpisah.
Apakah menerima panggilan dari nomor +850 berbahaya?
Tidak selalu berbahaya, namun sebaiknya tetap berhati-hati. Mengingat keterbatasan telekomunikasi Korea Utara, panggilan langsung dari nomor +850 sangat jarang terjadi untuk masyarakat umum. Jika Anda menerima panggilan dari nomor tersebut tanpa alasan yang jelas, sebaiknya jangan langsung menjawab dan verifikasi terlebih dahulu melalui sumber terpercaya sebelum memberikan informasi pribadi apa pun.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672358/original/015445900_1782711822-L5LBFzVR1gbAA8FfJ7xoQc2SQcNrzHBc6EcmNc4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409540/original/032500600_1479454815-korea_utara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313720/original/013816600_1755053631-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8402811/original/027823400_1782284937-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3363106/original/087286500_1611910974-New_Project__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5034274/original/035323000_1733270905-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2204388/original/075921900_1538981093-Xi_Jinping.jpg)